Masyarakat Desa Banjar Tergerak Bikin Lomba Video Kreatif untuk Angkat Potensi Desanya

BANYUWANGI - Seiring komitmennya  untuk memajukan Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong agar masyarakat turut aktif dalam menunjukkan dan menyiapkan potensi wisatanya secara mandiri. Masyarakat berlomba-lomba dengan inisiatifnya sendiri membuat desanya lebih dikenal dengan memanfaatkan potensi yang ada. 

Salah satunya yang dilakukan masyarakat Desa Banjar, Kecamatan Licin. Mereka  menunjukkan gregetnya dalam mengangkat potensi desanya dengan mengadakan lomba video kreatif dengan tema Banjar Sweet Village. 

Event yang digelar untuk para pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Banyuwangi ini proses pengambilan gambarnya dilangsungkan saat digelar Banjar Village Festival yang menampilkan Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek, 8-9 Juli lalu.

Saat itu, para mahasiswa dan pelajar yang mengikuti lomba video kreatif, saling berburu gambar video ketika semua potensi Desa Banjar ditampilkan. Mulai dari potensi kuliner sego lemeng, kopi uthek, kesenian barong, musik hadrah hingga wisata tracking Taman Langit. 

"Video kreatif yang dinilai mulai dari kesesuaian tema lomba, alur cerita video, hingga teknik pengambilan dan editing. Jadi selain bisa membantu mengenalkan potensi Desa Banjar, para peserta bisa memiliki ruang untuk belajar membuat video," ujar Ketua Panitia Lomba Video Kreatif, Syamsudin di sela pengumuman lomba di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Selasa malam (1/8). 

Syamsudin menuturkan, dari 25 video kreatif, ada 14 yang sesuai kriteria dan layak dilombakan. Semua diunggah di youtube untuk berlomba mendapatkan jumlah like dan view terbanyak. "Bagi yang dapat like dan viewer terbanyak bakal menjadi juara favorit. Tapi juara pertama sampai tiga, tetap penilaiannya dari tim juri independen," jelasnya. 

Dia berharap, melalui festival dan berbagai kegiatan seperti lomba video kreatif, bisa memperkuat kunjungan wisatawan ke desanya. "Banjar sebagai desa, secara ekonomis akan lebih maju. Ketika wisatanya jalan, dan masyarakat bisa memanfaatkan itu. Sehingga ekonominya terangkat. 

Harapannya tahun depan bisa kumpul lagi, bakal ada lomba lagi. Supaya lebih berkembang dibuat lomba film pendek. Kalau yang sekarang masih profil desa biasa," terangnya.

Adalah mahasiswa STIKOM Banyuwangi, Efendi (21), bersama dua temannya dari kampus Politeknik Banyuwangi (Poliwangi)  dan Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba)  menjadi pemenang dalam lomba video kreatif Desa Banjar. Hasil videonya yang berjudul Exploring Banjar ini juga menjadi juara favorit dengan jumlah 579 like dengan 1400 viewer di Youtube. Sebelumnya, Efendi sudah memiliki pengalaman membuat video kreatif, namun baru kali ini berkesempatan mengikuti lomba.

"Kalau saya sudah pernah bikin video, cuma belum pernah dilombakan. Ini saya iseng-iseng dengan teman-teman mencoba  ikut, ternyata jadi juara," jelasnya.

Efendi dan teman-temannya merasa memiliki ruang kreatif yang bisa mengapresiasi karya mereka. Dari situ dia juga ingin membuat komunitas video kreatif sebagai ruang belajar bersama. "Tadi saya baru mengumpulkan anak SMA, yang belum punya wawasan, mau ngasih edukasi ke mereka. Ada sekitar 10 anak, kalau mau belajar bersama nanti kami bisa bikin film bersama," terangnya. 

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, Dwi Marhen Yono menjelaskan, pagelaran lomba video kreatif merupakan gagasan Disbudpar bersama masyarakat Desa Banjar. "Diharapkan Desa Banjar jadi sentra wisata kuliner kopi uthek dan sego lemeng. Agar semakin memperkuat potensi ekowisata, selain lewat festival, kami gelar juga lomba video kreatif," jelasnya. 

Saat ini, kata Marhen, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Banyuwangi pada semester pertama tahun 2017 berjumlah sekitar 60 ribu orang. Sementara untuk kunjungan domestik sudah mencapai dua juta lebih. "Itu perhitungan sampai bulan Juni. Saat ini di Banyuwangi sudah ada 420-an homestay untuk penginapan wisatawan di Banyuwangi. Ini akan semakin meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Banyuwangi," ujarnya. (*)