Empat Kabupaten Kunker ke Banyuwangi dalam Sehari

BANYUWANGI – Dalam sehari, empat kabupaten melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Pringsewu Lampung, Lampung Barat, Banyumas dan Kotawaringin Barat-Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut berlangsung Kamis siang (10/8) di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Tujuan mereka pun sama belajar bagaimana membuat inovasi untuk memajukan daerahnya masing-masing. Mulai tentang  aplikasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), penyusunan RPJMD, road map reformasi birokrasi,  dan tunjangan kinerja PNS.

Rombongan 4 kabupaten tersebut diterima Asisten Administrasi Pemerintahan, Choiril Ustadi Yudawanto di Ruang Rempeg Jogopati, Kantor Pemkab Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut, Ustadi memaparkan berbagai progress yang dicapai Banyuwangi. Mulai dari kota yang dipandang sebelah mata, hingga menjadi kota yang kini banyak dijadikan jujugan belajar. Dari kota yang kotor menjadi enak dipandang. Dari kota santet menjadi kota yang sarat inovasi.

Dijelaskan Ustadi,  e-kinerja merupakan  penghitungan kinerja ASN berbasis teknologi informasi. Sistem ini bisa menjamin output kinerja setiap ASN. Dengan sistem ini, lanjutnya, tunjangan ASN yang diberikan mengacu pada kinerjanya, bukan aspek-aspek nonteknis.

“E-Kinerja adalah bagian dari penerapan merit system, sebagai bahan evaluasi. Siapa yang berprestasi, maka dia yang akan mendapatkan reward, demikian pula sebaliknya. ” ujar Ustadi.

Ditambahkan Ustadi, e-kinerja merupakan satu dari serangkaian inovasi pembenahan sistem kepegawaian di Banyuwangi dengan memaksimalkan IT. "Pemakai database berbasis TI ini sangat memudahkan kami mencari data ASN untuk mendukung kinerja daerah,” bebernya.

Ustadi mengatakan, terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi memang dinobatkan sebagai penyandang predikat terbaik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).  Ada beberapa langkah kerja yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan implementasi SAKIP. Antara lain, komitmen pimpinan daerah dan pimpinan SKPD. Penguatan peran BAPPEDA  dalam perencanaan, Inspektorat dalam evaluasi SAKIP dan Bagian Organisasi dalam pelaporan LAKIP.

“Kinerja SAKIP jelas dan terukur, serta program-program diefisienkan sesuai manfaat ke masyarakat. Salah satu programnya, penguatan administrasi keuangan desa, Pemkab Banyuwangi telah merancang manajemen keuangan desa yang bernama e-Village Budgeting (e-VB) dan e-Monitoring System (e-MS) yakni sebuah sistem pengawasan elektronik,” ujar Ustadi. 

Dalam kunjungan kerja ini,Kabupaten Pringsewu Lampung dipimpin oleh Inspektur Endang Budiati, Lampung Barat dipimpin oleh Kepala BAPPEDA, Okmal, Banyumas dipimpin oleh Asisten Administrasi Nugroho Purwohadi, dan Kotawaringin Barat dipimpin Kepala BAPPEDA, Wahyudi.

Pimpinan Pemkab Banyumas mengaku, kedatangannya bersama tim sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. “Banyuwangi ini luar biasa. Harumnya tercium sampai Banyumas dan pengen bikin kita datang kesini. Sebenarnya sudah sejak lama, tapi baru bisa sekarang,” kata Okmal.

Okmal berjanji akan betul-betul  memanfaatkan kunjungan ini untuk cari tahu bagaimana Banyuwangi bisa mendapat A atas SAKIPnya, selain itu  juga akan melakukan studi komparatif tentang roadmap reformasi birokrasi 2018, sejalan dengan diangkatnya bupati yang baru.

Di momen ini, para tamu pun sempat berkunjung dan mengakses sejumlah inovasi Banyuwangi pada layar TV yang ada di Lounge Pelayanan Publik yang ada di areal pemkab. Layar TV berisi data program-program pemkab yang langsung terkoneksi dengan berbagai dinas terkait. (*)