Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar Studi Terap ke Banyuwangi

10-05-2017 Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar Studi Terap ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Pesatnya keberhasilan Banyuwangi di berbagai bidang menarik perhatian daerah-daerah lain untuk datang dan melakukan studi terap  ke Kabupaten Banyuwangi. Termasuk rombongan Pemerintah Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat yang sengaja datang, Selasa (9/5), karena tertarik dengan progress pembangunan Banyuwangi.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Sanggau, Paolus Hadi datang bersama bersama Wakil Bupati, Yohanes Ontot dan membawa serta total 150 personil. Yakni  terdiri dari kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat, para kepala desa, Tim Penggerak PKK, serta Dharma Wanita Kabupaten Sanggau. Rombongan diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Wakil Bupati Sanggau yang didhapuk menjadi juru bicara rombongan, Yohanes Ontot menilai berbagai sektor di  Banyuwangi berjalan dengan sangat baik. Hal ini yang menjadi alasan bagi Kabupaten Sanggau memilih Banyuwangi sebagai rujukan belajar. “Kami tertegun dengan Banyuwangi. Semuanya maju pesat. Makanya kami penasaran kepingin tahu resepnya dengan melakukan studi terap disini,” kata Yohanes.

Yohanes menambahkan, dirinya dan rombongan ingin belajar beberapa hal dari Banyuwangi. “Banyak hal ingin kami petik dari Banyuwangi. Terutama tentang e-government, e-budgeting dan pengelolaan pariwisata. Banyuwangi kami nilai sudah leading atas 3 hal tersebut, begitu pula dengan berbagai hal lainnya,” ujar Yohanes yang juga mengapresiasi Banyuwangi sebagai kabupaten yang tak pelit berbagi ilmu.

“Kami juga menilai pariwisata Banyuwangi  penuh inovasi. Kami sebenarnya juga banyak memiliki berbagai seni budaya yang menarik. Hanya saja belum terkelola dengan baik. Dengan datang kesini, kami belajar banyak hal. Mulai dari keindahannya, kebersihannya, keramahannya hingga  seni budayanya yang di-organize dengan baik,” puji Yohanes.

Menanggapi hal itu,  Bupati Anas mengatakan semua capaian yang didapat Banyuwangi ini tidak serta merta bisa diraih.  “Kami bisa mencapai ini semua dengan proses dan kerja keras bersama, dan sejatinya kami masih terus berbenah dan banyak belajar,”kata Anas.

Sekarang, lanjut Anas, bukan waktunya memunculkan ego. Jalan satu-satunya adalah melakukan kerjasama atau sinergi dengan berbagai pihak. “Kerjasama antara kita pun akan berdampak baik bagi kemajuan di wilayah kita masing-masing,” tandas Anas.

Anas kemudian menceritakan, inovasi yang dimiliki Banyuwangi, salah satunya didasari dengan kondisi geografis Banyuwangi yang sangat luas. “Tantangan  yang dihadapi Banyuwangi itu salah satunya adalah tantangan geografis. Banyuwangi ini luas sekali. Kalau orang yang tinggal di desa harus pergi ke kota untuk mengurus surat-surat, wah bisa makan waktu lama dan capek di jalan. Karena itu layanan kami permudah dan persingkat,” cerita Anas. Dengan pelayanan yang dilakukan di kantor desa atau kecamatan saja, semua kelengkapan bisa diselesaikan.

Anas juga berbagi tips bagaimana Banyuwangi bisa berkembang. “Pertama, Banyuwangi menentukan skala prioritas. Karena skala prioritas akan menuntun apa yang kita kerjakan. Kedua, terkait konektivitas. Kami melipat jarak yang jauh antara Banyuwangi dengan kota-kota atau negara-negara lainnya dengan pengoperasian bandara. Ketiga, menggelar festival sebagai alat konsolidasi. Hal ini membuat warga Banyuwangi menjadi lebih percaya diri dan tidak malu mengaku sebagai warga Banyuwangi,” ujar Anas sambil tersenyum.

Anas pun secara terbuka mempersilahkan para tamu tersebut untuk menimba ilmu di Banyuwangi. “Silahkan ambil hal-hal yang positif yang bapak ibu temui di Banyuwangi, dan jangan adopsi hal-hal buruk yang mungkin kami punya,” ujarnya.

Selain berkunjung ke pendopo kabupaten, rombongan juga mengunjungi kantor Pemkab Banyuwangi dan  berdiskusi terkait berbagai hal yang ingin dipelajari. (*)

 
  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id