Pemkab Sukoharjo dan DPRD Kota Sabang Lakukan Studi Tiru di Banyuwangi

09-03-2017

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menerima kunjungan tamu  untuk melakukan studi, mulai dari sektor pariwisata hingga manajemen pemerintahan, Kamis (9/3).

Kali ini, ada 40 rombongan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan jajaran DPRD Sabang, Aceh. Rombongan diterima Administrasi Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto  di Aula Minakjinggo Pemkab Banyuwangi.

“Kami ditugaskan bupati kami untuk melakukan studi tiru terhadap sistem pelayanan publik yang sudah berbasis online di Banyuwangi. Seluruh aplikasi e-gov Banyuwangi  ingin kami pelajari dan diterapkan di tempat kami. Mulai dari e-village budgeting, SPM Online, e-tax monitoring, perizinan online dan yang lainnya,” beber Asisten Perekonomian dan  Pembangunan Pemkab Sukoharjo, Widodo.

Ketertarikan itu, ujar Widodo, berawal saat Bupati Banyuwangi memberikan paparan terkait e-gov  di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan  itu  dihadiri oleh para kepala daerah se-Indonesia. “Bupati kami berkeinginan kami bisa mencontoh penerapan e-gov di Banyuwangi yang satu sama lain saling terkoneksi. Di tempat kami sudah online, hanya saja baru sebagian alias belum seluruhnya terintegrasi ,” terang Widodo.

Ke depan Widodo mengaku, pihaknya akan segera melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Banyuwangi. “Kami akan menyusun draft MoU-nya untuk bisa mengadopsi aplikasi yang ada. Insyaallah 22 Maret mendatang, MoU antara Pemkab Sukoharjo dan Pemkab Banyuwangi akan dilakukan,” kata Widodo yang bersama para stafnya memanfaatkan keberadaannya di Banyuwangi untuk berkunjung ke berbagai dinas.

Jika Pemkab Sukoharjo ingin belajar soal e-gov, berbeda dengan DPRD Kota Sabang yang fokus pada pengembangan sektor pariwisata. "Kami merasa ada satu kesamaan tujuan di sektor pariwisata. Kami ingin mempelajari dan melihat, mana yang bisa kami pakai dan tiru untuk mengembangkan sektor pariwisata di Sabang," ujar Afrizal Wakil Ketua DPRD Sabang.

Saat menerima kedatangan kedua rombongan tersebut, Asisten Administrasi  Pemerintahan, Choiril Ustadi memaparkan  bagaimana Banyuwangi melakukan branding pariwisata. Mulai dari pembuatan tagline, hingga menyusun semangat kerja bersama untuk mengenalkan Banyuwangi ke dunia luar.

"Bagi kami, pariwisata menjadi payung semua kegiatan. Branding daerah diperkuat dengan tagline yang menunjukkan kekuatan dan ciri khas Banyuwangi, yakni the Sunrise of Java. Sunrise of Java dimaknai sebagai wilayah yang pertama kali melihat  matahari terbit  di Pulau Jawa. Itu sebagai spirit untuk meningkatkan kinerja," jelas pria yang akrab disapa Ustadi ini.

Sementara, lanjut Ustadi, kinerja pemerintahan dan pelayanan prima pada masyarakat terus ditingkatkan, salah satunya lewat pelayanan publik berbasis online. “Tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat  kepada pemerintah ini sangat penting. Karena itu kami memilih memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan transparan. Salah satunya lewat penerapan aplikasi e-gov, dimana semuanya berbasis online,” tuturnya sembari mempersilahkan para tamu menimba ilmu dari Banyuwangi seluas-luasnya.

Untuk diketahui, berkat berbagai terobosan yang dibuat, Banyuwangi menuai berbagai penghargaan. Hal itulah yang kemudian membuat banyak kabupaten/kota di Indonesia tertarik untuk menjadikan Banyuwangi sebagai benchmark. Tercatat pada tahun lalu saja, sepanjang Januari hingga awal November 2016, sudah ada 345 lembaga maupun instansi dari luar kota yang datang untuk studi banding ke Banyuwangi. Sementara total rombongannya berjumlah 24.150 orang, dengan rata-rata tiap rombongan mencapai 70 orang. (Humas)

 


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id