PERSEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK

Kabupaten Banyuwangi dengan luas wilayah 5.782,50 km2 didiami penduduk sebanyak 1.668.438 jiwa, terdiri dari 838.856 jiwa laki-laki dan 829.582 jiwa perempuan, penduduk ini tersebar di 24 Kecamatan yaitu Kecamatan Pesanggaran, Bangurejo, Purwoharjo, Tegaldelimo, Muncar, Cluring, Gambiran, Srono, Genteng, Glenmore, Kalibaru, Singojuruh, Rogojampi, Kabat, Glagah, Banyuwangi, Giri, Wongsorjo, Songgon, Sempu, Kalipuro, Siliragung, Tegalsari, Licin.

Penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Muncar yaitu 134.065 Jiwa(7,97%),sedangkan Kecamatan Licin memiliki jumlah penduduk terkecil 28.525 Jiwa (1,69%).

Jumlah Penduduk Perkecamatan Kabupaten Banyuwangi

Jumlah Penduduk menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin
No Kecamatan Laki-Laki Perempuan L+P
  n (jiwa) % n (jiwa) % n (jiwa) %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pesanggaran 26.34 3.11 25.87 3.09 52.21 3.10
2 Bangorejo 32.66 3.85 31.73 3.79 64.39 3.82
3 Purwoharjo 34.79 4.10 34.01 4.06 68.79 4.08
4 Tegaldlimo 33.81 3.99 33.19 3.96 66.99 3.98
5 Muncar 68.10 8.03 65.97 7.88 134.06 7.69
6 Cluring 39.49 4.66 38.69 4.62 78.18 4.64
7 Gambiran 33.08 3.90 32.83 3.92 65.90 3.91
8 Srono 48.48 5.72 47.20 5.64 95.68 5.68
9 Genteng 45.89 5.41 44.87 5.36 90.77 5.39
10 Glenmore 37.87 4.47 37.84 4.52 75.71 4.49
11 Kalibaru 32.34 3.82 32.28 3.86 64.64 3.84
12 Singojuruh 26.06 3.07 26.06 3.11 52.12 3.09
13 Rogojampi 49.33 5.82 49.72 5.94 99.05 5.88
14 Kabat 36.98 4.36 36.55 4.37 73.53 4.36
15 Glagah 17.54 2.07 17.89 2.14 35.43 2.10
16 Banyuwangi 57.48 6.78 58.69 7.01 116.17 6.89
17 Giri 14.86 1.75 15.00 1.79 29.86 1.77
18 Wongsorejo 38.04 4.49 37.63 4.49 75.67 4.45
19 Songgon 28.36 3.35 28.33 3.38 56.69 3.36
20 Sempu 41.58 4.91 40.75 4.87 82.34 4.89
21 Kalipuro 40.31 4.76 39.84 4.76 80.15 4.76
22 Siliragung 24.28 2.86 23.35 2.79 47.63 2.83
23 Tegalsari 25.60 3.02 24.89 2.97 50.49 3.00
24 Licin 14.38 1.70 14.15 1.69 28.52 1.69
Jumlah 847.66 100.00 837.32 100.00 1.684.985 100.00
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2016,diolah
Jika diperhatikan menurut jenis kelamin Nampak bahwa penduduk laki-laki ( 50,28 % ) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan ( 49,72 % ).
Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, dan Kepadatan Penduduk
No Kecamatan Jumlah Penduduk Luas Wilayah KepadatanPenduduk
n (jiwa) Km2
1 2 3 4 5
1 Pesanggaran 52.21 802.50 65.00
2 Bangorejo 64.39 137.43 469.00
3 Purwoharjo 68.79 200.30 343.00
4 Tegaldlimo 66.99 1.341.12 50.00
5 Muncar 134.97 146.07 918.00
6 Cluring 78.18 97.44 802.00
7 Gambiran 65.90 66.77 987.00
8 Srono 95.68 100.77 950.00
9 Genteng 90.77 82.34 1.10
10 Glenmore 75.71 421.98 179.00
11 Kalibaru 64.64 406.76 159.00
12 Singojuruh 52.12 59.89 870.00
13 Rogojampi 99.05 102.33 968.00
14 Kabat 73.53 107.48 684.00
15 Glagah 35.43 76.75 462.00
16 Banyuwangi 116.17 30.13 3.86
17 Giri 29.86 21.31 1.40
18 Wongsorejo 75.67 464.80 163.00
19 Songgon 56.69 301.84 188.00
20 Sempu 82.34 174.83 471.00
21 Kalipuro 80.15 310.03 259.00
22 Siliragung 47.63 95.15 501.00
23 Tegalsari 50.49 65.23 774.00
24 Licin 28.52 169.25 169.00
Jumlah 1.684.985 5.782.50 291.00
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2016,diolah
Jika dilihat persebaran di setiap kecamatan Nampak bahwa terdapat lima ( 5 ) Kecamatan, Banyuwangi merupakan wilayah terdapat dengan kepadatan sebesar 3,824, jiwa/km2,


