Aa Gym: Sampaikan Ilmu dengan Hati

Selasa, 5 Agustus 2014


BANYUWANGI –  Usai  hari raya Idul fitri 1435 H, Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar halal bihalal dengan ribuan tenaga guru dan tenaga kesehatan Banyuwangi di Taman Blambangan, Selasa (5/8). Istimewanya, halal bihalal itu diisi dengan ceramah dari  da’I kondang KH. Abdullah Gymnastiar.

Selama dua jam penuh para guru dan tenaga kesehatan tidak beranjak dari duduknya, mereka antusias mendengarkan tausiyah dari KH. Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa Aa Gym. Nasehat-nasehat yang disampaikan dengan penuh semangat dan sesekali diselingi canda segar membuat suasana tausiyah jauh dari rasa bosan.

Di awal tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan kembali akan nikmat terbesar umat manusia yakni Iman Islam. Keimanan dapat tumbuh subur apabila terus dipupuk dengan ilmu. Dan ilmu dapat diperoleh salah satunya melalui perantara para guru. “Nikmat yang kedua adalah sehat wal afiat, yaitu sehat yang bermanfaat, terimakasih pada pelayan kesehatan yang ikut berperan dalam menjaga kesehatan kita,” sapa Aa Gym kepada para guru dan tenaga kesehatan.

Aa Gym melanjutkan, para guru memiliki tugas untuk mendidik para murid disekolah. Namun apabila dalam mendidik tidak menggunakan hati maka tidak akan sampai ilmu yang diberikan kepada para murid. “Kalau ingin murid baik, maka ilmu yang diberikan harus keluar dari hati, ” kata Aa gym.

Aa gym menekankan basis pendidikan adalah kasih sayang. Sebagaimana Rasulullah SAW yang selalu bersikap rohman kepada umatnya. Aa Gym juga meminta agar guru menghindari kata-kata jelek dan amarah pada murid. “ Kalaupun memberikan hukuman harus adil, bukan karena marah tapi untuk membantu anak agar lebih baik,” pintanya.

Untuk itu Aa gym berpesan agar kalangan pendidik lebih fokus untuk mengawali perbaikan diri masing-masing.  “Jangan sampai terlalu fokus ke murid, perbaikan dirinya tidak sebanding dengan semangat memperbaiki murid. Semangat memperbaiki diri tidak boleh kalah dengan semangat memperbaiki orang lain,” tutur Aa Gym.

Aa Gym pun mengaku kagum dengan acara yang diselenggarakan oleh Bupati Anas ini untuk para guru dan tenaga kesehatan. Namun Aa Gym berpesan agar diadakan program yang lebih terstruktur dan kontinyu agar para guru dan tenaga kesehatan bisa mencapai hati yang bersih. “Kalau hati bersih semua nyaman dan bisa melaksanakan tugas dengan baik,” cetus Aa Gym.

Pendiri pesantren Daarut Tauhid itu juga secara khusus berpesan tentang pelaksanaan ujian nasional sekolah (Unas). Aa Gym meminta agar sekolah harus siap dengan semua konsekuensinya. Apabila ada siswa yang tidak lulus tidak perlu malu. “ Jangan sampai mengawali ketidakjujuran dari pendidikan, itu dosa besar. Sekolah yang tidak lulus 100 persen belum tentu sekolah jelek tapi bisa jadi sekolah jujur,” pesan Aa.

Dalam ceramahnya,  da’i pencetus Manajemen Qolbu ini juga menyampaikan tentang berbagai penyakit hati yang harus dihindari untuk memperoleh hati yang bersih. Yakni takabur, egois, norak, galak, iri dan licik (tengil). “Kalau hati bersih, semua nyaman dan hidup bahagia,” tutur Aa Gym.

Di akhir acara Aa gym sempat menyatakan keterkejutannya dengan Banyuwangi. Dia tidak menyangka kalau Banyuwangi adalah kota yang indah, bersih dan ditata dengan profesional. "Saya sempat keliling Banyuwangi dan takjub dengan keindahan Banyuwangi, hati saya juga tergerak untuk menyumbangkan sesuatu di Banyuwangi," ujar Aa Gym yang sempat mengisyaratkan akan membangun pondok pesantren di Banyuwangi.

Sementara itu Bupati Anas mengatakan kehadiran KH. Abdullah Gymnastiar sebagai salah satu ikhtiar pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi para tenaga pendidik dan kesehatan. Selain itu konsep manajemen Qolbu yang dibawa Aa Gym menjadi inspirasi untuk membangun daerah lebih baik. “ Sudah saaatnya daerah tidak lagi dikelola dengan manajemen konflik tapi menggunakan manajemen qolbu untuk mendapatkan daerah yang maju dalam pembangunan sekaligus maju dalam akhlak manusianya,” kata Bupati Anas. (Humas &Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :