Sempat Bermasalah, Pelayanan Kependudukan di Dispenduk Banyuwangi Kembali Normal

10-05-2017 Sempat Bermasalah, Pelayanan Kependudukan di Dispenduk Banyuwangi Kembali Normal

BANYUWANGI – Pelayanan Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi yang sempat mengalami gangguan pada pekan kemarin, pada hari ini Rabu, (10/8) telah kembali berjalan normal. Rupanya, gangguan itu terjadi secara nasional karena jaringan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di pemerintah pusat sedang mengalami masalah hingga berdampak pada daerah.

Kepala Dinas Dukcapil Djaffri Yusuf mengatakan pelayanan yang dilakukan oleh dispendukcapil sempat tidak berjalan normal selama tiga hari terakhir, yakni Kamis, Jumat dan Senin (8/5) kemarin. Penyebabnya, kata dia, ada gangguan pada server SIAK secara nasional sehingga petugas tidak bisa melakukan aktivitas input data, perekaman data, maupun pencetakan kartu khususnya yang berkaitan dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK).

“Karena SIAK ini langsung terkoneksi dengan Jakarta, maka saat di sana terganggu akan berpengaruh ke daerah juga. Sehingga warga yang akan mengurus pembuatan akte, pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga kemarin tidak bisa dilaksanakan. Alhamdulillah hari ini pelayanan sudah berjalan normal kembali, masyarakat silakan mengurus kembali” kata Djaffri di kantornya, Rabu (10/5)

Pada kesempatan itu Jafri juga menjelaskan bahwa Banyuwangi pada akhir April lalu mendapatkan dropping blanko KTP dari pusat sebanyak 10 ribu, setelah droping terakhir pada Agustus 2016 lalu. Rencananya, imbuh dia, minggu depan Banyuwangi akan didrop lagi blanko KTP sebanyak 30 ribu blanko.  “Dengan adanya dropping KTP elektronik ini, kami akan mulai lagi proses pencetakan KTP,” cetus DJaffri.

Meskipun Banyuwangi telah mendapatkan dropping blanko KTP elektronik, kata Jafri, jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan KTP bagi masyarakat. Sebab, jumlah penduduk yang melakukan permohonan pembuatan KTP elektronik dan telah melakukan perekaman data sejak September-April lalu sebanyak 50 ribu orang.

“Jumlah 50 ribu itu hanya jumlah penduduk yang baru pertama mengajukan permohonan KTP elektronik. Belum termasuk mereka yang melakukan perubahan data di KTP elektronik. Sesuai petunjuk dari Pusat, pemohon pemula ini yang menjadi prioritas diterbitkan dulu KTP-nya,” ujar DJaffri.

Bagaimana dengan mereka yang belum diterbitkan KTP elektroniknya? Misalnya penduduk yang telah memiliki KTP el namun ingin melakukan perubahan data tercantum. Djaffry menjelaskan mereka bisa menggunakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh dispenduk.

“Surat keterangan bisa digunakan sebagaimana fungsi KTP elektronik. Surat ini berlaku selama enam bulan dan selanjutnya bisa diperpanjang bila KTP elektroniknya belum jadi,” tuturnya. (*)

 

 

 

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id