Bupati Anas Sholat Ghaib untuk Mendiang Kiai Hasyim

17-03-2017 Bupati Anas Sholat Ghaib untuk Mendiang Kiai Hasyim

 

Banyuwangi – Meninggalnya KH. Hasyim Muzadi menyisakan duka bagi segenap bangsa Indonesia. Termasuk juga dirasakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Bersama dengan para karyawan Pemerintah Daerah Banyuwangi, ia melaksanakan sholat ghaib bersama di masjid lingkungan Pemkab Banyuwangi, Jumat (17/3).

“Kepergian Kiai Hasyim merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Beliau tidak hanya ulama, tapi juga guru bangsa,” ungkap Anas.

Bagi Anas, Hasyim Muzadi tidak hanya sosok ulama yang berpengaruh dikalangan Nahdlatul Ulama saja, tapi ketua PBNU tahun 1999 – 2010 tersebut, merupakan tokoh yang berkontribusi bagi bangsa Indonesia dan juga umat Islam dunia.

“Inspirasi yang beliau berikan tidak semata untuk NU, tapi juga untuk Indonesia dan umat Islam dunia,” kenang mantan Ketua Umum IPNU tersebut.

Kiprah Hasyim Muzadi yang senantiasa mengkampanyekan konsep beragama yang rahmatan lil alamin dan berbangsa yang menjunjung tinggi nasionalisme, menurut Anas, merupakan perjuangan yang harus dilanjutkan.

“Di tengah kondisi bangsa Indonesia saat, dakwah Kiai Hasyim yang menekankan tentang Islam yang rahmatan lil alamin sekaligus nasionalisme patut untuk diperjuangkan bersama,” terangnya.

Empat tahun silam (28/3/2014), Hasyim Muzadi bersama dengan para ulama Internasional yang tergabung dalam International Conference Islamic Scholar (ICIS) pernah berkunjung ke Banyuwangi. Ia yang menjabat sebagai sekretaris jendral ICIS tersebut datang bersama dengan Syeikh Ali Jumah (Mesir), Syeikh Ahmad Badrudin Hassoun (Suriah), Dr M Yisif (Maroko), Syeikh Abdul Karim Dibaghi (Aljazair), Syeikh Mahdi Bin Ahmad Assumaidi (Irak).

Selain itu, Prof Dr Wahba Suhaili (Damaskus) yang juga pengarang lebih dari 200 kitab, termasuk Tafsir Munir yang sangat terkenal di kalangan pesantren, intelektual Mesir Dr Moh Imaroh dan kolumnis Harian Al Ahrom Mesir Fahmi Huawaidi.

Dalam kunjungan tersebut, beliau bersama para ulama itu untuk bertemu dan berdialog dengan ulama serta tokoh masyarakat Banyuwangi dalam mengkampanyekan deradikalisme. “Semoga amal baik beliau diterima di sisi Allah dan semua dosa-dosanya diampuni,” pungkas Anas. (Humas)


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id