Terinspirasi Progres Pariwisata Banyuwangi, Badan Keahlian DPR RI Kunker ke Banyuwangi

01-03-2017 Terinspirasi Progres Pariwisata Banyuwangi, Badan Keahlian DPR RI Kunker ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Terinspirasi progres pariwisata Banyuwangi yang mampu mendongrak pertumbuhan ekonominya, Tim Pusat Kajian Anggaran (TPKA) Badan Keahlian DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Rabu (1/3). Dalam kunjungan kerjanya ini mereka mencari data langsung terkait jumlah kunjungan wisata yang ke Banyuwangi.

Ketua TPKA Badan Keahlian DPR RI, Dr Asep Ahmad Saefollah, selaku pimpinan rombongan, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini, Banyuwangi  mengalami kemajuan yang sangat pesat dibawah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas,  terutama di bidang pariwisata.

Kemajuan Banyuwangi di bidang pariwisata ini, membuat Banyuwangi menjadi alternatif tujuan wisatawan baru di Indpnesia. Apalagi banyak media yang mengabarkan prestasi Banyuwangi  yang excellent, utamanya di bidang pariwisata.

“Kemajuan dan prestasi inilah yang menjadi motivasi  kami untuk datang ke Banyuwangi. Kami juga ingin tahu bagaimana progres pariwisata di Banyuwangi yang katanya tidak memerlukan anggaran besar namun bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujarnya.  

Tim yang membawa rombongan lima orang ini,  juga ingin tahu bagaimana sinergi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam penyelenggaraan festival-festival tanpa melibatkan Event Organizer (EO). Termasuk sinergi SKPD dalam menuntaskan pelayanan publik yang tidak menggunakan bentuk surat menyurat, melainkan via aplikasi dalam smartphone.  

 “Kami ingin tahu. Kalau sudah menemukan data-data tentang semua ini, kami ingin bawa ke pusat sebagai bahan kajian di Tim Pusat Kajian Bahan Keahlian DPR RI,” ujarnya.

 Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda, yang menerima rombongan menyatakan cukup senang dengan kehadiran anggota parlemen pusat ini. Bagi Banyuwangi, sektor pariwisata menjadi salah satu pengungkit sektor lainnya yang saling bersinergi dalam menumbuhkan perekonomian.

Dalam mengembangkan pariwisatanya, kata Bram, Banyuwangi konsisten melakukan promosi daerah melalui event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival. Tahun 2017 ini ada 72 even digelar sepanjang tahun sebagai cara mengungkit kunjungan wisatawan.

Sedangkan untuk pengembangan obyek pariwisata, Banyuwangi tak meniru dearah lain. Cukup memaksimlakan potensi pariwisata yang ada. Seperti gunung, pantai, perkebunan, hutan dan persawahan menjadi destinasi yang siap dikunjungi wisatawan.

“Beberapa destinasi wisata harus bagus aksesnya, kecuali yang memang dikonsep adventure. Untuk akses ini, kami melengkapi infrastruktur pendukungnya. Seperti bandara dan  pembangunan jalan menuju akses wisata,” ujarnya. 

Geliat bisnis dan pariwisata di Banyuwangi bisa dilihat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Banyuwangi pada tahun 2016 ada 77 ribu, melampui yang ditargetkan 50.000 orang. Adapun wisatawan domestik di tahun 2016 mencapai 3,2 juta juga melampaui yang ditargetkan dengan angka 2 juta. Jumlah wisatawan ini diverifikasi dari data hotel dan pengelola destinasi wisata.

Ditambahkan Bram, dalam menyelenggarakan festival-festival atau memberikan pelayanan publik, di Banyuwangi selalu dilakukan secara keroyokan antar SKPD. Semua ego sektoral masing-masing SKPD ditanggalkan. Bahkan, untuk menerima pengaduan tentang permasalahan kemiskinan kita memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan facebook. “Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat,” pungkasnya. (Humas)

   

 

 

 


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id