Pendidikan

Misi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD salah satunya “Mewujudkan Aksesibilitas dan Kualitas Pelayanan Pendidikan, Kesehatan dan Kebutuhan lainnya.” tolak ukur keberhasilan pembangunan bidang pendidikan dapat dilihat dari beberapa indikator tersebut antara lain Angka Partisipasi Kasar, Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Putus Sekolah (APS). Capaian indikator pendidikan Kabupaten Banyuwangi tahun 2016 dapat di lihat dalam tabel berikut.

Tabel Capaian Indikator Bidang Pendidikan Tahun 2016

No

Indikator

Target

Capaian

1

APK TK/RA/TK-LB

79,43

95,56

2

APK SD/SD-LB/MI/Paket A

105

103,63

3

APM SD/MI/Paket A

99,94

99,95

4

APK SMP/SMP-LB/MTs/Paket B

101,17

105,68

5

APM SMP/MTs/Paket B

88,8

92,47

6

Angka Melajutkan SD/MI ke SMP/MTs

101,81

106,14

7

APK SMA/MA/SMK/Paket C

84,32

88,87

8

APM SMA/SMA-LB/MA/SMK/Paket C

69,5

75,92

9

Angka Melanjutkan SMP/MTs keSMA/SMK/MA/SMA-LB

98,99

102,42

10

Angka Melek Huruf (usia 15-59 tahun)

99,2

99,33

11

Angka Rata-Rata Lama Sekolah

7,11

6,87

12

Angka Kelulusan SD/MI

100

100

13

Angka Kelulusan SMP/MTs

100

100

14

Angka Kelulusan SMA/SMK/MA

100

100

Sumber : LKPJ Kabupaten Banyuwangi 2016

Kinerja urusan pendidikan di Kabupaten Banyuwangi berdasarkan 14 indikator sebagian besar menunjukan kinerja yang sangat baik yaitu terlihat prosentase pencapaian sebesar 100% bahkan beberapa indikator menunjukkan capaian 100% lebih, hal tersebut menandakan bahwa kesadaran masyarakat Banyuwangi terhadap dunia pedidikan tinggi serta komitmen pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus melakukan berbagai pembenahan di antaranya perbaikan kualitas pengajar, penambahan tenaga guru, perbaikan fasilitas penunjang pengajaran seperti penambahan ruang kelas dan perbaikan ruag kelas baik yang rusak berat maupun rusak sedang serta pembenahan yang lainnya. Angka pencapaian tertinggi adalah untuk APK TK/RA/TK-LB yang mencapai 120% hal tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di usia dini semakin meningkat.

Realisasi Indikator UrusanPendidikan Kabupaten BanyuwangiTahun 2011-2015

 

No

 

Uaraian

TAHUN

2011

2012

2013

2014

2015

1

APK (%)

 

 

 

 

 

 

- SD/MI/Paket A

106,68

102,91

104,93

109,02

103,60

 

- SMP/MTs/ Paket B

97,27

101,44

103,26

100,67

101,14

 

-SMA/SMK/MA/ Paket C

59.25

76,68

76,71

76,75

83,32

2

APM (%)

 

 

 

 

 

 

- SD/MI

98,47

98,10

98,41

99,91

99,93

 

- SMP/MTs

80,45

84,32

88,64

88,67

88,76

 

- SMA/SMK/MA

44,89

57,02

60,81

68,84

68,90

3

Angka Putus Sekolah (%)

 

 

 

 

 

 

- SD/MI

0,04

0,04

0,04

0,03

0.03

 

- SMP/MTs

0,48

0,44

0,42

0,39

0.33

 

- SMA/SMK/MA

1,01

0,94

0,83

0,84

0.39

4

Angka Melek Huruf (%)

