Ruang dilihat sebagai wadah interaksi sosial, ekonomi, budaya antara manusia lainnya dan ekosistem serta sumberdaya buatan. Sudut pandangan yang demikian merupakan arah dan kebijakan dari pembangunan di bidang penataan ruang sehingga terjadi harmonisasi diantaranya guna optimalisasi penataan dan pemanfaata ruang.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada intinya adalah rencana pemanfaatan ruang yang disusun untuk menjaga keserasian pembangunan wilayah dan sektor dalam rangka pelaksanaan program-program pemba-ngunan yang ada di wilayah. Sebagai suatu rencana, RTRW tidak hanya menggambarkan tata letak dan keterkaitan hirarki ruang, baik antara kegiatan maupun antar pusat kegiatan, akan tetapi kualitas komponen-komponen yang menjadi penyusunan ruang.

Pada dasarnya Urusan tata ruang diarahkan pada revitalisasi penataan ruang dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang daerah yang optimal dan berkelanjutan.

Pengendalian Pemanfaatan Ruang


Sumber : UU No. 26 Tahun 2007 pasal 35 :( Pengendalian Pemanfaatan Ruang dilakukan melalui penetapan Peraturan Zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta pengenaan sanksi )

 

 

Tujuan Pengembangan Wilayah di Kabupaten Banyuwangi :

  1. Terwujudnya harmonisasi pengelolaan kawasan lindung dan mitigasi daerah rawan bencana dalam rangka pengembangan wilayah Kabupaten Banyuwangi;
  2. Tersedianya infrastruktur sehingga dapat mengurangi ketimpangan wilayah dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi;
  3. Berkembangnya sentra ekonomi unggulan Kabupaten Banyuwangi yang berbasiskan pada pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan pariwisata.
  4. Berkembangnya pendidikan yang berbasis sumberdaya daerah dalam rangka mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Rencana Sistem Pusat-Pusat Pengembangan Wilayah di Kabupaten Banyuwangi :

- Hierarki tingkat kekotann di Kabupaten Banyuwangi:
  • Pusat Kegiatan Wilayah : Kota Banyuwangi
  • Pusat Kegiatan Lokal : Kota Genteng, Rogojampi, Muncar
  • Pusat Kegiatan Promosi Lokal : Kota Kalipuro, Wongsorejo, Bangorejo.
  • Pusat Pelayanan Kawasan : Kota Kalibaru, Singojuruh, Srono, Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldlimo, Cluring, Glenmore, Kabat, Sempu, Songgon, Glagah, Wongsorejo, Giri, Tegalsari, Licin, Siliragung

- SWP Banyuwangi:

1. Kota Banyuwangi :

Sebagai pusat pertumbuhan bagi kabupaten Banyuwangi Bagian Utara yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pertumbuhan bagi Kabupaten Banyuwangi.

2. Kota Rogojampi :

Sebagai pusat pertumbuhan bagi kabupaten Bagian Tengah Timur yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pengembangan bandar udara Blimbingsari dan Fishery Town bagi Kabupaten Banyuwangi.

3. Kota Genteng :

Sebagai pusat pertumbuhan bagi Kabupaten Banyuwangi Bagian Tengah Barat yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pertumbuhan terbesar ke - 2 di Kabupaten Banyuwangi.

4. Kota Bangorejo :

Sebagai pusat pertumbuhan bagi Kabupaten Banyuwangi Bagian Selatan yang sekaligus berfungsi sebagai Agropolitan.

 Download

Urusan Pekerjaan Umum yang meliputi bidang kebinamargaan yang meliputi antara lain infrastruktur jalan dan jembatan serta bangunan ikutannya ;   bidang pengairan yang meliputi infrastruktur antara lain bendungan, waduk dan saluran pembawa serta tangkis sungai dan pantai merupakan salah satu pemicu dalam pembangunan suatu wilayah dan sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyediaan infrastruktur yang memadai akan memberikan percepatan pergerakan arus barang dan jasa di wilayah sehingga aktivitas ekonomi juga akan semakin tinggi. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi baik barang dan jasa maupun penumpang.

Infrastruktur lainnya seperti kelistrikan dan irigasi merupakan salah satu aspek terpenting  untuk meningkatkan produktivitas sektor produksi. Ketersediaan infrastruktur sebagaimana dimaksud diatas akan menunjang pengembangan wilayah seperti kawasan timur Kabupaten Banyuwangi yang secara bertahap disediakan prasarana jalan yang memadai sehingga mampu membedah potensi ekonomi, yang nantinya diharapkan sebagai jalur alternatif distribusi barang, jasa dan penumpang menuju kawasan produksi dan distribusi / pelabuhan.

Berdasarkan hasil catatan Balai Pemeliharaan Jalan DPU Bina Marga Propinsi Jawa Timur dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2006-2007 tidak ada peningkatan panjang jalan yang beraspal, yaitu sebesar 100,53 km jalan negara dan 114,35 km jalan propinsi.

Namun demikian terdapat peningkatan kondisi jalan negara dari panjang jalan dalam kondisi baik sebesar 45,98 km menjadi 46,98 km. Untuk jalan kabupaten, pada tahun 2006, kondisi jalan dari seluruh ruas jalan mengalami peningkatan dari 1.096,8 km dalam kondisi baik, sedangkan kondisi jalan kabupaten yang rusak ringan menurun dari 314 km pada tahun 2006 menjadi 137 km pada tahun 2008.

Kebijakan umum pembangunan urusan pekerjaan umum diarahkan pada peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, sumber daya air dan irigasi yang meliputi antara lain : pembangunan sarana dan prasarana wilayah yang mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan sarana dan prasarana penunjang sektor unggulan pertanian dan pariwisata, peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan dan pembangunan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi yang mendorong peningkatan produksi pertanian.


