Pemprov Jabar Bawa kabupaten/Kotanya Belajar SAKIP di Banyuwangi

06-05-2017 Pemprov Jabar Bawa kabupaten/Kotanya Belajar SAKIP di Banyuwangi

BANYUWANGI - Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP) Kabupaten Banyuwangi yang meraih predikat memuaskan, diapresiasi banyak pihak. Begitu pula dengan Provinsi Jawa Barat yang membawa para kepala bagian organisasi se Jawa Barat ke Banyuwangi, khusus belajar tentang SAKIP, Kamis (4/5).

Menurut Kepala Bagian Kinerja Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Provinsi Jawa Barat, Ati Cahyowati,  pihaknya sudah merencanakan kunjungan ini sejak lama, namun baru sekarang bisa kesampaian. 

"Tujuan kami  berkunjung ke Banyuwangi, selain sebagai bagian dari proses pembelajaran, kami kemari juga ingin berbagi pengalaman. Banyuwangi ini progressnya cepat. Tidak salah kalau Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara -Reformasi Birokrasi  ( KemenPAN-RB) merekomendasikan Banyuwangi sebagai tempat belajar, terutama terkait SAKIP, " puji Ati.

Ati datang bersama beberapa SKPD kabupaten/kota se-Jabar.  Di antaranya  Kabupaten Bogor, Cirebon, Kuningan, Cimahi, Tasikmalaya,  Pangandaran, dan Cianjur. 

"KemenPAN-RB merekomendasikan kami untuk belajar ke Banyuwangi. Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, kami ingin perbaiki seluruhnya. Kami ingin tahu bagaimana sulitnya membuat dan menggerakkan sebuah tim, " tutur Ati. 

Ati menambahkan, pihaknya menargetkan  15 kabupaten  meningkat dari sebelumnya.  "Kami ingin perubahan-perubahan yang ada di Banyuwangi bisa ditiru oleh kabupaten/kota di tempat kami," ujar Ati.

Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto yang menerima rombongan tersebut mempersilahkan Pemerintah Provinsi Jabar untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Banyuwangi. “Dulu kami juga banyak melakukan bench marking ke berbagai daerah bahkan negara untuk melakukan perbaikan, dan yang sekarang kita nikmati adalah buah dari itu semua,” kata Ustadi.

Selain itu, tambah Ustadi, keberhasilan Banyuwangi merupakan sinergi antara pemimpin dengan yang dipimpin. “Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merespon dengan cepat keinginan kepala daerah. Ego sektoral juga kita hilangkan, sehingga semua bisa bekerja  saling support,” ujar Ustadi.

Terkait predikat memuaskan atas SAKIP yang diraih Banyuwangi, kata Ustadi, kuncinya adalah komitmen pimpinan daerah yang sangat tinggi dan konsisten terhadap dokumen perencanaan sampai pertanggungjawaban pembangunan. Hal itu ditopang oleh kebersamaan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Kita  selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja SKPD. Kemudian juga selalu berkonsultasi kepada Pemprov dan Kementerian PAN-RB, “beber Ustadi. Ustadi menerangkan, ada beberapa langkah kerja yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan implementasi SAKIP. Antara lain, komitmen pimpinan daerah dan pimpinan SKPD. Penguatan peran Bappeda dalam perencanaan, Inspektorat dalam evaluasi SAKIP dan Bagian Organisasi dalam pelaporan  Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP).

Rombongan Pemprov Jabar yang terdiri ini sebelumnya juga mengunjungi  Lounge Pelayanan Publik yang ada di areal Kantor Pemkab Banyuwangi. Di lounge yang merupakan ruang tunggu bagi para tamu pemkab ini, mereka sempat merasakan jajanan dan minuman tradisional khas Banyuwangi yang disajikan secara self service. Selain itu mereka juga berkesempatan untuk mengakses berbagai informasi melalui berbagai layar monitor yang tersedia. (Humas)

 
 
 
 
  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id