Banyuwangi Optimis Pertumbuhan Ekonomi Daerah 2016 Capai 6,45 Persen

Kamis, 10 September 2015


BANYUWANGI – Di tengah perlambatan ekonomi nasional, Kabupaten Banyuwangi tetap optimis dengan laju positif perekonomian daerah. Pemkab pun menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2016 bisa mencapai 6,45 persen. Angka ini berada diatas target pertumbuhan nasional yang diproyeksi tumbuh 5,5 persen pada tahun depan.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan Pemkab Banyuwangi optimis dengan pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun depan. Hal ini dilatari oleh track record laju ekonomi Banyuwangi yang terus meningkat stabil pada tahun 2011 hingga 2014 yang berada diatas 6,5 persen.

“Sedangkan untuk produk domestik regional bruto (PDRB) berdasarkan harga  berlaku tahun 2016 diprediksi mencapai Rp. 49,6 triliun, meningkat dari tahun 2015 yang diperkirakan sebesar Rp. 44,5 triliun,” kata Bupati Abdullah Azwar saat menyampaikan nota pengantar rancangan kebijakan umum APBD (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2016, di Gedung DPRD, Rabu (9/9).

Bupati melanjutkan, target pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang tinggi tahun 2016 dapat dicapai dengan prasyarat terjaganya kondisivitas wilayah seperti stabilitas sosial, politik, dan keamanan dalam pengembangan usaha. “Selain itu juga tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas serta memadainya infrastruktur transportasi barang, jasa, kapital serta aksesibilitas komunikasi dan informasi,” ujar Anas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Anas, pemerintah daerah merumuskan tujuh kebijakan utama yang terdiri atas peningkatan belanja infrastruktur, meningkatkan efisiensi belanja daerah, memantapkan reformasi birokrasi untuk peningkatan pelayanan publik, pengurangan kesenjangan antar kelompok pendapatan dan antar wilayah melalui pemerataan pembangunan, mendukung efektifitas dan keberlanjutan program nasional sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dan perbaikan pelayanan kesehatan.

“Kami juga mendukung penguatan pelaksanaan desentralisasi desa melalui pemenuhan alokasi dana desa dan penyediaan dukungan bagi pelaksanaan program antisipasi ketidakpastian perekonomian melalui upaya penurunan jumlah kemiskinan dan angka penggangguran melalui pemberdayaan masyarakat. Khusus Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 kami proyeksikan naik jadi Rp 151 miliar, naik 56 persen dibanding 2015,” beber Anas.

Selain melaksanakan tujuh kebijakan utama, secara khusus Pemkab juga mendorong sektor ekonomi dengan terus membangkitka optimisme pelaku usaha melalui berbagai insentif, fasilitasi dan peningkatan peran serta usaha mikro, kecil dan menengah. Mendorong peran perbankan meningkatkan akses permodalan rakyat melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) dengan jangkauan semakin luas dan kemudahan akses.

“Serta memberikan dorongan pada sektor primer seperti pertanian untuk memberikan dampak signifikan bagi penanggulangan kemiskinan dan memperkecil disparitas wilayah,” terangnya lagi.

Untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan, Pemkab juga terus mendorong program afirmasi untuk memastikan seluruh rakyat Banyuwangi baik yang tinggal di perkoaan maupun di pelosok desa  mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Agus Siswanto menambahkan dalam penyampaian KUA-PPAS 2016 tersebut, RAPBD 2016 diproyeksikan sebesar Rp. 2,74 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp. 174,7 miliar dari APBD 2015 (sebelum perubahan-red) yang sebesar Rp. 2,57 triliun. 

"Dalam proyeksi ini, pendapatan daerah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak kita masukkan. Karena pusat belum menentukan besarannya untuk daerah," kata Agus. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :