Pemkab Banyuwangi Sosialisasikan Pentingnya Pergudangan pada Sejumlah Pelaku Usaha

27-04-2017 Pemkab Banyuwangi Sosialisasikan Pentingnya Pergudangan pada Sejumlah Pelaku Usaha

BANYUWANGI - Gudang adalah suatu fasilitas  dari perusahaan yang fungsinya sebagai lokasi penyaluran barang dari pemasok (supplier) sampai ke pengguna (end user). Ini merupakan suatu kebijakan dari perusahaan untuk menyimpan barang atau melakukan sistem persediaan (inventory) agar permintaan dapat diantisipasi dengan cermat. Sebab dalam praktik operasionalnya, permintaan dari konsumen cenderung tidak pasti, kadang banyak atau sedikit.

Pentingnya keberadaan gudang, membuat Pemkab Banyuwangi mengundang sejumlah pelaku usaha untuk dibekali tentang pergudangan, Kamis (27/4) di resto Mahkota Plengkung Banyuwangi.  Ke-50 pelaku usaha yang diundang, berasal dari Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Glagah, dan Muncar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Ketut Kencana Nirha Kencana mengatakan para pengelola gudang perlu mendapatkan sosialisasi terkait definisi gudang, dasar hukum pergudangan, tanda syarat gudang, dan sebagainya.

“Dengan mendapatkan pembekalan yang benar, mereka jadi tahu bagaimana mengelola gudangnya dengan baik. Sebab tanpa pengelolaan yang benar, dampaknya bisa fatal, bahkan berakibat sanksi hukum,” ujar Ken, sapaan akrabnya.

Ini, imbuh Ken, merupakan implementasi Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. “Pengaturan gudang ini perlu dilakukan. Sebab gudang ini bertujuan untuk menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting. Juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan perlindungan konsumen, serta meningkatkan barang dan jasa yang diperdagangkan,” terang Ken.

Sosialisasi penting dilakukan, ujar Ken, sebab selama ini permasalahan yang sering ditemui di lapangan adalah tidak adanya data valid yang dimiliki pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait gudang yang ada.

Selain itu juga tidak adanya data stok dari tiap-tiap komoditi yang tersimpan dalam gudang-gudang yang dimiliki masyarakat. Begitu pula dengan pelaporan, pembinaan dan pengawasan pendaftaran gudang serta koordinasi antar instansi yang masih kurang baik.

“Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Banyuwangi mengambil  langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut  dengan mewajibkan pemilik gudang mendaftarkan gudangnya. Pengelola gudang juga kami wajibkan untuk menyelenggarakan pencatatan administrasi gudang,” jelas Ken.

Sementara tugasnya selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, imbuh Ken, adalah bertugas melaporkan rekapitulasi penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG) setiap 3 bulan kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN). Serta melakukan pembinaan dan pengawasan kegiatan pendaftaran gudang.

“Wah, saya baru tahu kalau ternyata sedetail itu persyaratan sebuah gudang. Selama ini saya tahunya hanya sebagai tempat penyimpanan, tanpa mengetahui kriteria-kriteria khusus yang diminta. Kalau tidak disosialisasikan seperti ini, ya sampai besok-besok pun saya tidak akan paham,” ujar salah seorang peserta.

Kegiatan yang berlangsung sehari ini juga menghadirkan beberapa nara sumber yang ahli di bidangnya. Antara lain Kasubdit Pengelolaan  Sarana Distribusi pada Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan, Muhammad Anwar Ahmad. Juga Ahmad Baikuni dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Konsumen Disperindag Provinsi Jawa Timur. Serta unsur akademisi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Saiful Bahri. (Humas)

 

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id