1. Data Persebaran Penduduk
  1. DATA PENDUDUK

Kabupaten Banyuwangi dengan luas wilayah 5.782,50 km2 didiami penduduk sebanyak 1.668.438 jiwa, terdiri dari 838.856 jiwa laki-laki dan 829.582 jiwa perempuan, penduduk ini tersebar di 24 Kecamatan yaitu Kecamatan Pesanggaran, Bangurejo, Purwoharjo, Tegaldelimo, Muncar, Cluring, Gambiran, Srono, Genteng, Glenmore, Kalibaru, Singojuruh, Rogojampi, Kabat, Glagah, Banyuwangi, Giri, Wongsorjo, Songgon, Sempu, Kalipuro, Siliragung, Tegalsari, Licin.

Penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Muncar yaitu 133.009 Jiwa(7,97%),sedangkan Kecamatan Licin memiliki jumlah penduduk terkecil 28.238 Jiwa (1,69%).

Tabel 1.          Jumlah Penduduk menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015

 

No

Kecamatan

Laki-Laki

Perempuan

L+P

 

n (jiwa)

%

n (jiwa)

%

n (jiwa)

%

1

2

3

4

5

6

7

8

1

Pesanggaran

25,743

307

25,424

3.06

51,167

3.07

2

Bangorejo

32,047

3.82

31,120

3.75

63,167

3.79

3

Purwoharjo

34,310

4.09

33,777

4.07

68,087

4.08

4

Tegaldlimo

33,723

4.02

33,028

3.98

66,751

4.00

5

Muncar

67,508

8.05

65,501

7.90

133,009

7.97

6

Cluring

38,890

4.64

38,173

4.60

77,063

4.62

7

Gambiran

32,663

3.89

32,310

3.89

64,973

3.89

8

Srono

47,892

5.71

46,679

5.63

94,571

5.67

9

Genteng

45,086

5.37

44,352

5.35

89,438

5.36

10

Glenmore

37,571

4.48

37,631

4.54

75,202

4.51

11

Kalibaru

32,073

3.82

32,179

3.88

64,252

3,85

12

Singojuruh

26,012

3.10

26,036

3.14

52,048

3.12

13

Rogojampi

48,727

5.81

49,136

5.92

97,863

5.87

14

Kabat

36,707

4.38

36,218

4.37

72,925

4.37

15

Glagah

17,326

2.07

17,691

2.13

35,017

2.10

16

Banyuwangi

57,076

6.80

58,132

7.01

115,208

6.91

17

Giri

14,698

1.75

14,793

1.78

29,491

1.77

18

Wongsorejo

38,769

4.62

38,358

4.62

77,127

4.62

19

Songgon

28,465

3.39

28,274

3.41

56,739

3.40

20

Sempu

40,793

4.86

39,961

4.82

80,754

4.84

21

Kalipuro

39,878

4.75

39,465

4.76

79,343

4.76

22

Siliragung

23,866

2.85

23,037

2.78

46,903

2.81

23

Tegalsari

24,828

2.96

24,274

2.93

49,102

2.94

24

Licin

14,205

1.69

14,033

1.69

28,238

1.69

Jumlah

838,856

100.00

829,582

100.00

1,668,438

100.00

 

Sumber :Dinas Kependudukan dan Penctatan Sipil Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015

Jika diperhatikan menurut jenis kelamin Nampak bahwa penduduk laki-laki ( 50,28 % ) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan ( 49,72 % ).

 

KEPADATAN PENDUDUK

Kabupaten Banyuwangi tergolong daerah yang belum padat penduduknya. Tabel 2 memperlihatkan kepadatan penduduk di Kabupaten Banyuwangi. Dengan luas 5.782,50 km2, Kabupaten Banyuwangi didiami oleh 1.668.438 jiwa atau dengan kepadatan sebesar 288,53 jiwa/km2. Dengan kata lain rata-rata setiap km2 di Kabupaten Banyuwangi didiami sebanyak 289 jiwa.

Tabel 2. Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015

 

No

Kecamatan

Jumlah Penduduk

Luas Wilayah

Kepadatan

Penduduk

n (jiwa)

Km2

1

2

3

4

5

1

Pesanggaran

51,167

802.50

64

2

Bangorejo

63,167

137.43

460

3

Purwoharjo

68,087

200.30

340

4

Tegaldlimo

66,751

1,341.12

50

5

Muncar

133,009

146.07

911

6

Cluring

77,063

97.44

791

7

Gambiran

64,973

66.77

973

8

Srono

94,571

100.77

938

9

Genteng

89,438

82.34

1,086

10

Glenmore

75,202

421.98

178

11

Kalibaru

64,252

406.76

158

12

Singojuruh

52,048

59.89

869

13

Rogojampi

97,863

102.33

956

14

Kabat

72,925

107.48

678

15

Glagah

35,017

76.75

456

16

Banyuwangi

115,208

30.13

3,824

17

Giri

29,491

21.31

1,384

18

Wongsorejo

77,127

464.80

166

19

Songgon

56,739

301.84

188

20

Sempu

80,754

174.83

462

21

Kalipuro

79,343

310.03

256

22

Siliragung

46,903

95.15

493

23

Tegalsari

49,102

65.23

753

24

Licin

28,238

169.25

167

Jumlah

1,668,438

5,782.50

288

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015,diolah

 

 

 

Jika dilihat persebaran di setiap kecamatan Nampak bahwa terdapat lima ( 5 ) Kecamatan, Banyuwangi merupakan wilayah terdapat dengan kepadatan sebesar 3,824, jiwa/km2, diikuti oleh

Kecamatan Giri sebesar 1.384 jwa/km2, Kecamatan Genteng sebesar 1.086 jiwa/km2, dan Kecamatan Rogojampi 956 jiwam/km2, sedangkaan wilayah dengan kepadatan terendah di Kecamatan Tegaldlimo yaitu sebesar 50 jiwa/km2, Kecamatan Kalibaru sebesar 158 jiwa/km2,

Kepadatan penduduk per wilayah di Kabupaten Banyuwangi perlu mulai diperhatikan, terutama dalam perencanaan persebaran penduduk, tata ruang dan tata guna tanah. Jika ketiga hal ini tidak diperhatikan dengan baik, maka ke depan, Kabupaten Banyuwangi akan menjadi padat dengan implikasi pada penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

 

  1. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan angka yang menggambarkan penambahan penduduk yang dipengaruhi oleh pertumbuhan alamiah maupun migrasi penduduk. Angka pertumbuhan penduduk dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah dan struktur penduduk bebrapa tahun ke depan. Angka pertambahan penduduk Kabupaten Banyuwangi dapat dilihat pada table 3. Data penduduk tahun 2014 yang digunakan adalah data Bulan Desember 2014 sedangkan data penduduk tahun 2015 menggunakan data Bulan Desember 2015. Pertumbuhan penduduk yang dihitung merupakan pertambahan penduduk dalam kurun waktu satu tahun.

Tabel 3 : Angka Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015

 

No

Kecamatan

Pddk Tahun 2014

Pddk Tahun 2015

Angka

Pertumbuhan

Penduduk

 

n (jiwa)

%

n (jiwa)

%

1

2

3

4

5

6

7

1

Pesanggaran

49,775

3.01

51,167

3.07

2.76%

2

Bangorejo

62,307

3.76

63,167

3.79

1.37%

3

Purwoharjo

66,735

4.03

68,087

4.08

2.01%

4

Tegaldlimo

65,891

3.98

66,751

4.00

1.30%

5

Muncar

132,744

8.01

133,009

7.97

0.20%

6

Cluring

75,536

4.56

77,063

4.62

2.00%

7

Gambiran

63,673

3.84

64,973

3.89

2.02%

8

Srono

94,119

5.68

94,571

5.67

0.48%

9

Genteng

89,793

5.42

89,438

5.36

-0.40%

10

Glenmore

75,733

4.57

75,202

4.51

-0.70%

11

Kalibaru

65,247

3.94

64,252

3.87

-1.54%

12

Singojuruh

51,512

3.11

52,048

3.12

1.04%

13

Rogojampi

98,518

5.95

97,863

5.87

-0.67%

14

Kabat

72,677

4.39

72,925

4.37

0.34%

15

Glagah

34,953

2.11

35,017

2.10

0.18%

16

Banyuwangi

114,584

6.92

115,208

6.91

0.54%

17

Giri

29,505

1.78

29,491

1.77

-0.05%

18

Wongsorejo

74,123

4.48

77,127

4.62

3.97%

19

Songgon

56,747

3.43

56,739

3.40

-0.01%

20

Sempu

79,661

4.81

80,754

4.84

1.36%

21

Kalipuro

78,968

4.77

79,343

4.76

0.47%

22

Siliragung

46,816

2.83

46,903

2.81

0.19%

23

Tegalsari

48,361

2.92

49,102

2.94

1.52%

24

Licin

28,331

1.71

29,238

1.69

-0.33%

Jumlah

1,656,309

100.00

1,668,438

100.00

0.73%

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015,diolah

 

Angka pertumbuhan penduduk kabupaten Banyuwangi termasuk bertambah.Selama kurun waktu desember 2014 sampai dengan desember 2015,pertumbuhan penduduk kabupaten Banyuwangi bertambah 0,73 persen.

Pertumbuhan Penduduk yang relatif stabil ini sangat menguntungkan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, apabila pertumbuhan penduduk tidak terkendali,maka implikasi dari hal tersebut adalah munculnya berbagai masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, wilayah kumuh, berkurangnya lahan pertanian karena menjadi pemukiman,tuntutan menyediakan fasillitas umum,kriminalitas dan lain sebagainya.

Jika dilihat menurut kecamatan, pertumbuhan penduduk yang prosentase tertinggi terdapat di Kecamatan Wongsorejo yaitu 3,97 persen,diikuti Pesanggaran 2,76 persen,Gambiran 2,02 persen,Purwoharjo 2,01 persen,Cluring 2,00 persen. Kecamatan yang mempunyai angka pertumbuhan minus yaitu Kecamatan Kalibaru -1,54 persen, Glenmore -0,70 persen, Rogojampi 0,67 persen,Perubahan ini di duga disebabkan oleh perpindahan penduduk ke tempat yang lain,dan adanya pembersihan data penduduk ganda .Khusus untuk kecamatan dengan pertumbuhan penduduk bertambah itu diduga disebabkan tingkat kelahiran dan faktor migrasi dan juga masih banyaknya penduduk yang baru mengurus data administrasi kependudukan yang sebelumnya belum pernah terekam dalam data base kependudukan.

  1. Penduduk Menurut Karakterisktik Demografi

 

  1. Jumlah dan Proporsi Penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin

Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok umur masing-masing, baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yang berbeda -beda, misalnya kelompok bayi dan balita, mereka lebih membutuhkan asupan gizi yang baik dan perawatan kesehatan.Bagi penduduk perempuan remaja misalnya,mempunyai kebutuhan untuk meningkatkan status kesehatan agar ketika memasuki usia perkawinan tidak terkena anemia sedangkan kelompok penduduk usia lanjut juga membutuhkan pelayanan berkaitan dengan kesehatan dengan kesehatan dan lain-lain.

Tabel 4. Menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Banyuwangi sebagian besar merupakan penduduk usia produktif yaitu pada kelompok umur antara 15-64 tahun (70,17%) dengan komposisi terbesar berada pada penduduk berumur 35-44 tahun. Demikian pula dengan komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin,nampak bahwa penduduk laki-laki yang terbesar berada pada kelompok umur 35-44 tahun,sedangkan penduduk perempuan berada pada kelompok umur 35-44 tahun. Kondisi ini sangat menguntungkan karena sebagian besar (diatas 50%) merupakan penduduk usia kerja (usia produktif), dan sisanya sebanyak 20,95 persen merupakan penduduk usia muda (berusia diabawah 15 tahun) dab 8,87 persen merupakan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas).

 

Tabel 4. Jumlah dan Proporsi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin, Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015.

 

Kelompok

Umur

Laki-Laki

Perempuan

L+P

n (jiwa)

%

n (jiwa)

%

n (jiwa)

%

1

2

3

4

5

6

7

00-04

49,486

5.90

46,346

5.59

95,832

5.74

05-09

63,134

7.53

59,889

7.22

123,023

7.37

10-14

67,250

8.02

63,457

7.65

130,707

7.83

15-19

65,728

7.84

61,823

7.45

127,551

7.64

20-24

63,095

7.52

89,449

7.17

122,544

7.34

25-29

59,395

7.08

56,425

6.80

115,820

6.94

30-34

64,001

7.63

63,817

7.69

127,818

7.66

35-39

65,486

7.81

66,671

8.04

132,157

7.92

40-44

66,969

7.98

70,001

8.44

136,970

8.21

45-49

63,066

7.52

64,566

7.78

127,632

7.65

50-54

56,180

6.70

58,536

7.06

114,716

6.88

55-59

47,802

5.70

47,986

5.78

95,788

5.74

60-64

36,446

4.34

33,384

4.02

69,830

4.19

65-69

27,304

3.25

28,701

3.46

56,005

3.36

70-74

20,868

2.49

20,898

2.52

41,766

2.50

>75

22,646

2.70

27,633

3.33

50,279

3.01

Jumlah

838,856

100.00

829,582

100.00

1,668,438

100.00

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015,diolah

 

Penduduk berusia kurang dari 15 tahun sukup besar pula yaitu seperlima penduduk Kabupaten Banyuwangi (20,95%). Hal ini harus menjadi perhatian karena 5 tahun mendatang kelompok ini akan menjadi tambahan tenaga kerja baru,yang memerlukan skill dan kualitas SDM yang memadai baik keterampilan maupunetos kerja dan kepribadian. Untuk memperoleh hal tersebut, diperlukan asupan gizi yang cukup, baik di rumah maupun di masyarakat. Sehingga ketika mereka memasuki pasar kerja, mampu memperoleh peluang kerja yang tersedia. Disisi yang lain pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus mampu pula menciptakan pasar kerja yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Jika dicermati lebih lanjut, ternyata 5,74% pendudukan Kabupaten Banyuwangi merupakan balita. Kondisi ini menuntut perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penanganan penduduk balita terutama dari segi kesehatan dan investasi bidang pendidikan.

Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Dasar piramida penduduk menunjukan jumlah penduduk, dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menujukkan banyaknya penduduk laki-laki dan perempuan menurut kelompok umur lima tahunan.

Penduduk Kabupaten Banyuwangi menunjukan struktur umur penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan kelompok umur diatasnya. Pada piramida ini terlihat bahwa jumlah penduduk kelompok umur 0-4 tahun yang terletak pada dasar piramida mulai mengecil. Ini berarti angka kelahiran mulai menurun dibanding tahu-tahun, sebelumnya walaupun dari segi absolut tidak kecil. Demikian juga dengan jumlah penduduk 5-9 tahun masih terlihat lebar, berarti lima tahun kedepan dibutuhkan fasilitas pendidikan dasar dan menengah yang cukup untuk menampung penduduk kelompok ini.

Demikian pula jumlah penduduk pada kelompok 30-44 tahun menunjukan jumlah yang paling besar. Diduga penduduk kelompok umur ini adalah kelompok yang lahir pada tahun 1980an yang mulai memauki usia tersebut. Penduduk lansia (65 tahun ke atas), menunjukan proporsi yang masih kecil yaitu 8,87 persen.Namun dimasa depan proporsi penduduk lansia akan terus merambat naik,karena pergeseran umur penduduk serta usia haran hidup yang semakin meningkat .Pertambahan jumlah penduduk lansia ini harus mulai diantisipasi dari sekarang,karena kelompok ini akan terus membesar di masa depan,sehingga di perlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan,kesehatan,pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya.

