Borong Penghargaan Lingkungan, Banyuwangi Kirab Piala Keliling Kota

Banyuwangi - Tahun 2017 ini, Banyuwangi meraih lima penghargaan bidang lingkungan. Untuk itu, pemkab menggelar kirab keliling kota di sepanjang jalan protokol Banyuwangi, Jumat (4/8).

Kelima penghargaan itu adalah piala Adipura kategori kota sedang untuk kabupaten Banyuwangi, Kalpataru bidang penyelamat lingkungan yang diberikan kepada kelompok nelayan Samudra Bhakti, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Tiga sekolah di Banyuwangi juga mendapatkan piala adiwiyata predikat mandiri, yakni SMAN I Giri, SDN Penganjuran IV,SDN 2 Tampo, Kecamatan Cluring.

Kirab tersebut, semakin meriah dengan ikut sertanya ratusan nelayan yang tergabung dalam kelompok Samudera Bakti Bangsring, Wongsorejo. Kelompok nelayan yang mengelola wisata bahari Bangsring Underwater.

Keberhasilan Banyuwangi meraih beberapa penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup tersebut, menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, merupakan buah dari kerja keras bersama masyarakat Banyuwangi dalam menjaga lingkungan.

"Penghargaan ini adalah penghargaan untuk semua masyarakat Banyuwangi, karena telah bahu membahu mewujudkan dan menjaga kebersihan Banyuwangi," terangnya saat menerima rombongan kirab di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Keberhasilan dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, lanjut Anas, merupakan bekal penting untuk membangun daerah, khususnya di sektor pariwisata. "Saat ini, banyak tamu dan wisatawan yang datang. Jika Banyuwangi kotor dan jorok, tentu mereka akan enggan datang," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, terutama kebersihan sungai. "Kalau perlu, seusai sholat Subuh, musola-mushola mengumumkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai," perintahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Husnul Chotimah mengatakan keberhasilan Banyuwangi bisa meraih Adipura untuk kelima kalinya, berkat kerja sama semua pihak. "Kita tidak bekerja sendiri, tapi juga keterlibatan instansi lain, terutama yang berkaitan dengan fasilitas umum. Seperti di stasiun dan pelabuhan," paparnya.

Selain itu, perhatian Banyuwangi dalam menjaga sungai juga menjadi faktor pendukung. "Kita setiap tahun menggelar festival kali bersih dan juga menempatkan beberapa CCTV untuk memantau pembuang sampah sembarangan ke sungai, sehingga bisa ditangani dengan tepat," imbuh Husnul.

Ke depannya, Banyuwangi menargetkan bisa meraih Adipura Kencana. Untuk itu, akan disiapkan berbagai TPA di setiap Kecamatan dan Desa. "Dengan adanya TPA di masing-masing kecamatan, harapannya, sampah bisa dikelola dengan baik, sehingga kebersihan Banyuwangi bisa menyeluruh," pungkas Husnul. (*)