DATA SEPUTAR KESEHATAN

Kesehatan masyarakat merupakan hal mutlak dan menjadi hak asasi mendasar yang harus dipenuhi dan diperhatikan oleh Pemerintah baik Pusat maupun daerah, tidak terkecuali dengan pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di seluruh dunia, Indeks Kesehatan Indonesia berada diurutan ke 101 dari 149 negara, artinya Indonesia masih berada dibawah untuk tingkat kesehatannya. Ada beberapa faktor untuk melihat tingkat kesehatan masyarakat yakni melalui Angka kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Usia Harapan Hidup (AHH).

1. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 Kelahiran

Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyuwangi dalam enam tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Pada Tahun 2019 Angka Kematian Bayi tercatat ada sebanyak 5 dari 1000 kelahiran hidup.

a. Angka Kematian Bayi (AKB) per Seribu Kelahiran Hidup

Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
7.20 7.30 8.20 6.09 6.80 5.50 4.80 5.90 4.70

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019

Dengan melakukan banyak inovasi dibidang pelayanan kesehatan, pemerintah berhasil menekan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Banyuwangi, salah satu upaya untuk Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (Sakina), Program Sakina untuk keselamatan ibu pada saat proses kelahiran. Program ini melibatkan puluhan personel yang disebut Laskar Sakina. Laskar Sakina melakukan pendataan di lapangan terhadap kesehatan ibu, terutama ibu hamil berisiko tinggi.

b. Jumlah Kematian Bayi (AKB)


Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
172 213 191 144 163 126 111 138

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019

Jumlah kematian bayi dari tahun 2011 - 2019 memiliki nilai yang fluktuatif. Nilai tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 213 bayi yang meninggal, di Tahun 2018 jumlah kematian bayi mencapai 138 jiwa nilai ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 111 jiwa.

2. Angka Kematian Ibu (AKI) per 100000 Kelahiran Hidup

Salah satu indikator kesehatan selain angka kematian bayi adalah angka kematian ibu, untuk terus menekan angka kematian ibu, pemerintah Banyuwangi terus melakukan terobosan agar jumlah ibu meninggal saat melahirkan terus berkurang, salah satunya adalah dengan program pemburu bumilristi (ibu hamil dengan resiko tinggi) yang digagas pertamakali oleh puskesmas Sempu. Program ini selain mengikutsertakan pelayan kesehatan juga penjual sayur keliling yang dibekali dengan smartphone untuk melaporkan bumilristi yang berada dipelosok daerah. Hasil laporan oleh penjual sayur keliling nanti yang akan ditindak lanjuti oleh petugas kesehatan untuk turun langsung dan memonitoring selama proses kehamilan sampai persalinan bumilristi. Program ini terbukti ampuh menjadikan kecamatan Sempu zero kematian ibu pada tahun 2015

Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
79 65.6 142.1 93.08 96.2 87 82.3 102.9 134.8

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019

a. Jumlah Kematian Ibu

Selama tahun 2011 – 2018 Jumlah kematian ibu terbesar terjadi pada tahun 2013 yang mengalami nilai tertinggi sebanyak 33 Kasus, berbeda dengan Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) justru mencapai angka tertinggi pada tahun 2013 yaitu 142 ibu dari 100000 kelahiran hidup. Namun angka tersebut sudah berhasil turun kembali di tahun 2014 hingga tahun 2017. Pada tahun 2018 kembali meningkat menjadi 103 per 100000 kelahiran hidup. Dan di tahun 2019 kembali meningkat menjadi 134,80 per 100000 kelahiran hidup.

Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
19 20 33 22 23 20 19 24

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019

3. Angka Balita Gizi Buruk

Kondisi Balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Banyuwangi cenderung mengalami penurunan dari tahun 2012 – 2019. Pada tahun 2019 Angka Balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Banyuwangi kembali menurun menjadi 0,45%.
Keadaan ini berpengaruh pada masih tingginya angka kematian bayi.Menurut WHO lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk, oleh karena itu masalah gizi perlu ditangani secara cepat dan tepat.Perawatan gizi buruk dilaksanakan melalui rawat inap dan rawat jalan.Anak gizi buruk disertai komplikasi penyakit dirawat di Puskesmas Perawatan / TF (Therapeutic Feeding Center) atau Rumah Sakit Pemerintah atau Rumah Sakit Swasta. Sedangkan anak gizi buruk tanpa komplikasi dapat dirawat jalan Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk dari suatu negara.
Meningkatnya perawatan kesehatan melalui Puskesmas, meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya.

Persentasi Angka Balita Gizi Buruk (%)


TAHUN (%)
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
1.09 0.96 0.9 0.6 0.57 0.55 0.56 0.49
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019

4. Angka Harapan Hidup (AHH)

Angka Harapan Hidup saat Lahir didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. AHH mencerminkan derajat kesehatan suatu masyarakat. AHH dihitung dari hasil sensus dan survei kependudukan.
Angka harapan hidup di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2011-2019 sudah cukup baik, cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan yang paling signifikan terjadi pada tahun 2019 sebesar 70.41 tahun.

Angka Harapan Hidup Kabupaten Banyuwangi


TAHUN
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
69.70 69.79 69.88 69.93 70.03 70.11 70.19 70.34 70.41 (*)

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019 (*Proyeksi)

Dengan melihat tingkat kesehatan masyarakat melalui Angka kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Usia Harapan Hidup diatas, maka diperoleh Indeks Kesehatan Kabupaten Banyuwangi sebesar 0.78.

Indeks Kesehatan Kabupaten Banyuwangi


TAHUN
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
0.76 0.77 0.77 0.77 0.77 0.77 0.77 0.77 0.78 (*)

Sumber : Badan Pusat Statistik Prov. Jawa Timur (*Proyeksi)