Buah Naga Naik Kelas, Tingkatkan Kualitas Buah Naga Menuju Pasar Ekspor

BANYUWANGI – Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 (FPP-Untag) Banyuwangi menggelar forum diskusi dan business matching bagi para mahasiswa dan petani buah naga, Rabu (13/10/2021). Forum bertemakan “ Menuju Buah Naga Naik Kelas” tersebut digelar di Auditorium Untag Banyuwangi.

Diselenggarakan secara hybrid, yakni menggunakan metode online dan offline, pesertanya menembus 300 orang. Dua puluh orang di antaranya adalah perwakilan petani dari seluruh sentra buah naga di Banyuwangi, sisanya adalah mahasiswa dan masyarakat  umum. Kegiatan ini bertujuan agar petani mampu memasarkan buah naga dengan kualitas ekspor.

Dalam forum ini, panitia menghadirkan empat pemateri yang kompeten di bidangnya. Antara lain Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan, Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto dan CEO Nusa Berdaya Anriza Syarifuddin.

Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah menyatakan apresiasinya atas kegiatan tersebut dan memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas buah naga untuk menuju pasar ekspor. Sugirah juga memotivasi para petani agar bersemangat dan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil panennya.

“Teruslah bertani, dan jangan takut bertani apapun,” kata Sugirah.

Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto mengatakan,  akademisi punya tanggung jawab untuk terus mendampingi masyarakat, termasuk petani. Begitu pula Untag, ujarnya, yang  akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam segala bidang keilmuan sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

“Agar ekosistem bisnis buah naga terbentuk, diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, akses pasar dan kolaborasi dengan berbagai pihak, bukannya kompetisi,” beber Andang.

Sementara itu, dijelaskan ketua panitia, Annastia Loh Jayanti, saat ini petani buah naga di Banyuwangi hanya menjual hasil panen dalam skala lokal. Sehingga di saat panen raya berlangsung, harga buah naga di pasaran bisa sangat anjlok.

“Kami sudah mengantongi izin dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendampingi petani  mulai dari teknis budi daya hingga menghasilkan produk yang berkualitas dan siap ekspor,”terang Annastia.

Tentu, imbuhnya, untuk mendukung tercapainya buah naga dengan kualitas ekspor dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder terkait. Oleh sebab itu, pihaknya turut menghadirkan pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan kualitas buah naga.

“Kami mempertemukan petani dengan pemerintah daerah langsung dalam forum ini, agar pemerintah daerah mendengarkan keluh kesah yang selama ini dihadapi petani,” kata Annastia.

Annastia yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan FPP Untag tersebut berharap, kegiatan ini bisa mengubah mindset para petani. Selain itu mereka juga diharapkan dapat menerapkan pola budi daya yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.

“Standar ekspor jauh lebih tinggi jika dibanding dengan standar pasar lokal atau nasional. Kalau permintaan pasar lokal hanya mengutamakan komoditi dari sisi ukuran, bukan dari sisi kualitas keamanan pangan maupun nutrisi,” tutup Annastia. (*)