Pelari Kenya Kembali Puncaki Podium Banyuwangi Ijen Green Run

Minggu, 8 April 2018


Banyuwangi – Pelari Kenya sukses menjuarai Banyuwangi Ijen Green Run 2008. James Karanja berjaya di kategori putra 33K sementara kategori putri jadi milik pelari Indonesia, Ruth Theresia.

Karana berhasil jadi pelari pertama yang melintasi garis finis di Lapangan Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi Minggu (8/4/2018), dengan waktu 2 jam 33 menit 21 detik. Posisi kedua dan ketiga juga disabet pelari senegaranya, yakni Denni Isika dan Samson Karega.

Karanja mengatakan sangat senang bisa menjadi juara pertama di even Ijen Green Run ini. Rute pegunungan yang dilaluinya membuatnya sangat terkesan. “Hawanya yang segar membuat saya lebih semangat untuk berlari karena badan tidak cepat lelah, ” katanya.

Karanja merupakan pelari professional yang biasa mengikuti lomba lari di negara-negara Asia seperti Thailand, Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia. “Saya senang bisa ikut lari di Banyuwangi. Bagi saya, tanjakan dan rutenya bisa ditaklukkan,” cetusnya.

Sementara itu, juara bertahan Ruth Theresia masih menjadi yang tercepat di lintasan 33K Open Women. Ruth berhasil mengalahkan para pesaingnya usai finis tercepat dengan waktu 3 jam 50 menit. “Senang sih bisa menang lagi di sini. Rute yang familiar bagi saya, membantu saya meraih juara ini,” jelas Ruth yang pernah menang lomba lari 100K di Thailand.  

Sementara di kategori nasional, pelari Hadi Firmansah menjadi yang tercepat di lintasan 33 K Open Men. Dia mencatatkan waktu 2 jam 49 menit, diikuti Elius Palunsu dengan catatan waktu 3 jam 10 menit. 

Banyuwangi Ijen Green Run Ijen merupakan ajang sport tourism, wisata yang dipadu dengan olahraga. Selain mereka berlari menyusuri kaki Gunung Ijen yang terkenal dengan "blue fire"-nya, mereka juga menikmati tradisi lokal Banyuwangi.

Even Green Run tidak hanya diikuti para atlet profesional dan penghobi lari. Even ini juga menjadi daya tarik pariwisata yang menyedot kedatangan pengunjung. Seperti The Wei Liang (50), pengusaha asal Surabaya yang datang bersama koleganya sebanyak 19 orang. Mereka sengaja datang ke Banyuwangi khusus untuk mengikuti jang Ijen Green Run.

“Kami ini grup alumni SMP Petra Surabaya, biasa bikin acara reunian. Kebetulan kami dengar di Banyuwangi ada even menarik ini, jadi kami sepakat untuk acara reuni kali ini ikut lomba Green Run. Hawanya sejuk, hijau dimana-mana. Pokoknya keren,” katanya.

Banyuwangi Ijen Green Run tahun ini merupakan kali ketiga pelaksanaannya. Lomba lari ini diikuti oleh peserta manca negara dari 14 negara dan dari berbagai kota di Indonesia. Tercatat ada peserta dari Kenya yang merupakan salah satu negara penghasil pelari di dunia, Prancis, dan Belgia. Peserta dari luar kota yang turut dalam lomba ini antara lain dari Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Bandung, Palembang, Semarang, Lombok, Medan, Malang, dan kota lain di Jawa Timur.

Pelepasan Ijen Green Run didahului dengan atraksi unik, para pelari diajak minum air legen (air nira), minuman tradisional yang banyak dihasilkan oleh masyarakat setempat. Para penari juga meramaikan acara.

"Even ini tidak hanya  kompetisi olahraga tapi juga sebuah even turisme dimana pelari bisa menikmati pemandangan alam Ijen yang indah di sepanjang lintasan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang melepas lomba lari trail run pagi tadi.

Bupati Anas mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan sport tourism (olahraga berbalut pariwisata). Banyuwangi sangat cocok dikembangkan untuk sport tourism, mengingat potensi alamnya yang mendukung. 

”Ini merupakan cara kreatif untuk mempromosikan daerah. Kami juga konsisten menggelar event berbasis komunitas, salah satunya lari ini. Olahraga lari saat ini kian diminati karena telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat,” ujar Anas. 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :