Kemandirian Pangan Rumah Tangga Banyuwangi Bikin Tertarik Pekalongan

05-05-2017 Kemandirian Pangan Rumah Tangga Banyuwangi Bikin Tertarik Pekalongan

 

BANYUWANGI -‎ Gerakan mewujudkan kemandirian pangan hingga tingkat rumah tangga yang dibuat Kabupaten Banyuwangi membuat Pemkab Pekalongan tertarik untuk belajar. Program Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari (Gema Pamili) yang digagas Pemkab Banyuwangi dinilai sejalan dengan keinginan Pekalongan yang ingin mewujudkan hal yang sama di daerahnya. 

Hal itu disampaikan  Kepala Dinas Perikanan Pemkab Pekalongan, Siswanto saat berkunjung ke Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Rabu ( 3/5). Siswanto datang bersama 35 anggota rombongan yang terdiri atas perwakilan SKPD, camat, dan para nelayan dari Lingkungan Api-Api, kecamatan Wonokerto, Pekalongan. 

"Tujuan kami datang kemari untuk belajar terkait mina lestari. Kami dengar Banyuwangi  sudah menyusun dan mengimplementasikan program mina lestari. Ini sejalan dengan kebijakan Pekalongan yang tengah menyusun dokumen master plan mina wisata," kata Siswanto. 

Siswanto berharap dengan menimba ilmu di Banyuwangi, ilmu yang didapat bisa diimplementasikan di Pekalongan. 

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Henry Suhartono saat menemui rombongan di kantor Dinas Perikanan mengatakan, gerakan pemanfaatan lahan untuk budidaya ikan air tawar ini bertujuan untuk menjamin konsumsi pangan yang cukup. 

Program Gema Pamili ini, terang Henry, memadukan teknik budidaya padi dan peternakan ikan yang dilakuan bersamaan dalam satu sawah

"Gerakan ini tujuannya untuk konsumsi pangan yang cukup, aman, bergizi seimbang di tingkat rumah tangga, dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki warga," kata Henry. 

Henry menjelaskan gerakan Gema Pamili ini melingkupi sistem diversifikasi seperti mina jeruk (pemeliharaan ikan bersama jeruk), mina naga (pemeliharaan ikan bersama buah naga), mina padi (pemeliharaan ikan bersama padi), serta pemanfaatan lahan agar produktivitas meningkat. 

"Ada enam kecamatan di Banyuwangi yang  melakukan gerakan Gema Pamili ini. Enam kecamatan tersebut adalah Glenmore, Sempu, Songgon, Licin, Glagah, dan Blimbingsari," kata Henry. Enam kecamatan tersebut dikenal sebagai sentra jeruk, naga, dan padi. 

Tidak hanya padi, menurut Henry, lahan pertanian jeruk dan buah naga juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mina lestari ini. Namun, kebun buah bisa juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan tawar. Misalnya kolam ikan yang dibuat di dekat kebun jeruk, selain fungsinya sebagai kolam juga bisa menjadi tempat penampungan air yang bisa dialirkan bila musim kering.

Program Gema Pamili yang digagas Pemkab Banyuwangi ini merupakan sektor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat. Salah satu upaya untuk meningkatkan fondasi pangan, adalah melakukan produktivitas sektor pertanian.

Di Banyuwangi, imbuh Henry, saat ini telah tercetak 101 hektar kawasan mina pangan. "Targetnya, tiap tahun kita bisa cetak 5 hektar kawasan mina pangan per tahun," pungkasnya.(Humas)

 
  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id