Bupati : Masih Ada Harapan di Dunia Politik Kita
Senin, 3 Maret 2014
BANYUWANGI – Di tengah berbagai berita negatif tentang dunia politik nasional, masyarakat seyogyanya tidak apatis. Publik, utamanya kaum muda, justru ditantang untuk masuk ke politik dan melakukan perubahan. ”Saya adalah orang yang percaya bahwa politik tidak selalu berkaitan dengan hal-hal yang buruk. Lewat jalan politik, kita hadir untuk mengabarkan kepada publik bahwa negeri ini perlu terus dibangun dan diperkuat. Negeri ini tidak boleh menyerah,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Bupati Anas yang baru saja tampil sebagai pembicara dalam forum publik ”Reformis Hibrida, Reformis Horizontal” di Jakarta bersama sejumlah tokoh muda inovatif, antara lain, mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur NTB Zainul Majdi, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Makassar terpilih Romdhan Pomanto, dan Walikota Bogor terpilih Bima Arya.
Ditambahkan Bupati Anas, politik adalah persoalan bagaimana kita mengakumulasikan ide dan tindakan, komitmen dan kerja keras, untuk kesejahteraan rakyat. ”Bahwa saat ini dunia politik dipersepsikan negatif, memang betul. Tapi tidak semua politikus buruk, ada lilin-lilin yang masih memberikan cahaya. Ada gubernur yang selalu peka, ada walikota inovatif, ada bupati yang mau benar-benar kerja. Kita harus terus dorong dan perbanyak lilin-lilin itu sehingga bisa menyinari seluruh negeri,” kata Bupati Anas yang juga ketua umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim tersebut.
Selain itu, Bupati Anas juga membeber resep menjadi pemimpin. Dia mengatakan, negara bisa berlangsung terus dengan ditopang keyakinan rakyat, bahwa rakyat yakin mendapat perlakuan adil. Yakin memperoleh penghidupan layak, dan yakin mendapat perlindungan. Keyakinan itu bisa muncul jika keinginan rakyat didengarkan. ”Nah itulah seni menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin berarti memainkan seni untuk mendengarkan kemauan orang banyak, The Art of Listening, dan berupaya mewujudkannya,” jelasnya.
Dengan dasar itulah, Bupati Anas berupaya melakukan sejumlah perubahan di Banyuwangi. Di antaranya dengan meningkatkan keberpihakan kepada sektor pertanian lokal, mengembangkan UMKM dan pasar tradisional dengan membatasi ritel modern, hingga pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan murah, bahkan sebagian gratis. (Humas & Protokol)