Protokol Se-Jatim Kagumi Pesona Banyuwangi

17-03-2017 Protokol Se-Jatim Kagumi Pesona Banyuwangi

BANYUWANGI - Pendapa Kabupaten Banyuwangi mendadak menjadi tempat favorit untuk berfoto bagi para peserta Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Keprotokolan Bersama Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, Kamis malam (16/3). Mereka yang berjumlah 110 orang  tersebut memang tengah memenuhi  undangan makan malam dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito.

Setiap melewati satu spot menarik, mereka yang terlihat akrab satu sama lain meski berasal dari daerah yang berbeda, langsung berfoto di tempat itu. Sejumlah titik disasar. Seperti areal bagian depan pendapa, guests house, dan halaman belakang, termasuk rumah Usingnya. Mereka pun tak melewatkan kesempatan untuk berfoto beramai-ramai bersama bupati.

Salah satu peserta rakor, Berlianty Agni mengaku senang bisa datang ke pendapa kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini. “Keren ya pendapanya. Hijau, asri, nyaman. Halaman belakangnya cocok nih buat pesta kebun. Saya betah berlama-lama disini,” kata protokoler dari Humas & Protokol Provinsi Jatim itu sambil berulangkali menjepretkan kameranya ke berbagai sudut di pendapa. Sesekali dia juga ber-selfie ria bersama sesama peserta lainnya.

Para peserta rakor keprotokolan ini dijamu secara khusus oleh Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Ragam kuliner khas Banyuwangi dihidangkan agar mereka lebih mengenal Banyuwangi, mulai dari nasi tempong, pecel pithik  hingga ikan bakar.

Kehadiran protokol dari berbagai daerah tersebut mendapat apresiasi dari bupati. Selain menceritakan progress perkembangan Banyuwangi dan program-program pemkab di hadapan peserta, Anas juga berbagi trik bagaimana mengembangkan suatu daerah. “Sekarang bukan jamannya pencitraan. Kalau kita mencitrakan daerah kita baik, tapi setelah browsing di google ternyata tidak sesuai, justru akan berdampak tidak baik,” tutur Anas.

Maka supaya nama harum Banyuwangi dikenal di dunia luar, kata Anas, pihaknya mengambil langkah memfasilitasi anak-anak muda. “Saya pasang 1500 titik wifi supaya  mereka  bergerak bersama komunitasnya membangun citra positif daerahnya. Sebab anak-anak muda ini rajin  posting apa pun  di media sosial,” ujar Anas.

Dan upaya itu cukup jitu, tandas Anas. Anak-anak muda membuat karya-karya kreatif yang menyuarakan kemajuan daerahnya . Seperti membuat video kreatif tentang desa tempat tinggalnya. “Maka kemudian video kreatif tersebut kami lombakan. Dan hasilnya diluar dugaan. Lewat video yang diunggah ke youtube, mereka mendapat like bahkan dari 20 ribu orang dari berbagai dunia. Sejak itu Banyuwangi menjadi happening,” beber Anas sambil kemudian menayangkan video kreatif karya anak-anak muda Desa Banjar dan Desa Tamansari, Kecamatan Glagah. Kedua desa itu berada di kaki Gunung Ijen.

Berkat video-video tersebut, kekayaan alam dan seni budaya Banyuwangi mulai dikenal. “Keberadaan Humas & Protokol bukan satu-satunya media promosi bagi daerah.Karena itu kalau kita bicara promosi daerah jangan lupa libatkan masyarakat dan generasi muda,” ujar Anas.

Selain itu, kata Anas, Banyuwangi juga berupaya membangun destinasi wisata yang ramah terhadap muslim. “Kalau kita buka halal tourism, tentu kita kalah dengan negara lain. Contohnya Jepang yang menargetkan tahun 2020 nanti menjadi destinasi wisata halal tourism terbesar di dunia. Jika di-klik Banyuwangi - Halal Tourism, tracknya urutan 60 dunia,” terang Anas.

Lalu, ujar Anas,  dirinya punya ide untuk membuat segmentasi wisata Banyuwangi.  “Setelah Banyuwangi bikin pantai syariah, jika kita klik di-google, langsung muncul destinasi syariah nomer satu adalah Banyuwangi. Jadi ternyata kita memang  harus jeli membuat segmentasinya kalau mau dilirik orang,” kata Anas.

Sementara itu Kepala Biro Humas, Protokol & Kerjasama Provinsi Jatim, Benny Sampirwanto mengaku sangat terkesan dengan penerimaan Banyuwangi sebagai tuan tumah pelaksanaan rakor Humas & Protokol se-Provinsi Jatim ini. “Saya yakin semua peserta rakor yang datang kesini  akan jadi duta wisata Banyuwangi. Strategi  marketing getok tular yang dijalankan bupati ini sudah sangat berhasil dijalankan. Mereka akan menyuarakan ke dunia luar tentang keindahan Banyuwangi,” ujar Benny.

Benny mengatakan, setidaknya ada dua manfaat yang bisa didapat para peserta. Pertama, para peserta bisa membuat jejaring antar protokol. Sebab, imbuh Benny, jejaring itu tidak melulu by phone, tapi juga lewat pertemuan. Kedua, rakor ini juga memberikan manfaat tentang pengetahuan keprotokolan yang baru. Sehingga semua protokol terus update dengan informasi-informasi terbaru.

Usai menghadiri makan malam bersama bupati, peserta langsung meluncur ke destinasi andalan Banyuwangi, Kawah Ijen untuk menikmati keindahan blue fire sekaligus sunrise di puncak Ijen.

Untuk diketahui, rakor keprotokolan ini diikuti 110 orang. Mereka tak hanya protokoler  asal  pemerintah kabupaten/kota di Jatim saja, tetapi juga  instansi vertikal dan perbankan. Mereka berada di Banyuwangi selama 3 hari, mulai Rabu – Kamis (15 – 17/3). Selama dua hari mereka menggelar rakor keprotokolan di Hotel Ketapang Indah dan dilanjutkan dengan outbound di Perkebunan Kali Bendo, dan hari terakhir khusus untuk berjalan-jalan ke Kawah Ijen.(Humas)

 


 

 

 

 

 


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id