Bupati Azwar Anas Tinjau Stok Beras Banyuwangi di Gudang Bulog

17-02-2017 Bupati Azwar Anas Tinjau Stok Beras Banyuwangi di Gudang Bulog

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau ketersedian beras di Gudang Bulog Divre Banyuwangi. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat stok beras daerah dalam beberapa bulan kedepan.

Anas mendatangi dua gudang Bulog yang berada di Desa Wonosobo Kecamatan Srono dan Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi. Anas datang dengan didampingi oleh Kepala Bulog Banyuwangi N. Gunadharma dan Kepala Bank Indonesia Wilayah Jember  Achmad Bunyamin yang juga merupakan bagian dari tim pengendali inflasi daerah (TPID) Banyuwangi. Selain melihat stok beras yang tersedia Anas juga mengecek kondisi beras yang ada di dalam gudang.

“Stok pangan kita cukup. Beras yang ada di Bulog saat ini jumlahnya 30 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan beras sampai 17 bulan kedepan,” kata Anas saat berada di Gudang Bulog, Jumat (17/2).

Anas mengatakan ketersediaan bahan pangan yang cukup akan menjaga stabilitas harga pangan. Ini juga berpengaruh pada terjaganya inflasi daerah. Meskipun saat ini jumlah stok pangan mencukupi, perlu dilakukan langkah antisipatif menjaga stabilitas harga pangan.

“Saat ini pemerintah daerah bersama Bulog tengah menyiapkan instrumen untuk menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu caranya dengan mendirikan rumah pangan kita (RPK) melalui badan usaha milik desa (BUMDES),” ujar Anas.

Saat ini sudah ada 18 desa yang memiliki BUMDES di Banyuwangi, 14 diantaranya sudah meneken kesepakatan kerjasama penyediaan bahan pokok dengan Bulog. Bumdes inilah yang nantinya akan mendirikan RPK di dusun-dusun wilayah masing-masing.

“Keuntungannya banyak, pertama Bumdes mendapatkan sumber penghasilan,  juga memutus mata rantai jalur distribusi bahan pokok karena  langsung dari Bulog hingga masyarakat konsumen bisa dapat harga murah dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat juga terjaga. Dengan begitu kedepannya akan tercipta stabilisasi harga,” beber Anas.

Selain menjaga stabilitas harga, Anas juga berharap Bulog bisa menyerap beras petani dengan maksimal. Agar banyak petani yang mau menjual berasnya ke Bulog dan tidak lagi terjerat tengkulak.

Kepala Bulog Banyuwangi N. Gunadharma mengatakan pada tahun 2017 ini Bulog menargetkan bisa menyerap gabah petani Banyuwangi sebanyak 60 ribu ton setara beras (STB). Bulog membeli gabah kering panen (GKP) dari petani seharga Rp. 4000 per kilogram, lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp. 3700 per KG.

“Terget 60 ribu ton ini merupakan 10 persen dari surplus produksi beras Banyuwangi. Tapi kami optimis bisa melampaui target ini karena pada tahun 2015 lalu dari target penyerapan 55 ribu ton bisa terserap 60 ribu ton,” ujar Gunadharma.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan,  luas tanam padi masyarakat sampai dengan pertengahan Februari sebesar 54.515 hektar. Dari luas itu 16.351 hektar telah panen dengan produksi gabah sebanyak 111.549 ton.

“Dari jumlah itu jumlah beras yang telah diserap oleh Bulog sampai dengan 16 Februari sebanyak 868,55 ton. Jumlah ini masih kecil karena baru sedikit wilayah yang panen, kami memperkirakan serapan Bulog akan tinggi saat panen raya padi bulan Maret-April dan Juli Agustus mendatang,” kata Arief.

Arif juga berharap agar jumlah serapan beras Bulog dari petani bisa terus ditingkatkan. Karena surplus beras Banyuwangi cukup tinggi. Pada tahun 2016 lalu jumlah produksi beras Banyuwangi sebanyak 790.623 ton gabah atau setara 499.673 ton beras. Sedangkan jumlah konsumsi masyarakat 143.710 ton. “Surplusnya mencapai 300 ribu ton lebih, sebagiannya dibawa keluar Banyuwangi,” pungkas Arif. (humas)


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id