Keputusan Menteri Pekerjaan Umum    Nomor 631/KPTS/M/2009
Tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Nasional di Kabupaten Banyuwangi

Nomor Ruas
Nama Ruas
Panjang Ruas
Lama
Baru
131.2
074
Bts Kab Jember-Genteng Kulon 
31.345
132 
075
Genteng kulon-Jajag-Benculuk 
15.960
133 
076
Benculuk-Rogojampi
17.130
134
077
Rogojampi-Bts Kota Banyuwangi
7.492
134.14.K 
077.11.K
Jl.S.Parman
1.510
134.13.K 
077.12.K
Jl. Adi Sucipto
1.400
134.12.K 
077.13.K
Jl. A. Yani
1.200
134.11.K 
077.14.K
Jl. PB Sudirman
1.520
025.13.K 
078.11.K
Jl. Basuki Rahmad
1.491
025.12.K 
078.12.K
Jl. Yos Sudarso
2.824
025.11.K 
078.13.K
Jl. Gatot Subroto
3.395

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 630/KPTS/M/2009
Tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer
Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri dan Jalan Kolektor 1 di Kabupaten Banyuwangi

Nomor Ruas
Baru
Nama Ruas
Panjang Ruas
Ket
024.1
025
Bts Kab Situbondo- Bajulmati
57.010
Arteri
131.2
074
Bts.Kab.Jember-Genteng kulon
31.345
Kolektor 1
132
075
Genteng Kulon-Jajag- Benculuk
15.960
Kolektor 1
133
076
Benculuk-Rogojampi
17.130
Kolektor 1
134
077
Rogojampi-Bts.Kota Banyuwangi
7.492
Kolektor 1
134.14.K
077.11.K
Jl. S. Parman
1.510
Kolektor 1
134.13.K
077.12.K
Jl. Adi Sucipto
1.400
Kolektor 1
134.12.K
077.13.K
Jl. A. Yani
1.200
Kolektor 1
134.11.K
077.14.K
Jl. PB. Sudirman
1.520
Kolektor 1
025.13.K
078.11.K
Jl. Basuki Rahmad
1.491
Arteri
025.12.K
078.12.K
Jl. Yos Sudarso
2.824
Arteri
025.11.K
078.13.K
Jl. Gatot Subroto
3.395
Arteri

Keputusan Gubernur tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan
Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya

Nomor Ruas
Nama Ruas
Panjang Ruas
Ket
Lama
Baru
132 241 Genteng kulon- Wonorekso 14.880 Kolektor 2
133 242 Wonorekso-Rogojampi 4.690 Kolektor 2
135 243 Genteng-Temuguruh 9.870 Kolektor 3
136 244 Temuguruh-Wonorekso 5.720 Kolektor 3
138.1 245 Benculuk-Glagah Agung 9.620 Kolektor 3
138.2 246 Glagah Agung-Grajagan 9.700 Kolektor 3
161 247 Jajag-Bangorejo-Pesanggaran 21.930 Kolektor 3
164 249 Glagah Agung-Tegal Dlimo 13.000 Kolektor 3

Perkembangan Panjang Jalan Negara, Propinsi Menurut Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan Tahun 2008 2009

No
Keadaan
2008
2009
Negara
Prop
Negara
Prop
I Jenis Permukaan        
  - Aspal 100.530 114.350 100.530 114.350
  - Kerikil - - - -
  - Tanah - - - -
  - Lainnya - - - -
  Jumlah 100.530 114.350 100.530 114.350
II Kondisi Jalan        
  - Baik 46.980 48.245 39.395 48.880
  - Sedang 53.550 61.905 59.235 59.220
  - Rsk Rgn - 4.200 2.900 6.250
  - Rsk Brt - - - -
  Jumlah 100.530 114.350 100.530 114.350
III Kelas Jalan        
  - Kelas I - - - -
  - Kelas II 34.400 - 34.400 -
  - Kelas III - - - -
  - Kelas IIIA 66.130 - 66.130 -
  - Kelas IIIB - 17.130 - 17.130
  - Kelas IIIC - 97.220 - 97.220
  - Kelas IV - - - -
  - Kelas V - - - -
  - Lainnya - - - -
  Jumlah 100.530 114.350 100.530 114.350

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Jawa Timur UPT Banyuwangi

Urusan Perhubungan di Kabupaten Banyuwangi dapat dikategorikan relatif maju sejak empat tahun terakhir ini. Meski tergolong kota sedang, Banyuwangi berfasilitas cukup memadai dalam urusan perhubungan, misalkan saja jenis angkutan dalam kotanya, ada taxi beragometer, angkutan kota yang    sering disebut lin, serta jenis angkutan tradisional lainnya.


Jumlah Kendaraan Menurut Jenisnya 2007-2009

Jenis
2007
2008
2009
Bus Umum
353
91
342
Bus Bkn Umum
26
36
41
Mobil Box
181
382
424
Mobil Penumpang Umum
509
581
268
Truck Umum
1.714
2.112
2.18
Truck Bkn Umum
1.575
1.752
2.038
Truck Gandeng
270
243
246
Kontainer
39
39
47
Pick Up
4.964
4.798
4.568
Jenis
2007
2008
2009
Sepeda Motor
271.391
307.592
374.446
Jeep
1.62
1.693
1.756
Sedan
2.335
2.451
2.57
Colt Station
10.955
11.629
12.449
Truck
5.491
5.699
6.025
Colt Pick Up
7.360
7.529
7.863
Bus
170
183
204
Ambulance
49
56
59
Dokar
1.240
1.240
1.240
Becak
1.477
1.477
1.477

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id