“Jagoan Bisnis” Jadi Cara Banyuwangi Gelorakan Bangga Buatan Indonesia

BANYUWANGI – Program ”Jagoan Bisnis”, ajang mencetak ratusan pengusaha muda di Banyuwangi, terus berlangsung. Sebanyak 555 anak muda dari 185 tim mengikuti ajang ini, yang terbagi dalam kategori ide bisnis dan rintisan usaha, dengan total hadiah modal Rp100 juta dari Pemkab Banyuwangi.

Setelah masa inkubasi 3 bulan dengan berbagai mentor berpengalaman, sebanyak 33 tim finalis (99 orang) mengikuti “pitching day” untuk mempresentasikan bisnisnya, Sabtu (4/9/2021). Berbagai profil bisnis, rencana pengembangan usaha, pemasaran, dan prototipe produk dipresentasikan ke juri dan perwakilan dunia usaha. Sektor bisnisnya beragam, mulai olahan kuliner, fashion, jasa, pendidikan, pariwisata, hingga platform digital.

“Luar biasa semua tim yang terlibat. Kita sekarang mengubah pola pelatihan kewirausahaan, yang biasanya 1-2 hari tanpa pendampingan, menjadi proses inkubasi, melewati mentoring, dengan mentor berpengalaman. Ini ikhtiar menumbuhkan kewirausahaan anak muda sebagai dorongan untuk pemulihan ekonomi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk mengatakan, program “Jagoan Bisnis” ini juga merupakan dukungan untuk menggelorakan “Bangga Buatan Indonesia”, gerakan yang digagas Presiden Joko Widodo untuk menumbuhkan berbagai produk lokal.

“Tadi saya lihat bagaimana presentasi anak-anak muda Banyuwangi, menghadirkan prototipe produk, dan semuanya lokal. Pokoknya, lokal tak gentar. Ini salah satu dukungan Banyuwangi untuk gerakan Bangga Buatan Indonesia yang digagas Presiden Jokowi, juga didukung BI, OJK, dan berbagai kementerian,” ujar Ipuk.

Ipuk mengatakan, tim terbaik akan dipilih untuk mendapatkan hibah modal usaha total Rp100 juta dari Pemkab Banyuwangi. “Nanti kita integrasikan dengan lintas dinas, misal yang terkait perizinan, jadi anak-anak muda ini bisa langsung punya izin usaha. Usahanya menjadi real business, bukan hanya ide di presentasi,” jelasnya.

Ipuk juga akan meminta 10 tim terbaik untuk presentasi di depan perbankan. “Kita siapkan, InsyaAllah dua minggu lagi ada presentasi, semacam pitching day ini, ke perbankan. Perbankan yang tertarik bisa langsung membiayai,” ujarnya.

Sebelumnya, sejak Juli 2021, ratusan anak muda itu mendapatkan mentoring dari mentor-mentor handal dari kalangan akademisi dan praktisi bisnis. Para mentor yang mendampingi antara lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Hestu Wibowo, owner Jiwa Jawa yang juga banker senior nasional Sigit Pramono, Direktur Bank Jatim Ferdian Satyagraha, Komisaris Angkasa Pura Ipang Wahid, Direktur SMESCO Wientor Rahmada, Regional Head Public Policy & Government Gojek Boy Arno Muhamad, dan dosen FEB Universitas Brawijaya Dias Satria, PhD.

Ada pula Ketua HIPMI Banyuwangi Dede Abdul Ghani, CEO Ijen Tourism Cluster John Eva Yulianto, dan pegiat kolaborasi komunitas Brother Mothy.

Selain mentoring, peserta juga mendapatkan sesi networking untuk membangun jejaring antar anak muda. Ada pula sesi hacksprint yang mengajarkan peserta tentang pembuatan prototipe produk bisnis yang ingin dikembangkan.

“Setelah hampir tiga bulan digodok, kami berharap kalian bisa menginspirasi anak-anak muda lain untuk merintis usaha sendiri. Zaman berbeda, kita tidak bisa lagi mengandalkan peluang kerja, namun kitalah yang harus pintar menciptakan pekerjaan untuk kita, bahkan untuk orang lain. Apalagi di masa pandemi, kreativitas sangat diperlukan agar roda ekonomi tetap berputar,” imbuh Ipuk.

Program Jagoan bisnis ini diapresiasi positif oleh peserta. Salah satunya Rama Maulana, yang mengembangkan platform sewa-menyewa. “Banyak sekali ilmu yang kami dapatkan. Mulai perencanaan, membangun jejaring, hingga membuatan prototipe bisnis. Ini sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis kami ke depan,” kata dia. (*)