Balai Besar POM Jajaki Kerjasama Perlindungan Pangan di Banyuwangi

BANYUWANGI – Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Hardaningsih, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Rabu (9/7). Kedatangannya ini untuk menjajaki kerjasama perlindungan keamanan pangan di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.

Hardaningsih mengatakan Kabupaten Banyuwangi telah bertransformasi menjadi salah satu primadona pariwisata di Indonesia. Bahkan, pesona daerah di ujung Timur Pulau Jawa ini juga telah dikenal hingga ke manca negara. Maka tak heran, kalau Banyuwangi kini banyak dikunjungi para pelancong, baik domestik maupun turis asing.

“Dalam kondisi seperti ini, kami harap masyarakat dan para pelaku usaha di Banyuwangi semakin menyadari pentingnya makanan dan obat-obatan yang aman. Karena, kuliner juga menjadi pendukung pariwisata yang dapat menggerakkan perekonomian daerah. Maka, kami tertarik untuk menjajaki kerjasama terkait perlindungan keamanan pangan di Banyuwangi,” kata Nining, sapaan akrabnya. Nining datang ke Banyuwangi bersama lima orang rombongannya.

Dijelaskan Nining, ada dua skema kerjasama yang akan dilaksanakan dengan cara mensinergikan program-program BBPOM dengan program pemerintah daerah. Yaitu memberikan edukasi kepada para pelaku usaha kuliner dan IKM obat tradisional.

“Teknisnya kita lakukan melalui pelatihan dan dialog. Misalnya, Disperindag mempunyai program pelatihan bagi pelaku usaha jamu, kami siap menyediakan nara sumbernya. Begitu juga saat ada pelatihan pelaku usaha kuliner, sehingga kami bisa bertatap muka langsung untuk mengedukasi mereka,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, pelaku usaha jamu akan diajarkan beberapa hal. Seperti komposisi bahan dan cara membuat jamu yang tepat, memilih kemasan yang aman dan higienis, dan yang terpenting tidak mencampur jamu dengan bahan kimia obat (BKO) yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Tak jauh berbeda, para pelaku usaha kuliner juga akan diajarkan bagaimana memproduksi makanan yang tidak hanya lezat, namun juga higienis, aman, dan menyehatkan. IKM akan diedukasi diantaranya tentang cara memasak yang tepat, kandungan gizi, packaging yang aman, pelabelan yang benar, hingga memperhatikan tanggal kadaluwarsa.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Dia pun berharap kerjasama ini dapat terealisasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Banyuwangi akan pentingnya makanan dan obat-obatan yang aman.

Wabup juga sempat memaparkan inovasi-inovasi pemkab terkait perlindungan pangan bagi warga. Salah satunya, pemkab meluncurkan program inspektur cilik di sekolah-sekolah untuk melindungi anak-anak dari jajanan berbahaya.

“Inspektur ini dibentuk di tiap-tiap kelas. Mereka akan mengawasi temannya untuk tidak jajan makananan yang mengandung zat yang membahayakan tubuh. Bila inspektur ini mengetahui ada temannya jajan yang tidak sehat, dia bisa langsung mengingatkan temannya atau lapor ke guru dan kepala sekolah langsung,” terang Wabup saat menerima rombongan ini di Lounge Pelayanan Publik. (*)