Kepadatan penduduk per wilayah di Kabupaten Banyuwangi perlu mulai diperhatikan, terutama dalam perencanaan persebaran penduduk, tata ruang dan tata guna tanah. Jika ketiga hal ini tidak diperhatikan dengan baik, maka ke depan, Kabupaten Banyuwangi akan menjadi padat dengan implikasi pada penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

PERTUMBUHAN PENDUDUK

Pertumbuhan penduduk merupakan angka yang menggambarkan penambahan penduduk yang dipengaruhi oleh pertumbuhan alamiah maupun migrasi penduduk. Angka pertumbuhan penduduk dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah dan struktur penduduk bebrapa tahun ke depan.

Data penduduk tahun 2014 yang digunakan adalah data Bulan Desember 2014 sedangkan data penduduk tahun 2015 menggunakan data Bulan Desember 2015. Pertumbuhan penduduk yang dihitung merupakan pertambahan penduduk dalam kurun waktu satu tahun.

Angka pertumbuhan penduduk kabupaten Banyuwangi termasuk bertambah.Selama kurun waktu desember 2014 sampai dengan desember 2015,pertumbuhan penduduk kabupaten Banyuwangi bertambah 0,73 persen.

Pertumbuhan Penduduk yang relatif stabil ini sangat menguntungkan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, apabila pertumbuhan penduduk tidak terkendali,maka implikasi dari hal tersebut adalah munculnya berbagai masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, wilayah kumuh, berkurangnya lahan pertanian karena menjadi pemukiman,tuntutan menyediakan fasillitas umum,kriminalitas dan lain sebagainya.

Jika dilihat menurut kecamatan, pertumbuhan penduduk yang prosentase tertinggi terdapat di Kecamatan Wongsorejo yaitu 3,97 persen,diikuti Pesanggaran 2,76 persen,Gambiran 2,02 persen,Purwoharjo 2,01 persen,Cluring 2,00 persen.

Kecamatan yang mempunyai angka pertumbuhan minus yaitu Kecamatan Kalibaru -1,54 persen, Glenmore -0,70 persen, Rogojampi 0,67 persen, Perubahan ini di duga disebabkan oleh perpindahan penduduk ke tempat yang lain,dan adanya pembersihan data penduduk ganda .

Khusus untuk kecamatan dengan pertumbuhan penduduk bertambah itu diduga disebabkan tingkat kelahiran dan faktor migrasi dan juga masih banyaknya penduduk yang baru mengurus data administrasi kependudukan yang sebelumnya belum pernah terekam dalam data base kependudukan.

Angka Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Banyuwangi
No  Kecamatan Pddk Tahun 2015 Pddk Tahun 2016 Angka
Pertumbuhan
Penduduk
n (jiwa) % n (jiwa) %
1 2 3 4 5 6 7
1 2 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00
1 Pesanggaran 51.17 3.07 52.21 3.10 0.02
2 Bangorejo 63.17 3.79 64.39 3.82 0.02
3 Purwoharjo 68.09 4.08 68.79 4.08 0.01
4 Tegaldlimo 66.75 4.00 66.99 3.98 0.00
5 Muncar 133.01 7.97 134.06 7.96 0.01
6 Cluring 77.06 4.62 78.18 4.64 0.01
7 Gambiran 64.97 3.89 65.90 3.91 0.01
8 Srono 94.57 5.67 95.68 5.68 0.01
9 Genteng 89.44 5.36 90.77 5.39 0.01
10 Glenmore 75.20 4.51 75.71 4.49 0.01
11 Kalibaru 64.25 3.85 64.64 3.84 0.01
12 Singojuruh 52.05 3.12 52.12 3.09 0.00
13 Rogojampi 97.86 5.87 99.05 5.88 0.01
14 Kabat 72.92 4.37 73.53 4.36 0.01
15 Glagah 35.02 2.10 35.43 2.10 0.00
16 Banyuwangi 115.21 6.91 116.17 6.89 0.01
17 Giri 29.49 1.77 29.86 1.77 0.01
18 Wongsorejo 77.13 4.62 75.67 4.49 -0.02
19 Songgon 56.74 3.40 56.69 3.36 -0.00
20 Sempu 80.75 4.84 82.34 4.89 0.02
21 Kalipuro 79.34 4.76 80.15 2.83 0.02
22 Siliragung 46.90 2.81 47.63 2.83 0.02
23 Tegalsari 49.10 2.92 50.49 3.00 0.03
24 Licin 28.24 1.69 28.52 1.69 0.01
Jumlah 1.668.438 100.00 1.684.985 100.00 0.01
Sumber :Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2016,diolah