87,36

88,08

88,44

97.09

97,1

Sumber : RPJMD Kabupate Banyuwangi 2016

Pada Urusan Pendidikan, terdapatbeberapa indikator meliputi AngkaPartisipasi kasar (APK), Angka PartisipasMurni (APM), Angka Putus Sekolah (APS)dan Angka Melek Huruf (AMH). Dari Tabel diatas, nilai APK bisa lebih dari 100%.Hal ini disebabkan karena jumlahmurid yang bersekolah pada jenjangpendidikan tertentu mencakup anakberusia di luar batas usia sekolah padajenjang pendidikan yang bersangkutan.Sebagai contoh, banyak anak-anak usiadiatas 15 tahun, tetapi masih sekolah ditingkat SMP atau juga banyak anak-anakyang belum berusia 12 tahun tetapi telahmasuk SMP. Adapun capaian kinerjaindikator AngkaPartisipasi Kasar (APK) Tahun 2011-2015pada jenjang pendidikan SD/MI capaianAPK pada tahun 2011-2015 mengalamikondisi yang fluktuatif, dimana pada tahun2011 mencapai 106,68%, menurunmenjadi 102,91% di tahun 2012,meningkat menjadi 104,93% di tahun2013, meningkat kembali menjadi 109,02%di tahun 2014 dan mengalami penurunanmenjadi 103,6% di tahun 2015. Padajenjang pendidikan SMP/MTs capaian APKpada tahun 2011-2015 juga mengalamikondisi yang fluktuatif, dimana pada tahun2011 mencapai 97,27%, meningkatmenjadi 101,44% di tahun 2012, kembalimengalami peningkatan menjadi 103,26%di tahun 2013, kemudian menurunmenjadi 100,67% di tahun 2014 danmengalami peningkatan menjadi 101,14%di tahun 2015. Sedangkan pada jenjangpendidikan SMA/SMK/MA capaian APKpada tahun 2011-2015 mengalamipeningkatan pada setiap tahunnya, dimanapada tahun 2011 mencapai 59,25%,meningkat menjadi 76,68% di tahun 2012,meningkat menjadi 76,71% di tahun 2013,meningkat kembali menjadi 76,75% ditahun 2014 dan kembali mengalamipeningkatan menjadi 83,32% di tahun2015.

Capaian kinerja indikator APM pada tahun 2011-2015 pada jenjang pendidikan SD/MImengalami kondisi yang fluktuatif, dimanapada tahun 2011 mencapai 98,47%,menurun menjadi 98,1% di tahun 2012,meningkat menjadi 98,41% di tahun 2013,meningkat kembali menjadi 99,91% ditahun 2014 dan mengalami peningkatankembali menjadi 99,93% di tahun 2015.Pada jenjang pendidikan SMP/MTs capaianAPM pada tahun 2011-2015 mengalamipeningkatan di setiap tahunnya, dimanapada tahun 2011 mencapai 80,45%,meningkat menjadi 84,32% di tahun 2012,kembali mengalami peningkatan menjadi88,64% di tahun 2013, kemudianmeningkat menjadi 88,67% di tahun 2014dan mengalami peningkatan menjadi88,76% di tahun 2015. Sedangkan padajenjang pendidikan SMA/SMK/MA capaianAPM pada tahun 2011-2015 mengalamipeningkatan pada setiap tahunnya, dimanapada tahun 2011 mencapai 44,89%,meningkat menjadi 57,02% di tahun 2012,meningkat menjadi 60,81% di tahun 2013,meningkat menjadi 68,84% di tahun 2014dan kembali mengalami peningkatanmenjadi 68,9% di tahun 2015.

Realisasi capaian indikator AngkaPutus Sekolah (APS) pada jenjangpendidikan SD/MI dan SMP/MTsmenunjukkan tren positif, yakni selalumengalami penurunan di setiap tahunnya.Pada jenjang pendidikan SD/MI realisasicapaian indikator angka putus sekolah ditahun 2011 hingga tahun 2013 sebesar0,04%, mengalami penurunan di tahun2014 yakni 0,03% dan stagnan pada tahun2015 pada prosentase 0.03%. Pada jenjangpendidikan SMP/MTs realisasi capaianindikator angka putus sekolah di tahun2011 sebesar 0,48%, mengalamipenurunan di tahun 2012 menjadi 0,44%,tahun 2013 menjadi 0,42 % dan ditahun2014 menjadi 0,39% dan 0.33% padatahun 2015.Sedangkan angka putus sekolahpada jenjang pendidikan SMA/SMK/MAmenunjukkan realisasi capaian yangfluktuatif, namun cenderung mengalamipenurunan, pada tahun 2011 prosentaseAPS sebesar 1.,01%, turun menjadi 0.94 ditahun 2012, kemudian turun lagi di tahun2013 menjadi 0.83%, namun APS kembalinaik menjadi 0.84% pada tahun 2014 dankembali turun cukup signifikan menjadi0,39% pada tahun 2015. Pada paparancapaian APS tersebut telahmenggambarkan upaya PemerintahDaerah Kabupaten Banyuwangi dalammenekan jumlah anak yang putus sekolahhingga dibawah 1% sebagai wujud daritanggung jawab terhadap hak masyarakatuntuk mendapatkan pendidikan dasar yanglayak.Sedangkan Realisasi angka melekhuruf tahun 2011-2014 perkembangannyacukup bervariatif, tahun 2011 sebesar87,36%, tahun 2012 meningkat menjadi88,08%, tahun 2013 menurun menjadi88,04%, angka melek huruf kembalimenurun pada tahun 2014 menjadi97,09% dan tahun 2015 kembalimeningkat menjadi 97,1%.

