1200 Taruna TNI dan IPDN Siap Abdikan Diri di Banyuwangi

Selasa, 18 Februari 2014


BANYUWANGI – Sebagai realisasi dari pendidikan tingkat akhir taruna angkatan darat, laut, udara dan praja IPDN, Akademi TNI mewajibkan seluruh tarunanya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan itu dikemas dalam latihan Integrasi Taruna Dewasa Nusantara (Latsitardanus) XXXIV. Istimewanya, Banyuwangi dinyatakan layak untuk dijadikan lokus dan fokus penyelenggaraan kegiatan ini. Karena selain letak geografisnya yang cukup memenuhi syarat, Banyuwangi juga memiliki fasilitas tempat yang memadai untuk menampung peserta yang jumlahnya menembus angka 1200 orang. Selain itu, sebagai kabupaten yang terus menunjukkan kemajuannya yang pesat, penyelenggaraan Latsitarda di Banyuwangi diharapkan bisa ikut membantu percepatan pertumbuhan yang ada, termasuk menyejahterakan sisi mikro dan membuka sisi kehidupan masyarakat yang terisolir.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Akademi TNI Gustaf Heru Prayitno di Pendopo Shaba Swagata Blambangan dalam rangka men-survey lokasi Latsitardanus, Selasa (18/2).  “Latsitardanus ini merupakan ajang bagi mereka untuk mengaplikasikan apa yang mereka dapat sebelum nantinya dilantik jadi perwira. Disitu mereka akan berlaku sebagai abdi masyarakat, sebagai prajurit maupun sebagai warga masyarakat biasa. Dan mereka diminta membantu masyarakat sesuai kapasitasnya,”ujar Gustaf yang datang ke Banyuwangi beserta rombongannya.

Dalam Latsitardanus ini, faktor-faktor mikro-lah yang akan disentuh langsung oleh para taruna ini. “Kalau faktor makro itu domainnya pemkab, sedangkan faktor mikro, para taruna ini turun langsung mengatasi masalah yang ada di masyarakat,”ujar Gustaf. Misalnya, jelas Gustaf, di bidang UMKM apa yang bisa dibantu, di bidang pertanian apa yang bisa dilakukan untuk menghasilkan produksi padi yang berkualitas. Bahkan selain kegiatan fisik (pembangunan jembatan, bedah ruang terbuka hijau, renovasi rumah warga) dan non fisik (penyuluhan, peninjauan tempat-tempat sejarah), Gustaf meminta agar kegiatan ini juga menyentuh segi mental, seperti membantu pengentasan buta aksara di Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas sendiri dengan didampingi jajaran Forum Pimpinan Daerah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah kegiatan yang pelaksanaannya jatuh pada 8 Mei hingga 10 Juni 2014 tersebut. “Semua sudah siap. Bahkan jauh-jauh hari Bapak Gubernur sudah memanggil kami terkait persiapan kegiatan ini,”tandas bupati. Mengenai pengentasan buta aksara, bupati menyambut baik program tersebut. “Ini selaras dengan upaya pemberantasan buta huruf yang kami gagas dalam pembukaan Musrenbangcam 2014 beberapa waktu lalu,”tutur bupati.

Untuk diketahui, angka melek huruf  Banyuwangi saat ini berada di peringkat 26 di Jawa Timur. Meski telah meningkat dari 87,36 persen menjadi 88,08 persen, tetapi ini berarti masih terdapat angka buta huruf sebesar 11,92 persen di Banyuwangi, atau sebanyak 47.335 orang. Dan bupati menargetkan hal ini segera tertangani menjadi nol persen, melalui beberapa langkah. Diantaranya, upaya konsolidasi kepada semua pihak terkait dan memberikan pemahaman kepada kepala desa dan tokoh masyarakat, UPTD pendidikan menggerakkan sekolah-sekolah untuk ikut mensosialisasikan pentingnya melek huruf, perpustakaan keliling ikut menyediakan bahan ajar, dan guru kelas 1 – 3 ikut berperan sebagai tutor.

Latsitardanus XXXIV nantinya akan ditempatkan di 4 kecamatan, dimana pesertanya tinggal di rumah-rumah penduduk untuk jangka waktu 1 bulan lamanya. Di Kecamatan Srono ditempatkan 2 SSK yang akan menginap di 73 rumah. Di Muncar ada 1 SSK yang akan menghuni 64 rumah. Di Gambiran terdapat 1 SSK yang akan menempati 42 rumah, dan di Cluring ditempatkan 1 SSK. Selain berkegiatan fisik dan non fisik di lokasi penempatan masing-masing, mereka juga akan melakukan kunjungan ke 6 SMA di Banyuwangi untuk memotivasi para pelajar dan mempromosikan pendidikan taruna kepada mereka. Juga akan ada kirab drum band yang dilakukan oleh para taruna ini, start dari Taman Blambangan – Kantor Pemkab – hingga finish di Taman Blambangan kembali. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :