Puskesmas Sempu Berdayakan Loper Koran Kampanyekan ASI

07-03-2017 Puskesmas Sempu Berdayakan Loper Koran Kampanyekan ASI

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperbaiki layanan pada masyarakat. Berbagai inovasi dibuat semata-mata agar pelayanan bagi masyarakat bisa berjalan optimal. Ini sejalan dengan himbauan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas agar seluruh SKPD tak henti berinovasi.

Begitu pula dengan program yang dibuat Puskesmas Sempu, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Sukses dengan program Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (Sakina) dan Pemburu Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Risti), kini Puskesmas Sempu gencar menyuarakan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) lewat program ‘Ayo Kembali Ke ASI’.

Ini merupakan kelanjutan dari program yang dicanangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Dani Azwar Anas pada 2015 lalu. Di level kabupaten, program ini dinamai Air Susu Ibu Sehat, Hemat, Hebat (ASI Sahabat).

Menurut Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusyairi, program ‘Ayo Kembali Ke ASI’ yang sudah dijalankan selama setahun ini terbukti mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi selama kurun waktu 2013 - 2014. Yakni sedikitnya kaum ibu yang mau menyusui bayinya.

“Kami bertekad membentuk  generasi sehat dan berkualitas dengan ASI. Maka mulailah kami menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan suami beserta keluarganya,” ujar Hadi, Selasa (7/3).

Langkah inovatif ditempuh oleh Puskesmas Sempu. Caranya, dengan merangkul loper koran sebagai promotor ASI. Puskesmas Sempu memilih para loper yang familiar dan komunikatif. “Setiap harinya, sambil berjualan dan mengantar koran, bila menemui ibu hamil dan menyusui, atau bahkan juga suaminya, loper koran ini akan menyampaikan pentingnya ASI. Merekalah yang bertugas menganjurkan agar ibu hamil dan menyusui ini selalu datang ke Posyandu,” ujar Hadi.

Uniknya, sepeda motor yang digunakan para loper ini, selain dipenuhi koran, juga dilengkapi dengan bendera bertuliskan “Ayo Kembali Ke ASI”. Di gerobak yang dibawa di bagian belakang motor (tobos), juga terdapat banyak tulisan bersifat ajakan tentang ASI. Itu yang membedakan mereka dari loper koran lainnya.

Dalam kesehariannya, kata Hadi, loper koran yang biasa dipanggil ‘Pak Koran’ ini mengenakan rompi khusus bertuliskan ‘Pahlawan ASI’. Mereka juga dibekali leaflet dan buku saku tentang ASI untuk dibagikan kepada warga.

Yang tak kalah menarik, Puskesmas Sempu juga melibatkan penjual jamu keliling. Terdapat 11 mbok jamu yang bergabung dengan Puskesmas Sempu. Mereka dibekali pengetahuan tentang ASI dan keterampilan membuat biskuit ASI. Biskuit ASI adalah biskuit yang dibuat dari daun kelor dan katu. Kelor dan katu sejak dulu diyakini menambah lancar produksi ASI. Tak hanya  menjual jamu, mereka juga menjual biskuit ASI ini untuk ibu-ibu menyusui. Mbok jamu ini juga dilatih untuk menguasai massage (pijat) punggung dan payudara untuk melancarkan ASI.

Selain itu, Puskesmas Sempu juga memberdayakan para motivator ASI yang terdiri dari para perempuan. Mereka adalah penduduk setempat yang dilibatkan bersama konselor dari puskesmas. Tugasnya, selain melakukan penyuluhan pada masyarakat, mereka juga sering hadir saat diadakannya selamatan tujuh bulanan ibu hamil. Acara ini strategis karena merupakan ajang berkumpulnya para suami.

Untuk diketahui, pada kurun waktu 2013 – 2014 cakupan ASI di Puskesmas Sempu tergolong rendah. Target   80 % hanya tercapai  59,5 % dari total 437 bayi. Akibatnya angka kesakitan anak umur 0-24 bulan masih tinggi (32 %) terutama diare, sembelit, muntah, influenza dan typus. Bahkan 94 bayi (21,5 %) mengalami berat badan kurang, hingga menyebabkan dua bayi digolongkan dalam gizi buruk dan meninggal pada usia 3 bulan.

Berkat keterlibatan 3 pihak tersebut, kini cakupan ASI menuai hasil yang menggembirakan. Hingga akhir Desember 2016, cakupan ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Sempu meningkat signifikan. Bahkan melebihi target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Dari 85 % yang ditargetkan, telah tercapai 88 %. “Kami akan terus mengawal program ini sehingga masyarakat secara keseluruhan paham pentingnya ASI,” pungkas Hadi. (Humas)

 

 

 


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id