APBD 2022 untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi

Banyuwangi – Rangkaian proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 resmi dimulai. Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) kepada dewan dalam forum rapat paripurna DPRD pada Jumat (8/10/2021).

APBD tahun depan ditujukan sebagai instrumen stimulan pemulihan ekonomi yang simultan dengan berbagai upaya komprehensif, baik promotif, preventif, maupun kuratif penanganan Covid-19. Termasuk pelaksanaan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) sehingga pandemi Covid-19 semakin terkendali.

Bupati Ipuk mengatakan, pemulihan ekonomi tahun 2022 diarahkan untuk mendorong perekonomian kembali ke tingkat sebelum krisis dan terus tumbuh lebih baik. 

“Untuk itu, arah kebijakan fiskal tahun 2022 diharapkan dapat mengakselerasi proses pemulihan sosial ekonomi sekaligus memperkuat fondasi untuk mendukung transformasi ekonomi,” kata Ipuk dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Michael Edy Hariyanto tersebut.

Dikatakan Ipuk, mempertimbangkan dinamika pandemi Covid-19, asumsi indikator ekonomi makro nasional dan Jatim, maka pertumbuhan ekonomi tahun depan diproyeksi pada kisaran 4,27 persen sampai 5,29 persen. Kinerja positif perekonomian tersebut terutama didukung beberapa sektor yang tumbuh signifikan, di antaranya sektor jasa sebesar 11,64 persen diikuti sektor informasi dan komunikasi sebesar 8,94 persen.

Masih menurut Ipuk, pada tahun 2022 seluruh sektor diprediksi mengalami peningkatan. Pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diproyeksi tumbuh positif sebesar 1,68 persen. Padahal sebelumnya, sektor yang satu ini sebesar 1,77 persen. 

“Sektor pertanian menjadi tumpuan. Sebab, kontribusinya sebesar 29,86 persen atau paling besar dibandingkan sektor yang lain,” jelas Ipuk. (*)