 

  1. RASIO JENIS KELAMIN                                                                                                                                            

Rasio Jenis Kelamin (RKJ) adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya jumlah penduduk laki-laki dan banyaknya jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu.Biasanya dinyatakan dalam banyaknya jumlah penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan.Data rasio jenis kelamin ini berguna untuk pengembangan perencanaan pembangunan yang berwawasan  gender,terutama yang berkaitan dengan perimbangan pembangunan laki-laki dan perempuan secara adil.Selain itu,informasi rasio jenis kelamin juga penting diketahui oleh para politisi,terutama untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam parlemen.

 

Tabel. 5. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio), Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015

 

Kelompok

Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

RJK

1

2

3

4

5

00-04

49,486

46,346

95,832

106.78

05-09

63,134

59,889

123,023

105.42

10-14

67,250

63,457

130,707

105.98

15-19

65,728

61,823

127,551

106.32

20-24

63,095

59,449

122,544

106.13

25-29

59,395

56,425

115,820

105.26

30-34

64,001

63,817

127,818

100.29

35-39

65,486

66,671

132,157

98.22

40-44

66,969

70,001

136,970

95.67

45-49

63,066

64,566

127,632

97.68

50-54

56,180

58,536

114,716

95.98

55-59

47,802

47,986

95,788

99.62

60-64

36,446

33,384

69,830

109.17

65-69

27,304

28,701

56,005

95.13

70-74

20,868

20,898

41,766

99.86

>75

22,646

27,633

50,278

81.95

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi,  Tahun 2015, diolah.

Jika dilihat menurut wilayah kecamatan, dari table. 6. Terlihat bahwa rasio jenis kelamin (sex ratio) disetiap kecamatan di atas 100, hanya ada tujuh (7) kecamatan yang dibawah 100 hal ini berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki di setiap kecamatan lebih banyak daripada perempuan. Jika diamati masing masing wilayah kecamatan, maka terlihat bahwa kecamatan siliragung, memiliki rasio jenis kelamin tertinggi yaitu 103,60 diikuti kecamatan muncar sebesar 103,06 sedangkan rasio jenis kelamin terendah 98,17 terdapat di kecamatan glagah.

 

Tabel 6. Rasio Jenis Kelamin Berdasarkan Kecamatan, di Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2015

No

Kecamatan

Laki-Laki

Perempuan

RJK

n (jiwa)

%

n (jiwa)

%

1

2

3

4

5

6

7

1

Pesanggaran

25,743

50.31

25,424

49.69

101.25

2

Bangorejo

32,047

50.73

31,120

49.27

102.98

3

Purwoharjo

34,310

50.39

33,777

49.61

101.58

4

Tegaldlimo

33,723

50.52

33,028

49.48

102.10

5

Muncar

67,508

50.75

65,501

49.25

103.06

6

Cluring

38,890

50.47

38,173

49.53

101.88

7

Gambiran

32,663

50.27

32,310

49.73

101.09

8

Srono

47,892

50.64

46,679

49.36

102.60

9

Genteng

45,086

50.41

44,352

49.59

101.65

10

Glenmore

37,571

49.96

37,631

50.04

99.84

11

Kalibaru

32,073

49.92

32,179

50.08

99.67

12

Singojuruh

26,012

49.98

26,036

50.02

99.91

13

Rogojampi

48,727

49.79

49,136

50.21

99.17

14

Kabat

36,707

50.34

36,218

49.66

101.35

15

Glagah

17,326

49.48

17,691

50.52

97.94

16

Banyuwangi

57,076

49.54

58,132

50.46

98.18

17

Giri

14,698

49.84

14,793

50.16

99.36

18

Wongsorejo

38,769

50.27

38,358

49.73

101.07

19

Songgon

28,465

50.17

28,274

49.83

100.68

20

Sempu

40,793

50.52

39,961

49.48

102.08

21

Kalipuro

39,878

50.26

39,465

49.74

101.05

22

Siliragung

23,866

50.88

23,037

49.12

103.60

23

Tegalsari

24,828

50.56

24,274

49.44

102.28

24

Licin

14,205

50.30

14,033

49.70

101.23

Total

838,856

50.28

829,582

49.72

101.12

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi,  Tahun 2015, diolah.

