Tim Unair Sosialisasikan Kampus Banyuwangi
Selasa, 29 April 2014
Menjelang musim penerimaan mahasiswa baru angkatan 2014/2015, tim sosialisasi Universitas Airlangga bergerak cepat untuk mempromosikan kampus barunya di Banyuwangi. Sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan siswa/siswi kelas tiga SMU, SMK dan Madrasah Aliyah ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair, Tjitjik Srie Tjahjandarie, Ph.D di Pendopo Shaba Swagata, Senin (28/4).
Tjijik mengatakan pihak Unair Surabaya telah mendapatkan surat mandat dari Dirjen Dikti Kemendikbud pada 21 Maret lalu untuk segera membuka program studi di Banyuwangi. Untuk itu berbagai perencanaan dan persiapan telah dilakukan untuk menjalankan mandat tersebut. “Penerimaan mahasiswa baru 2014/2015 akan segera dimulai, maka kami bergegas untuk melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa untuk kampus Unair Banyuwangi,” kata Tjijik.
Untuk tahun pertama ini, lanjut Tjijik ada empat progrram studi yang dibuka yakni S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kedokteran Hewan, S1 Budidaya Perairan dan S1 akuntansi. “Prodi-prodi yang dibuka menyesuaikan dengan potensi dan kebutuhan daerah contohnya S1 Akuntansi untuk mempersiapkan SDM menyambut kawasan industri di BAnyuwangi,” ungkapnya.
Pada angkatan pertama ini setiap program studi hanya akan menerima lima puluh mahasiswa. Itu berarti mahasiswa yang dibutuhkan total dua ratus orang. Mekanisme penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui seleksi bersama mahasiswa perguruan tinggi negeri (SBMPTN) secara nasional. “Unair Banyuwangi telah masuk di laman SBMPTN nasional. Secara teknis prodi yang ada di Banyuwangi adalah prodi diluar domisili (PDD) yang memiliki kode sendiri, jadi kita perlu sosialisasikan agar tidak keliru saat memilih antara Unair Surabaya dan Unair Banyuwangi ketika mendaftar SBMPTN,” urai Tjijik.
Tjijik melanjutkan, tidak akan ada perbedaan proses perkulihaan antara Unair Surabaya dan Unair Banyuwangi. Setelah menjadi mahasiswa Unair Banyuwangi maka mahasiswa tersebut mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti mahasiswa Unair Surabaya. “Basis kami bukanlah banyaknya mahasiswa ataupun prodi namun basis kami adalah exellence with morality yang menekankan standar mutu tinggi dan keunggulan pada setiap proses perkuliahan. Ini juga akan melekat di Banyuwangi ,” ujar Tjijik.
Tjijik juga menegaskan kalau dosen yang akan mengajar di Unair Banyuwangi bukanlah dosen terbang namun dosen tetap yang berdomisili di Banyuwangi. “Kemendikbud telah berkomitmen untuk memenuhi dosen tetap di Banyuwangi. Saat ini pun sedang proses mengajukan minimal 6 dosen tetap untuk setiap program studi yang ada. Namun untuk sementara masih diperlukan dosen dari Unair Surabaya untuk datang ke Banyuwangi,” tuturnya. (Humas Protokol)