Belajar Smart Kampung, Bupati Lampung Timur Boyong Aparat Desanya Ke Banyuwangi

18-05-2017 Belajar Smart Kampung, Bupati Lampung Timur Boyong Aparat Desanya Ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Smart kampung yang merupakan program inovasi Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan daerah pedesaan berbasis teknologi informasi (TI) menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya Bupati Lampung Timur, Chusmunia, yang secara khusus datang ke Banyuwangi untuk studi tiru tentang hal tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Chusmunia memboyong 120 jajarannya yang terdiri dari  camat, kepala desa, sekretaris dan bendahara desa. Rombongan ini diterima langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Kabupaten, Kamis (18/5).

Bupati Chusmunia mengatakan sangat terpukau dengan kemajuan Banyuwangi dalam kurun enam tahun terakhir. Banyuwangi juga tiada henti menelurkan inovasi-inovasi yang mampu mendongkrak kemajuan daerahnya, termasuk dalam penguatan desa.

“Kami banyak mendengar tentang inovasi Banyuwangi dalam upaya penguatan dan pemberdayaan daerah pedesaan. Ini alasan kami datang bersama rombongan besar untuk belajar tentang pengelolaan dan pelaporan keuangan desa, kebijakan-kebijakan serta manajemen desa di Banyuwangi yang telah berbasis IT,” ujar bupati yang juga mantan anggora DPR RI tersebut.

Sementara, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan semua capaian yang didapat Banyuwangi ini tidak serta merta diraih.  “Kami bisa mencapai ini semua dengan proses dan kerja keras bersama, dan sejatinya kami masih terus berbenah dan banyak belajar,” kata Anas.

Terkait inovasi untuk mengembangkan daerah pedesaan, Banyuwangi memilih IT sebagai kendaraannya. Yaitu melalui program ”Smart Kampung” untuk mendorong pelayanan desa. Sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa, jarak desa dan pusat kota di Banyuwangi sangat jauh dengan waktu tempuh bisa mencapai tiga jam. Warga yang butuh dokumen harus menuju ke kantor kecamatan atau pusat kota yang lokasinya cukup jauh, sehingga tidak efisien.

”Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Tapi tentu butuh TI karena yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya. Saat ini sebagian desa sudah menerapkan Smart Kampung, termasuk yang jauh dari pusat kota. Sudah sekitar 60 desa teraliri fiber optic, kita targetkan 145 desa tersambung fiber opticpertengahan 2018,” papar Anas.

Untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan desa yang mendapatkan dana besar dari APBN dan APBD, Banyuwangi mengembangkan e-village budgeting dan e-monitoring system. Perencanaan hingga pelaporan di tingkat desa terintegrasi dalam sebuah sistem.

”Misalnya monitoring, setiap proyek terpantau di sistem lengkap dengan titik koordinatnya. Tinggal di-klik, keluar gambar proyeknya dari 0 sampai 100 persen. Jadi bisa meminimalisasi proyek ganda, sekaligus memberi rasa aman kepada perangkat desa mengingat tanggung jawabnya semakin besar karena dana yang mengalir ke desa juga terus bertambah,” jelas Anas.

Untuk mempercepat pelayanan di tingkat desa, Anas telah mendelegasikan kewenangannya ke desa. Misalnya, pembenahan rumah tidak layak huni.”Dulu itu harus bupati yang tanda tangani suratnya, sehingga rentangnya panjang. Sekarang cukup di tingkat desa,” ujarnya.

Selain infrastruktur yang terus dibenahi, lanjutnya, Banyuwangi juga konsisten meningkatkan kualitas SDM aparat desa. “Kami rutin menggelar ESQ bagi aparat desa untuk meningkatkan kinerjanya. Bahkan istri/suami nya juga kami sertakan agar mereka bisa meningkatkan spirit kerja para aparat,” tambah Anas.

Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Chusmunia menyampaikan apresiasinya. “Tidak salah kami datang ke Banyuwangi. Apa saja yang  cocok dengan karakter Lampung Timur, pasti akan kami terapkan. Mimpi kami, bisa menyalip kesuksesan Banyuwangi,” selorohnya.

Selanjutnya, rombongan ini langsung menuju sejumlah desa Smart Kampung, yaitu Desa Kampung Anyar, Taman Sari, dan  Ketapang. Mereka akan belajar dan menyaksikan langsung proses pelayanan publik di sana. Diantaranya pengajuan pembuatan KTP baru, beasiswa, dan pengurusan Surat Pernyataan Miskin (SPM).

Selain rombongan Kabupaten Lampung Timur, di waktu yang sama juga hadir rombongan tim Inspektorat DPR RI dan Badan Keahlian DPR RI. Rombongan yang dipimpin Ketua Tim Inspektorat Utama, Dewi Barliana, ini ingin belajar Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP). (*)

 

 

 

 

 

 

 (*)

 

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id