Istri Nelayan Pulau Santen Dilatih Bikin Kuliner Ikan Bakar ala Restoran

21-03-2017 Istri Nelayan Pulau Santen Dilatih Bikin Kuliner Ikan Bakar ala Restoran

BANYUWANGI - Pasca penetapan Pantai Pulau Santen Banyuwangi sebagai destinasi wisata berkonsep wisata syariah, peluang usaha mulai bermunculan, khususnya untuk masyarakat sekitar.

Agar warga Pulau Santen yang mayoritas nelayan bisa meningkatkan taraf ekonominya, Pemkab Banyuwangi melatih para istri nelayan tersebut agar bisa membuka usaha kuliner. Salah satu peluang usaha yang cukup diminati di kawasan pantai adalah kuliner ikan bakar. Karena itu mereka dilatih cara mengolah kuliner ikan bakar, Senin (20/3).

Tak hanya dilatih sekedar membakar saja, tapi juga bagaimana mengolah ikan bakar yang berkualitas. Mereka dilatih cara membersihkan, membakar, membumbui, dan menyajikan ikan bakar ala restoran.

“Tujuan pelatihan ini supaya para istri nelayan ini bisa membuka usaha kuliner ikan bakar. Jadi saat suaminya melaut, istrinya bisa memanfaatkan waktu untuk membuka usaha kuliner,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Hary Cahyo Purnomo, ketika ditemui di lokasi.

Sejak dibukanya Pantai Pulau Santen sebagai wisata syariah, pantai yang terletak di kota Banyuwangi itu ramai dikunjungi pengunjung. Tingkat kunjungan di Pulau Santen mencapai 500-700 orang. Terutama pada akhir pekan, pengunjung yang datang membludak.

Apalagi pantai ini terus dibenahi dan dikembangkan. Sehingga kuliner menjadi peluang usaha yang menjanjikan di kawasan ini.

"Kami ingin warga di sini juga terlibat dan ikut merasakan berkahnya. Dengan cara ini perekonomian warga sekitar juga ikut meningkat," kata Hary.

Tidak sekadar dibekali pelatihan namun akan ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Di Pulau Santen nantinya akan dibangun sentra kuliner. Kegiatan ini untuk mempersiapkan warga agar bisa turut bersaing.

Satu ons ikan dibandrol dengan harga Rp 12.500. Sedangkan berat satu ekor ikan bisa mencapai 4 sampai 5 ons tergantung ukurannya. Jadi satu ekor ikan bisa dijual seharga Rp 50.000 hingga Rp 60.000.

Supiyati Rahayu, salah satu mentor yang melatih ibu-ibu nelayan mengatakan mengolah ikan bakar butuh keahlian tersendiri. Dalam pelatihan ini, istri nelayan diajarkan mengolah semua jenis ikan. Supiyati mengatakan, biasanya ikan bakar yang banyak dijual adalah jenis ikan putihan, seperti kerapu, gurami, dan patin.

"Kalau ikan jenis putihan itu sudah biasa jadi ikan bakar. Padahal yang enak untuk ikan bakar itu ikan karang. Dagingnya tebal, enak, dan durinya sedikit," kata perempuan yang punya usaha kuliner ikan bakar di Grand Watudodol tersebut.

Namun, lanjut Supiyati,  mengolah ikan karang itu susah, karena rasa dan baunya yang amis. Tapi ada teknik tersendiri agar ikan karang tidak amis. Caranya dengan dikucuri jeruk nipis terlebih dahulu.

"Ikan karang itu kalau dibikin ikan bakar rasanya lebih enak daripada ikan jenis lainnya," kata Supiyati.

Ikan karang termasuk ikan yang nilai jualnya tinggi. Satu kilogram ikan karang mentah bisa mencapai Rp 40.000. Karena itu, butuh keahlian agar bisa dijual dalam bentuk ikan bakar namun harganya tetap terjangkau.
Ini agar remaja-remaja yang hadir di Pulau Santen bisa membelinya.

Mendapatkan ilmu baru dalam memasak ikan bakar, Indriyani, salah satu peserta mengaku sangat gembira. “Saya biasa mengolah ikan untuk digoreng atau dibakar untuk dimakan sehari-hari. Tapi rasanya ya nggak kayak gini. Ini enak dan bumbunya terasa,”kata Indriyani.

Indriyani mengaku ke depan ingin mendirikan warung kuliner ikan bakar di Pulau Santen. “Lumayan buat nambah penghasilan sehari-hari,”tandasnya. (Humas)

 

 

 


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id