Tabel Realisasi Indikator Bidang Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015

BIDANG URUSAN/ INDIKATOR

2011

2012

2013

2014

2015

Angka rata-rata lama sekolah

6,38

7,25

7,25

7,12

 

Sekolah Dasar (SD/MI)

 

 

 

 

 

Angka partisipasi sekolah

102,65

101,59

102,87

100,37

100,45

Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah

97,16

101,51

101,72

100,97

100,40

Rasio guru/murid

16,96

16,42

15,95

15,85

15,62

Rasio guru/murid per kelas rata-rata

24,08

18,92

19,15

14,88

18,,31

Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs)

 

 

 

 

 

Angka partisipasi sekolah

99,48

95,83

98,82

99,59

99,84

Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah

91,98

96,58

102,73

114,,73

118,68

Rasio guru terhadap murid

16,98

17,02

16,60

16,30

16,14

Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata

4,08

25,68

24,54

2,60

21,61

Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA)

 

 

 

 

 

Angka partisipasi sekolah

50,75

68,59

74,19

76,29

74,84

Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah

59,52

65,60

67,09

80,40

74,68

Rasio guru terhadap murid

14,74

13,74

4,77

13,93

13,37

Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata

37,05

24,86

26,02

24,23

23,59

Penduduk yang berusia >15 Tahun melek huruf (tidak buta aksara)

87,36

88.08

88.44

97.09

97,10

Fasilitas Pendidikan (Dalam%)

 

 

 

 

 

Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik

87,04%

87,25%

88,04%

90,72%

92,20%

Sekolah pendidikan SMP/MTs kondisi bangunan baik

84,88%

94,38%

88,25%

96,94%

97,01%

Sekolah pendidikan SMA/SMK/MA kondisi bangunan baik

96,8%

98,06%

98,18%

99,32%

97,31%

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

 

 

 

 

 

APK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

75,44%

78%

75,65%

76,93%

78,18%

Angka Kelulusan

 

 

 

 

 

Angka Kelulusan (AL) SD/MI

99,80%

99,76%

99,92%

100%

100%

Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs

99,69%

99,85%

99,94%

99,98%

100%

Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA

97,12%

99,31%

99,99%

99,98%

100%

Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs

99,98%

101,69%

100,40%

100,19%

101,76%

Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA

88,39%

89,93%

98,96%

98,88%

99,81%

Rasio Lembaga SD, SMP, SMA Berakreditasi A

15:85%

17:83%

18:83%

20:80%

18:82%

Persentase Paket Keahlian SMK Berakreditasi A

37,32%

48,39%

48,39%

48,39%

49%

Lembaga Pendidikan Non Formal Berakreditasi (%)

3,38%

4,23%

5,08%

5,93%

9,32%

Sumber :RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2016

Penyelenggaraan urusan pendidikandapat dibagi menjadi beberapa aspektujuan diadakannya indikator kinerjaurusan.Diantaranya adalah indikator yangdigunakan untuk melihat tingkatanpartisipasi pendidikan, melihat sejauhmana tingkat buta huruf masyarakat,melihat ketersediaan dan pemerataantenaga pendidik dan melihat ketersediaansarana prasarana penunjang pendidikan.Rata-rata lama sekolah (RLS) adalah rata-ratajumlah tahun yang dihabiskan olehpenduduk berusia 25 tahun ke atas,dengan asumsi usia penduduk 25 tahunsudah menyelesaikan semua pendidikanformal. Capaian Rata-rata lama sekolah(RLS) Kabupaten Banyuwangi tahun 2011pada angka 6,53 tahun, tahun 2012 padaangka 6,68 dan 2013 sebesar 6,84 tahun,dan tahun 2014 selama 6,87 tahun.Angka Partisipasi Sekolah merupakanukuran daya serap lembaga pendidikanterhadap penduduk usia sekolah. Realisasipencapaian indikator mengalamipeningkatan dari tahun 2011 sampaidengan 2014 di berbagai jenjang.

Angkapartisipasi sekolah untuk SD/MI telahmencapai target yang ditentukan darisetiap tahunnya, tahun 2011 capaiansebesar 102,65%, mengalami penurunanpada tahun 2012 sebesar 101,59%,mengalami peningkatan pada tahun 2013menjadi 103,87%, mengalami penurunanpada tahun 2014 menjadi 100,37% danpada tahun 2015 meningkat menjadi100,45%.Indikator angka partisipasi sekolah(SMP/MTs) pada tahun 2011 adalah99,48%, tahun 2012 menurun menjadi95,83%, tahun 2013 meingkat menjadi98,82%, tahun 2014 meningkat menjadi99,59%, dan tahun 2015 meningkatmenjadi 99,84%. Indikator ini telahmencapai target yang telahditentukankarena meningkatnya kesadaranmasyarakat terhadap pentingnyapendidikan untuk jenjang SMP/MTs.Pada tingkatan SMA/SMK dan MA,realisasi indikator angka partisipasi sekolahtahun 2011 sebesar 50,75%, tahun 2012sebesar 68,59%, pada tahun 2013mengalami peningkatan menjadi 74,19%,pada tahun 2014 capaian pada angka76,29% dan tahun 2015 menjadi 74,84%Indikator rasio ketersediaansekolah untuk SD/MI terhadap pendudukusia sekolah pada tahun 2011 sebesar113,17%, tahun 2012 sebesar 101,51%,tahun 2013 sebesar 101,72%, tahun 2014sebesar 100,97% dan tahun 2015 menjadi100,40%.Untuk SMP/MTs rasio ketersediaansekolah terhadap penduduk usia sekolahtahun 2011 sebesar 91,98%, tahun 2012sebesar 96,58%, tahun 2013 sebesar101,73%, tahun 2014 sebesar 114,73% dantahun 2015 menjadi 118,68%.Untuk SMA/SMK/MA rasioketersediaan sekolah terhadap pendudukusia sekolah tahun 2011 sebesar 59,52%,tahun 2012 sebesar 65,60%, tahun 2013sebesar 67,09%, tahun 2014 sebesar80,40% dan tahun 2015 menjadi 74,68%.

Selanjutnya adalah indikator dalamurusan pendidikan meliputi rasioguru/murid pada tingkat SD/MI,SMP/MTsdan SMA/MA, rasio guru/murid perkelasrata-rata pada tingkat SD/MI, SMP/MTsdan SMA/MA. Untuk SD/MI rasio guruterhadap murid tahun 2011 sebesar16,96%, tahun 2012 sebesar 16,23%,tahun 2013 sebesar 15,95%, tahun 2014sebesar 15,83% dan tahun 2015 15,62%.Sedangkan untuk rasio guru terhadapmurid per kelas rata-rata untuk jenjangSD/MI tahun 2011 sebesar 24,08%, tahun2012 sebesar 18,92%, tahun 2013 sebesar19,15%, tahun 2014 sebesar 14,88%.Untuk SMP/MTs rasio guru terhadap muridtahun 2011 sebesar 16,98%, tahun 2012sebesar 17,02%, tahun 2013 sebesar16,60%, dan tahun 2014 sebesar 14,88%dan tahun 2015 sebesar 18,31%.Sedangkan untuk rasio guruterhadap murid per kelas rata-rata untukjenjang SMP/MTs tahun 2011 sebesar24,28%, tahun 2012 sebesar 25,68%,tahun 2013 sebesar 24,54% dan tahun2014 sebesar 22,60% dan tahun 2015sebesar 21,61%.Rasio guru terhadap muridSMA/SMK/MA tahun 2011 sebesar14,74%, tahun 2012 sebesar 13,74%,tahun 2013 sebesar 14,77%, dan tahun2014 sebesar 13,93% dan tahun 2015sebesar 13,37%. Sedangkan untuk rasioguru terhadap murid per kelas rata-ratauntuk jenjang SMA/SMK/MA tahun 2011sebesar 37,05%, tahun 2012 sebesar24,862%, tahun 2013 sebesar 26,02%, dantahun 2014 sebesar 24,23% dan tahun2015 sebesar 23,59%. UNESCO pada tahun2014 menetapkan perbandingan rasio guruterhadap siswa 26:1 untuk negara-negaraAsia, dan 24:1 untuk negara-negara yangberpenghasilan menengah.Realisasi penduduk yang berusia>15 tahun melek huruf (tidak buta aksara)tahun 2011-2014 di KabupatenBanyuwangi perkebangannya cukupbervariatif dari tahun ke tahun, tahun 2011sebesar 87,36%, capaian tahun 2012meningkat menjadi 88,08%, tahun 2013sebesar 88,44%, namun kondisi ini mulaimembaik di tahun 2014 capaian kinerjameningkat signifikan menjadi 97,09% dantahun 2015 sebesar 97,10%. Hal inidikarenakan adanya gerakanpemberantasan Tributa/ Gempita yangmelibatkan seluruh Elemen Masyarakattermasuk Pelibatan guru bersertifikasiuntuk menjadi tutor bagi warga belajar.