KARAKTERISTIK PENDUDUK

Jumlah dan Proporsi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin
KelompokUmur Laki-Laki Perempuan L+P
n (jiwa) % n (jiwa) % n (jiwa) %
1 2 3 4 5 6 7
00-04 49,486 5.90 46,346 5.59 95,832 5.74
05-09 63,134 7.53 59,889 7.22 123,023 7.37
10-14 67,250 8.02 63,457 7.65 130,707 7.83
15-19 65,728 7.84 61,823 7.45 127,551 7.64
20-24 63,095 7.52 89,449 7.17 122,544 7.34
25-29 59,395 7.08 56,425 6.80 115,820 6.94
30-34 64,001 7.63 63,817 7.69 127,818 7.66
35-39 65,486 7.81 66,671 8.04 132,157 7.92
40-44 66,969 7.98 70,001 8.44 136,970 8.21
45-49 63,066 7.52 64,566 7.78 127,632 7.65
50-54 56,180 6.70 58,536 7.06 114,716 6.88
55-59 47,802 5.70 47,986 5.78 95,788 5.74
60-64 36,446 4.34 33,384 4.02 69,830 4.19
65-69 27,304 3.25 28,701 3.46 56,005 3.36
70-74 20,868 2.49 20,898 2.52 41,766 2.50
>75 22,646 2.70 27,633 3.33 50,279 3.01
Jumlah 838,856 100.00 829,582 100.00 1,668,438 100.00
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Tahun 2016,diolah
Jumlah dan Proporsi Penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin

Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok umur masing-masing, baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yang berbeda -beda, misalnya kelompok bayi dan balita, mereka lebih membutuhkan asupan gizi yang baik dan perawatan kesehatan.Bagi penduduk perempuan remaja misalnya,mempunyai kebutuhan untuk meningkatkan status kesehatan agar ketika memasuki usia perkawinan tidak terkena anemia sedangkan kelompok penduduk usia lanjut juga membutuhkan pelayanan berkaitan dengan kesehatan dengan kesehatan dan lain-lain.

Penduduk Kabupaten Banyuwangi sebagian besar merupakan penduduk usia produktif yaitu pada kelompok umur antara 15-64 tahun (70,17%) dengan komposisi terbesar berada pada penduduk berumur 35-44 tahun.

Demikian pula dengan komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin,nampak bahwa penduduk laki-laki yang terbesar berada pada kelompok umur 35-44 tahun,sedangkan penduduk perempuan berada pada kelompok umur 35-44 tahun.

Kondisi ini sangat menguntungkan karena sebagian besar (diatas 50%) merupakan penduduk usia kerja (usia produktif), dan sisanya sebanyak 20,95 persen merupakan penduduk usia muda (berusia diabawah 15 tahun) dab 8,87 persen merupakan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas).


Penduduk berusia kurang dari 15 tahun sukup besar pula yaitu seperlima penduduk Kabupaten Banyuwangi (20,95%). Hal ini harus menjadi perhatian karena 5 tahun mendatang kelompok ini akan menjadi tambahan tenaga kerja baru,yang memerlukan skill dan kualitas SDM yang memadai baik keterampilan maupunetos kerja dan kepribadian. Untuk memperoleh hal tersebut, diperlukan asupan gizi yang cukup, baik di rumah maupun di masyarakat. Sehingga ketika mereka memasuki pasar kerja, mampu memperoleh peluang kerja yang tersedia. Disisi yang lain pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus mampu pula menciptakan pasar kerja yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

Jika dicermati lebih lanjut, ternyata 5,74% pendudukan Kabupaten Banyuwangi merupakan balita. Kondisi ini menuntut perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam penanganan penduduk balita terutama dari segi kesehatan dan investasi bidang pendidikan.

Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Dasar piramida penduduk menunjukan jumlah penduduk, dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menujukkan banyaknya penduduk laki-laki dan perempuan menurut kelompok umur lima tahunan.

Penduduk Kabupaten Banyuwangi menunjukan struktur umur penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan kelompok umur diatasnya. Pada piramida ini terlihat bahwa jumlah penduduk kelompok umur 0-4 tahun yang terletak pada dasar piramida mulai mengecil. Ini berarti angka kelahiran mulai menurun dibanding tahu-tahun, sebelumnya walaupun dari segi absolut tidak kecil. Demikian juga dengan jumlah penduduk 5-9 tahun masih terlihat lebar, berarti lima tahun kedepan dibutuhkan fasilitas pendidikan dasar dan menengah yang cukup untuk menampung penduduk kelompok ini.

Demikian pula jumlah penduduk pada kelompok 30-44 tahun menunjukan jumlah yang paling besar. Diduga penduduk kelompok umur ini adalah kelompok yang lahir pada tahun 1980an yang mulai memauki usia tersebut. Penduduk lansia (65 tahun ke atas), menunjukan proporsi yang masih kecil yaitu 8,87 persen.Namun dimasa depan proporsi penduduk lansia akan terus merambat naik,karena pergeseran umur penduduk serta usia haran hidup yang semakin meningkat .Pertambahan jumlah penduduk lansia ini harus mulai diantisipasi dari sekarang,karena kelompok ini akan terus membesar di masa depan,sehingga di perlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan,kesehatan,pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya.

RASIO JENIS KELAMIN

Rasio Jenis Kelamin (RKJ) adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya jumlah penduduk laki-laki dan banyaknya jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu.Biasanya dinyatakan dalam banyaknya jumlah penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan. Data rasio jenis kelamin ini berguna untuk pengembangan perencanaan pembangunan yang berwawasan  gender,terutama yang berkaitan dengan perimbangan pembangunan laki-laki dan perempuan secara adil.Selain itu,informasi rasio jenis kelamin juga penting diketahui oleh para politisi,terutama untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam parlemen.

Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio), Kabupaten Banyuwangi
KelompokUmur Laki-laki Perempuan Jumlah RJK
1 2 3 4 5
00-04 50.160 46.917 97.077 106.910
9-May 63.491 59.849 123.240 106.090
14-Oct 65.909 62.581 128.490 105.320
15-19 63.689 60.257 123.946 105.320
20-24 63.971 60.755 124.726 105.290
25-29 60.517 57.631 116.148 105.010
30-34 63.983 63.278 127.261 101.110
35-39 66.004 66.813 132.817 98.790
40-44 67.281 70.461 137.742 95.490
45-49 65.607 66.910 132.517 98.050
50-54 57.787 61.092 118.879 94.590
55-59 48.031 48.077 96.108 99.900
60-64 38.063 28.765 57.418 105.740
65-69 28.653 28.765 57.418 99.610
70-74 21.121 21.381 42.502 98.780
>75 23.396 26.559 49.955 88.090
Total 847.663 837.322 1.684.985 101.240

Jika dilihat menurut wilayah kecamatan, terlihat bahwa rasio jenis kelamin (sex ratio) disetiap kecamatan di atas 100, hanya ada tujuh (7) kecamatan yang dibawah 100 hal ini berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki di setiap kecamatan lebih banyak daripada perempuan.

Jika diamati masing masing wilayah kecamatan, maka terlihat bahwa kecamatan siliragung, memiliki rasio jenis kelamin tertinggi yaitu 103,60 diikuti kecamatan muncar sebesar 103,06 sedangkan rasio jenis kelamin terendah 98,17 terdapat di kecamatan glagah.


