Panglima TNI Akan Buka Latsitarda Nusantara XXXIV di Banyuwangi

Kamis, 8 Mei 2014


BANYUWANGI – Banyuwangi akan menjadi tuan rumah karya bakti 1275 taruna. Para taruna dari akademi angkatan bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Darat, Laut, Udara ini akan bergabung dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke XXXIV yang berlangsung selama sebulan penuh. Direncanakan Panglima TNI Jendral Dr. Moeldoko akan bertindak langsung sebagai inspektur pada upacara pembukaan di Taman Blambangan pada Sabtu, 10 Mei 2014.

Perwira Pembantu Utama II Operasi Pendidikan Markas Komando TNI, Kolonel Drajat Panggayuh mengatakan Upacara Pembukaan Latsitardanus akan diikuti seluruh taruna TNI dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta perwakilan mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN). Upacara tersebut juga akan dihadiri Ibu Panglima TNI, Mendagri, Kepala Staf AL/AU, Gubernur Jawa Timur dan Pangdam V Brawijaya. “1275 taruna, praja dan mahasiwa akan tiba di Banyuwangi Kamis pagi (8/5) dengan menggunakan Kapal Perang, KRI Banda Aceh di Pelabuhan Tanjung Wangi. Setelah itu mereka akan mulai latihan persiapan upacara pembukaan Latsitardanus,” ungkap Kolonel Drajat, saat jumpa pers di Aula Rempeg Jogopati, Pemkab Banyuwangi, Rabu (7/5).

Kolonel Drajat melanjutkan, Latsitarda Nusantara merupakan kegiatan karya bakti taruna tingkat akhir. Terdiri atas 453 orang taruna Akabri Darat, Laut dan Udara, 400 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan 200 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi negeri serta para pelatih dan instruktur. “Para taruna tersebut diterjunkan ke masyarakat sebelum dilantik oleh presiden pada bulan Juni mendatang. Kegiatan ini seperti KKN di perguruan tinggi negeri. Salah satu tujuannya untuk mengimplementasikan semua ilmu yang telah didapatkan selama menempuh pendidikan 4 tahun di akademi dan membangun kerjasama dengan masyarakat,” kata Kolonel Drajat.

Ketika berada ditengah masyarakat, lanjut Kolonel Drajat para taruna peserta Latsitardanus akan melaksanakan kegiatan yang terbagi atas kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya terlibat dalam program-program pemerintah daerah seperti P2JD rehab jalan, rehab tempat ibadah. Sedangkan program non fisik seperti penyuluhan, riset sosial, wisata juang, dan bakti sosial. “Seperti penyuluhan kenakalan remaja, dan taruna rohani. Mereka juga akan menularkan semangat  para pemuda untuk melanjutkan pendidikan ke akademi,” imbuh Kolonel Drajat.

Selain itu, para taruna, praja dan mahasiswa diharapkan bisa membangun kerjasama sedini mungkin dan tercipta proses saling mengenal diantara mereka. “Melalui Latsitarda diharapkan ketika para taruna, praja maupun mahasiswa berkesempatan memimpin daerahnya, mereka sudah mengenal satu sama lain sehingga komunikasi dan koordinasi di lapangan lebih mudah dan cepat,” imbuh Kolonel Drajat.

Latsitarda Nusantara yang berlangsung hingga 2 Juni mendatang ini akan dilaksanakan di empat kabupaten Tapal Kuda yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember. Oleh Mabes TNI dan Kementrian Dalam Negeri, Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai pusat markas komando Latsitarda.

Selepas pembukaan, para taruna ini akan disebar ke masing-masing daerah penempatan. Khusus Banyuwangi, akan diikuti 300 taruna. Pelaksanaannya akan dipusatkan di 3 Kecamatan yakni Muncar, Srono dan Gambiran. ““Kami bangga dan merasa terhormat kegitan Latsitarda Nusantara dapat digelar di Banyuwangi. Semoga akan terjadi transformasi ilmu dan praktek dari taruna ke masyarakat,” tutur Bupati Abdullah Azwar Anas.

Kolonel Laut Eka Edy S. yang turut hadir dalam konfrensi pers menambahkan setelah pelaksanaan upacara pembukaan, nantinya akan dilanjutkan dengan display drumband dari Taruna Akabri dan Praja yang berlangsung di sepanjang jalan protokol Banyuwangi dan berakhir di Taman Blambangan. “Drumband ini terbaik se Asia Tenggara di Indonesia ini akan tampil di hadapan masyarakat Banyuwangi sekaligus sebagai ajang promosi akademi mereka,jangan sampai dilewatkan ” pungkas Kolonel Laut Eka. (Humas Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :