Wabup Yusuf Gelar Silaturahmi dengan Para Pembina Pramuka Banyuwangi

BANYUWANGI – Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko bersilaturahmi dengan para pembina pramuka Banyuwangi di Kecamatan Genteng, Selasa (1/7). Silaturahmi yang hangat dan akrab itu digelar di  Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Ma’mun, sebuah gedung baru yang letaknya tak jauh dari Lapangan Maron, Genteng.

Pertemuan ini sekaligus dijadikan momen untuk meresmikan Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Ma’mun tersebut.

Yusuf menyatakan rasa senangnya bisa berkumpul dengan para pembina yang concern mengajarkan pendidikan karakter pada anak-anak muda melalui gerakan pramuka itu. “Saya bahagia sekali bisa bertemu dengan orang-orang tangguh yang tak pernah lelah mendidik karakter anak-anak muda Banyuwangi,” ujar Yusuf.

Yusuf mengajak  para pembina tersebut agar semakin solid ke depannya, walau pun  berbagai kendala banyak ditemui di lapangan. Yusuf pun menyambut baik pendirian Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Ma’mun tersebut.

Gedung yang peruntukannya sebagai Taman Kanak-Kanak, PAUD dan Taman Membaca ini digagas oleh para pembina pramuka yang awalnya mendapatkan keluhan dari para tukang becak di sekitar tempat itu. Mereka mengeluh anaknya tak bisa sekolah lantaran keterbatasan biaya.

Akhirnya didirikanlah gedung tersebut. Ke depan yayasan ini akan memperluas bangunan dan menjadikannya sebagai kompleks SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi di atas  tanah wakaf seluas 1,5 hektar yang telah dipersiapkan.

Usai silaturahmi digelar, Yusuf menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa titik. Seperti melihat proyek pavingisasi jalan yang telah dilakukan di Lingkungan Maron, Desa Genteng Kulon. Jalan berukuran panjang 255,6 meter dan 4,30 meter ini dibangun dengan dana APBD 2017 sebesar Rp 192,2 juta.

Berikutnya, Yusuf meninjau proyek hotmix di Jalan R. Supono, Dusun Krajan 1, Desa Setail. Kini jalan yang lebarnya 3 meter dan panjang 592 meter yang sebelumnya rusak parah ini, sudah bisa dinikmati warga tanpa takut terjatuh karena lubang. Hotmix jalan ini menghabiskan dana sebesar Rp 326 juta.

Yusuf juga menyempatkan diri untuk mengunjungi warga Genteng yang telah 14 tahun hidup tanpa memiliki alat kelamin dan anus, Dwi Jossy. Bersama berbagai pihak, Yusuf mengaku akan terus mengawal pengobatan Jossy hingga sembuh, termasuk membiayai pendidikan sekolahnya hingga tuntas. (*)