Rasio Jenis Kelamin Berdasarkan Kecamatan, di Kabupaten Banyuwangi
No Kecamatan Laki-Laki Perempuan RJK
n (jiwa) % n (jiwa) %
1 2 3 4 5 6 7
1 Pesanggaran 26.338 50.450 25.871 49.550 191.810
2 Bangorejo 32.661 50.720 31.731 19.280 102.930
3 Purwoharjo 34.787 50.570 34.007 49.430 102.290
4 Tegaldlimo 33.806 50.460 33.186 49.540 101.811
5 Muncar 65.967 49.210 25.871 19.300 254.980
6 Cluring 39.494 50.520 65.967 84.380 59.870
7 Gambiran 33.075 50.190 38.687 58.700 85.490
8 Srono 48.485 50.670 32.829 52.000 97.230
9 Genteng 45.892 50.560 47.199 52.000 97.230
10 Glenmore 45.892 60.620 44.874 59.270 102.270
11 Kalibaru 32.355 50.060 37.836 58.540 85.510
12 Singojuruh 26.012 50.000 32.280 61.940 80.720
13 Rogojampi 49.330 49.800 26.061 26.310 189.290
14 Kabat 36.983 50.290 49.718 67.610 74.390
15 Glagah 17.540 49.510 36.551 103.160 47.390
16 Banyuwangi 57.447 49.480 17.890 15.400 321.280
17 Giri 14.864 49.780 58.692 169.540 25.330
18 Wongsorejo 38.041 50.270 14.998 19.820 253.640
19 Songgon 28.361 50.030 37.630 66.380 75.370
20 Sempu 41.583 50.500 28.330 34.410 146.780
21 Kalipuro 39.842 49.710 40.753 50.840 97.760
22 Siliragung 24.280 50.970 39.842 83.640 60.940
23 Tegalsari 25.601 50.710 23.354 46.260 109.620
24 Licin 14.376 50.400 24.887 87.250 57.770
Total 853.086 50.630 849.044 50.390 100.480
 

RASIO KETERGANTUNGAN (Depency Ratio)

Rasio ketergantungan digunakan unuk melihat hubungan antara perubahan struktur umur penduduk dengan ekonomi secara kasar. Rasio ini melihat seberapa besar beban tanggungan yang harus dipukul oleh penduduk produktif terhadap penduduk yang tidak produktif. Penduduk produktif secara ekonomi adalah mereka yang berada pada umur 15-64 tahun, yang di anggap memiliki potensi ekonomi. Semakin rendah Depedency Ratio, maka semakin rendah pula beban kelompok umur produktif untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif.

Jumlah Penduduk Kabupaten Banyuwangi
Menurut Umur Muda, Umur Produktif dan Umur Tua
Kelompok Laki-Laki Perempuan L+P
Umur n (jiwa) % n (jiwa) % n (jiwa) %
1 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00
00-14 (UmurMuda) 179.56 21.18 169.35 20.22 348.91 20.71
15-64 (UmurProduktif) 594.93 70.19 591.27 70.61 1.186.203 70.40
65 (UmurTua) 73.17 8.63 76.70 9.16 149.88 8.89
Jumlah 847.66 Q837.332 829.58 100.00 1.684.985 100.00
RasioKetergantungan 42.48 41.26 42.05

Nampak bahwa 70,17 persen penduduk kabupaten Banyuwangi merupakan penduduk usia Produktif (Usia Kerja) yang berpotensi sebagai modal pembangunan, sedangkan penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (0-14 tahun) sebesar 20,95 persen dan penduduk yang di anggap kurang produktif atau tidak produktif lagi (65 tahun ke atas) sebesar 8,87 persen. Jika diperhatikan menurut jenis kelamin, jumlah penduduk usia produktif laki-laki lebih besar daripada usia penduduk produktif perempuan, terlihat pada kelompok usia lanjut penduduk perempuan yang lebih banyak, sedangkan pada kelompok usia muda terlihat bahwa penduduk perempuan lebih kecil di bandingkan dengan penduduk laki-laki.

Memperhatikan komposisi penduduk menurut kelompok usia muda, usia produktif, dan usia tua yang demikian, diketahui rasio ketergantungan kabupaten Banyuwangi tahun 2015 sebesar 42,50 per 100 penduduk usia kerja, yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia peoduktif (usia kerja) di Kabupaten Banyuwangi mempunyai tanggungan sekitar 42 penduduk usia non produktif, 29,86 % diantaranya berasal dari kelompok usia muda dan 12,64 % lainnya berasal dari kelompok usia lanjut.

Rasio ketergantungan total kabupaten banyuwangi jika dirinci menurut jenis kelamin, nampak bahwa angka beban tanggungan laki-laki lebih besar daripada perempuan, tetapi pada usia lanjut angka beban tanggungan perempuan menjadi lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan yang berusia lanjut terus bertambah dan jumlahnya melebihi laki-laki karena usia perempuan relatif lebih panjang.