• Seblang
  • Tari Gandrung
  • Kesenian Kebo Keboan

RENDAHNYA KOMPETENSI SDM SEBABKAN PENGANGGURAN BERTAMBAH

Rendahnya daya saing yang diwarnai dengan rendahnya tingkat penguasaan dan pengakuan kompetensi kerja akan berdampak pada menurunnya permintaan barang dan jasa serta menurunnya daya beli dan meningkatnya jumlah pengangguran.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, untuk meningkatkan daya saing, yang utama adalah meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM),
baik dari segi pendidikannya maupun keterampilannya.

Kualitas SDM harus harus mampu melaksanakan pembangunan nasional secara inovatif, kreatif, dan produktif serta profesional dalam jumlah yang memadai, kata Muhaimin saat memberikan sambutan pada pembukaan Career Days UI 2010 di Jakarta, Kamis (18/3).

Ia mengatakan, Sistem Pendidikan Nasional dan Sistem Pelatihan Kerja Nasional harus sudah saling terkait dan terpadu dalam suatu program pendidikan dan pelatihan kerja yang mengacu kepada kebutuhan lapangan kerja dan persyaratan kerja.

Pendidikan formal juga harus mampu membangun dan mengembangkan pengetahuan, bakat kepribadian, sikap mental, penalaran dan kecerdasan. Kemudian pelatihan kerja sebagai proses pengembangan keahlian, keterampilan dan profesionalisme harus langsung dikaitkan dengan pekerjaan, katanya.

Muhaimin mengatakan, pendidikan dan pelatihan kerja juga harus sejalan dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan teknologi, hal ini mengingat dalam era globalisasi transformasi teknologi komunikasi berjalan sangat cepat dan dituntut memiliki keunggulan kompetitif.

Indonesia, katanya, adalah negara dengan kelebihan tenaga kerja yang sangat besar, namun di sisi lain sesungguhnya memiliki potensi sumber daya alam, terutama potensi laut yang cukup besar, yang harus dikelola dan dimanfaatkan secara produktif. Sayangnya,menurut Muhaimin, minat masyarakat untuk menjadi wirausaha sangat minim.

Usaha mandiri merupakan sasaran yang dapat menyerap angkatan kerja dalam jumlah banyak. Untuk itu dituntut perlunya jiwa kewirausahaan, mengingat kesempatan kerja dalam hubungan kerja akan semakin selektif dan terbatas, katanya menjelaskan.

Ia mengakui ada beberapa problematika saat lulusan perguruan tinggi harus memasuki dunia kerja, di antaranya kurang memperoleh data dan informasi mengenai lowongan kerja dan persyaratan jabatan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Problem lain adalah terbatasnya jumlah kesempatan kerja yang ada, kompetensi kerja yang dimiliki tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pasar kerja, serta kurangnya motivasi untuk menciptakan lapangan kerja baru, misalnya dengan menjadi wirausaha. Artinya, angkatan kerja yang ada tidak memiliki jiwa kewirausahaan, kata Muhaimin.

Menurutnya, ada dua permasalahan yang perlu menjadi perhatian semua pihak, yakni sinergitas dunia akademik dengan dunia industri (link and match), serta mengarahkan alumni ke dunia kerja.

Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan harus link and match dengan kompetensi kerja, sehingga keluaran (output) pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, artinya dapat diserap di pasar kerja.

Jadi harus dilakukan peningkatan koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Kemudian melakukan pertemuan periodik untuk menganalisis prospek pasar kerja, sedangkan kalangan dunia industri senantiasa terus menginformasikan lowongan pekerjaan melalui bursa kerja secara online, katanya.

Dikemukakan, dalam mengarahkan alumni ke dunia kerja, hendaknya dimulai sejak mulai memasuki dunia perguruan tinggi, untuk kemudian diarahkan untuk membuat rencana hidup ke depan (action plan).

Ia mengharapkan agar para mahasiswa, mulai sekarang dapat mewujudkan prospek pekerjaan untuk mengatasi masalah pengangguran. Targetkan pekerjaan yang tepat di bidang yang tepat untuk jangka panjang ke depan, kata Muhaimin. (Az/ysoel)

sumber : www.depkominfo.go.id

 

 

 

 

 

 
 

Login

Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?

Kurs IDR

8-Sep-2010 / 16:33 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9100.00 8900.00
SGD 6776.45 6603.45
HKD 1171.45 1143.75
CHF 9043.10 8818.10
GBP 14080.00 13718.00
AUD 8347.30 8128.30
JPY 109.23 105.80
DKK 1562.45 1511.55
CAD 8690.50 8456.50
EUR 11560.05 11279.05
sumber: KlikBCA.com