Fasilitas pendidikan juga menjadiindikator dalam urusan pendidikan.Fasilitas pendidikan ini dapat dilihat darikondisi bangunan sekolah yang baik.Meningkatnya capaian kondisi bangunanbaik pada setiap jenjang pendidikantentunya tidak terlepas dari upayarehabilitasi bangunan yang dilakukan padasetiap tahunnya.Realisasi indikator pendidikan anakusia dini (PAUD) mengalami capaian yangfluktuatif. Capaian target tersebuttentunya tidak terlepas dari semakintingginya kesadaran orang tua untukmenyekolahkan anaknya terutamapendidikan untuk anak usia dini. Angkakelulusan adalah perbandingan antarajumlah siswa yanglulus dengan siswa padajenjang (kelas/tingkat) terakhir. Kelulusanterkait dengan erat dengan mutu prosespembelajaran. Siswa dapat lulus jika prosespembelajaran bermutu sehingga dayaserap mereka bagus sehingga lulus ujianakhir. Dalam 5 tahun terakhir AngkaKelulusan siswa di Kabupaten Banyuwangitelah menunjukkan tren perkembanganyang positif, dengan adanya kenaikandisetiap tahunnya.Tingginya AngkaKelulusan dipengaruhi oleh beberapafaktor diantaranya pemberian pelayananyang baik, motivasi yang tinggi, sertasemangat tinggi para guru untukmengantarkan anak didiknya dengan baik.Pemerintah memiliki kewajibandalam memastikan masyarakat usiasekolah mengenyam pendidikan disetiapjenjang, transisi antar jenjang sangatrawan meningkatkan angka putus sekolah.Oleh sebab itu indikator melanjutkansangat penting guna memastikanmasyarakat usia sekolah melanjutkanpendidikan hingga pada jenjang tertinggi.Peningkatan kinerja Angka Melanjutkan(AM) di Kabupaten Banyuwangi setiaptahun, tidak terlepas dari adanya programBantuan Oprasional Sekolah (BOS) olehpemerintah.

Capaian kinerja indikator rasiolembaga SD, SMP, SMA berakreditasi A diKabupaten Banyuwangi pada tahun 2011-2015 mengalami kondisiyang fluktuatif.Capaian kinerja indikator rasio lembaga SD,SMP, SMA berakreditasi A di KabupatenBanyuwangi tentunya juga dipengaruhioleh tenaga pendidik dan pengajar yangprofessional, capaian lulusan setiap tahunserta fasilitas yang disediakan di sekolah.Capaian kinerja indikator persentase paketkeahlian SMK berakreditasi A pada tahun2011 mencapai 37,32%. Kemudianmengalami peningkatan di tahun 2012mencapai 48,39%, capaian tersebutstagnan hingga tahun 2014 dan kembalimengalami peningkatan capaian di tahun2015 yakni mencapai 49%.Capaian kinerja indikator lembagapendidikan non formal berakreditasi diKabupaten Banyuwangi dalam kurun waktulimatahun terakhir, yakni tahun 2011sampai tahun 2015 selalu mengalamipeningkatan. Pada tahun 2011 capaianindikator ini sebesar 3,38%, meningkat ditahun 2012 menjadi 4,23%, meningkat ditahun 2013 menjadi 5,08%, meningkat ditahun 2014 menjadi 5,93% dan kembalimengalami peningkatan di tahun 2015menjadi 9,32%.Setelahberakhirnya era MilleniumDevelopment Goals (MDG’s), duniadihadapkan pada era pembangunan baruyaitu Sustainable Development Goals(SDG’s).Pembangunan denganmemperhatikan isu keseimbanganlingkungan, saat ini menjadi titik fokusdalam pembangunan global.Dimana saatkualitas lingkungan hidup menjadi bagianyang tak terpisahkan dalam programprogramperencanaan pembangunan.Secara sederhana kualitas lingkunganhidup diartikan sebagai keadaanlingkungan yang dapat memberikan dayadukung optimal bagi kelangsungan hidupmanusia pada suatu wilayah.

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id