 

  1.  Rasio ketergantungan (Depency Ratio)

Rasio ketergantungan digunakan unuk melihat hubungan antara perubahan struktur umur penduduk dengan ekonomi secara kasar. Rasio ini melihat seberapa besar beban tanggungan yang harus dipukul oleh penduduk produktif terhadap penduduk yang tidak produktif. Penduduk produktif secara ekonomi adalah mereka yang berada pada umur 15-64 tahun, yang di anggap memiliki potensi ekonomi. Semakin rendah Depedency Ratio, maka semakin rendah pula beban kelompok umur produktif untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif.

Tabel 7. Jumlah Penduduk Kabupaten Banyuwangi menurut Umur Muda, Umur Produktif dan Umur Tua, tahun 2015

Kelompok umur

Laki-laki

Perempuan

∑ Pddk

%

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

0-14 tahun (Umur Muda)

179,870

169,692

349,562

20.95

15-64 tahun (Umur Produktif)

588,168

582,685

1,170,826

70.17

>= 65 tahun (Umur Tua)

70,818

77,232

148,050

8.87

Jumlah

838,856

829,582

1,668,438

100

 

Sumber :Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten Banyuwangi, tahun 2015,diolah.

 

Dari Tabel . 7. Nampak bahwa 70,17 persen penduduk kabupaten Banyuwangi merupakan penduduk usia Produktif (Usia Kerja) yang berpotensi sebagai modal pembangunan, sedangkan penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (0-14 tahun) sebesar 20,95 persen dan penduduk yang di anggap kurang produktif atau tidak produktif lagi (65 tahun ke atas) sebesar 8,87 persen. Jika diperhatikan menurut jenis kelamin, jumlah penduduk usia produktif laki-laki lebih besar daripada usia penduduk produktif perempuan, terlihat pada kelompok usia lanjut penduduk perempuan yang lebih banyak, sedangkan pada kelompok usia muda terlihat bahwa penduduk perempuan lebih kecil di bandingkan dengan penduduk laki-laki.

 

Memperhatikan komposisi penduduk menurut kelompok usia muda, usia produktif, dan usia tua yang demikian, diketahui rasio ketergantungan kabupaten Banyuwangi tahun 2015 sebesar 42,50 per 100 penduduk usia kerja, yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia peoduktif (usia kerja) di Kabupaten Banyuwangi mempunyai tanggungan sekitar 42 penduduk usia non produktif, 29,86 % diantaranya berasal dari kelompok usia muda dan 12,64 % lainnya berasal dari kelompok usia lanjut.

Tabel 8. Rasio Ketergantungan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015.

 

 

Jenis kelamin

Rasio Ketergantungan

Umur produktif

Muda

Tua

Total

n

%

n

%

%

Laki-laki

588,168

179,870

30.58

70,818

12.04

42.62

Perempuan

582,658

169,692

29.12

77,232

13.26

42.38

L+P

1,170,826

349,562

29.86

148,050

12.46

42.50

 

Sumber :Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, tahun 2015,diolah

 

Rasio ketergantungan total kabupaten banyuwangi jika dirinci menurut jenis kelamin, nampak bahwa angka beban tanggungan laki-laki lebih besar daripada perempuan, tetapi pada usia lanjut angka beban tanggungan perempuan menjadi lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan yang berusia lanjut terus bertambah dan jumlahnya melebihi laki-laki karena usia perempuan relatif lebih panjang.


Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id