Wabup Blora Ingin Tiru Progres Banyuwangi Dalam Turunkan Angka Kemiskinan

10-03-2017 Wabup Blora  Ingin Tiru Progres Banyuwangi Dalam Turunkan Angka Kemiskinan

BANYUWANGI- Terinspirasi perkembangan Banyuwangi yang sangat pesat dalam 5 tahun terakhir, Wakil Bupati Blora, Provinsi Jawa Tengah, Arief Rohman melakukan kunjungan kerja ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini untuk studi tiru.

Arief yang datang bersama jajaran Pemkab Blora mengatakan ingin belajar lebih jauh bagaimana menata birokrasi sehingga muncul beragam inovasi yang bisa memajukan daerah. Dimata Blora, semua inovasi yang dibuat Banyuwangi menginspirasi untuk direplikasi dan ditiru.

“Kami sangat tertarik dengan semua program Banyuwangi yang fenomenal. Hampir semua inovasinya menginspirasi untuk ditiru. Salah satunya upaya menurunkan angka kemiskinan,” kata Arief, saat di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jum’at (10/3).

 Selain itu, Arief yang diterima Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Agus Siswanto, Asisten Pemerintahan Choril Ustadi serta sejumlah pimpinan SKPD ini juga ingin belajar lebih detail membuat even yang menarik sehingga mampu mendatangkan wisawatan untuk bisa datang ke Banyuwangi. Termasuk juga cara mempublikasikan semua kegiatan dan kebijakan pemerintah melalui media massa.

“Kami melihat Banyuwangi sangat elegan dalam mengemas setiap even-evennya. Hampir semua even yang dibuat Banyuwangi mampu menghipnotis masyarakat untuk datang dan menyaksikannya. Ini bagi kami hal luar biasa dan ingin kami tiru,” ungkapnya.

Belum lagi, kata Arief sejumlah prestasi yang berhasil diraih Banyuwangi baik dari nasional maupun internasional sangat menginspirasi untuk dijadikan pijakan dalam membangun daerah Blora.

Untuk penurunan kemiskinan, Asisten Pembangunan dan Kesra, Agus Siswanto menjelaskan bahwa keberhasilan Banyuwangi dalam menurunkan angka kemiskinan berkat strategi keroyokan banyak sektor yang ditempuh Banyuwangi.  

Awalnya kata Agus, angka kemiskinan disini juga masih sangat tinggi. Di tahun 2010 jumlahnya mencapai 20,4 persen. Bahkan di tahun 2014 banyak ditemukan orang miskin baru. Maka mulailah kami membuat sistemnya. Sistem yang dibuat Pemkab Banyuwangi terintegrasi antar SKPD, khususnya dengan Bappeda.

Hingga saat ini, kata Agus, jumlah angka kemiskinan di Banyuwangi terus turun.  “Data BPS, pada  tahun 2015 menunjukkan angka kemiskinan Banyuwangi mencapai angka 9,17 persen.  Angka ini menurun tajam dari 20,09 di tahun 2010. Meski penurunannya cukup drastis, namun Banyuwangi tetap berupaya keras untuk menekan angka tersebut seminimal mungkin,”ujarnya.

Ada empat sektor yang akan menjadi fokus garapan Pemkab Banyuwangi dalam mengentaskan kemiskinan. Mulai dari tingkat pendidikan, kesehatan, produktivitas pertanian dan Industri Kecil Menengah (IKM). “Masing-masing kecamatan kita potret berdasarkan empat sektor tersebut, yang langsung kita sandingkan dengan tingkat kemiskinannya.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga menggandeng beberapa perusahaan-perusahaan dan perbankan agar mau mengeluarkan program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk mengentaskan rakyat miskin.

"Kami kumpulkan perusahaan dan perbankan. Pertemuan dengan perusahaan itu kami kemas dalam bentuk coffee morning atau gathering. Disitu kami ceritakan keinginan kami untuk membantu warga miskin dengan membedah rumah mereka. Mereka dipersilahkan mau menyumbang berapa. Dan ternyata mereka welcome dengan program yang kami buat,"tutur Agus.

Sebab, tandasnya, jika hanya mengandalkan dana dari APBD, masalah kemiskinan tidak akan pernah selesai. Lewat kerjasama dengan pihak lain, akan memperluas sasaran pengentasan kemiskinan yang belum tercover APBD. Praktis jumlah angka kemiskinan di Banyuwangi lebih cepat  berkurang,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait resep bagaimana top leader Banyuwangi mampu menggerakkan aparat birokratnya untuk membangun daerah. “Banyuwangi terjun langsung menangani puluhan event Banyuwangi Festival, tanpa melibatkan  Event Organizer (EO). Untuk menggerakkan mensukseskan sebuah even kita juga pakai strategi keroyokan juga. Tidak ada ego sektoral dalam manajemennya semua untuk Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya. (Humas)  

 

 

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id