Berbagai Potensi Banyuwangi Ditampilkan di Banyuwangi Art Week (BAW) 2015
Sabtu, 28 Maret 2015
BANYUWANGI- Puluhan stand Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berderet memadati areal sebelah barat Taman Blambangan Banyuwangi. Mereka berlomba-lomba memamerkan produk unggulan khas Banyuwangi kepada masyarakat. Seperti batik, produk logam berupa pisau dan keris, souvenir, handycraft, ornamen dari bambu, kaligrafi, furniture, kaos ber-jargon asli Banyuwangi, hingga aksesoris dari manik – manik maupun batu akik. Pemandangan itulah yang tampak dalam gelaran Banyuwangi Art Week (BAW) 2015 yang dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (28/3).
Berbagai produk yang dipamerkan itu mengundang perhatian masyarakat. Mereka terlihat antusias melihat dan memilih-milih barang yang dipamerkan di masing-masing stand. Sofia, salah satu pengunjung, sengaja datang bersama kedua buah hatinya untuk mengedukasi putranya tentang beragam potensi seni dan budaya Banyuwangi. “Disini saya bisa melihat banyak kerajinan asli Banyuwangi. Ini bagus untuk mengajarkan kepada anak saya kekayaan daerah kelahirannya. Apalagi di sini juga ada stand yang mengajarkan teknik melukis batik tradisional,” tutur Sofia. Selain itu, lanjut Sofia, dia bisa membeli dan bebas memilih produk khas Banyuwangi tanpa harus jauh-jauh ke tempat produksinya. Karena semuanya sudah tumplek bleg di tempat ini.
Selain pengunjung, pelaku UMKM juga menyambut baik even BAW ini. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk buatannya kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini. Bayu Wilie Pratama, pengrajin asal Desa Gintangan, Rogojampi, menuturkan lewat even semacam ini pihaknya bisa bertemu langsung dengan konsumen.” Jika tertarik dengan produk kami, mereka bisa membeli di stand ini. Untuk permintaan barang yang tidak tersedia di tempat ini, mereka bisa datang ke showroom kami. Selain itu, kami juga membuka ruang diskusi bagi pengunjung yang ingin meng-order barang sesuai permintaannya. Baik melalui website atau datang langsung ke showroom,” tutur Bayu.
Interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat tersebut direspon positif oleh Bupati Anas. “Inilah tujuan kami merangkul para pelaku UMKM. Selain mendongkrak ekonomi kreatif, even ini juga untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap budaya lokal,” cetus Bupati Anas.
Ditambahkan Bupati Anas, BAW tahun ini juga semakin semarak dengan adanya pentas atraksi seni dan budaya di malam hari. Yakni fashion on the street, yang menampilkan fashion show tentang UMKM, seperti batik, baju-baju modern yang akan diperagakan model-model lokal. Panggung ini juga menyuguhkan talent penyanyi lokal untuk show dengan lagu-lagu Using, dangdut ataupun pop. Sehingga masyarakat tak hanya puas berbelanja dan melihat stand-stand pameran, tetapi juga terhibur.
Saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang. Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun 2011 yang hanya 131 ribu UMKM. Gelontoran kredit dari perbankan ke sektor UMKM Banyuwangi menembus angka Rp 1 triliun. Walhasil, sektor ini pun menjadi salah satu penyangga bagi gerak perekonomian di Bumi Blambangan.
Selain dorongan pembiayaan, fasilitasi berupa pendampingan dan promosi giat dilakukan. Secara berkala, ada pendamping dari dinas terkait melakukan pelatihan manajemen pemasaran, manajemen pemasaran, dan diversifikasi usaha.
Pendampingan pemasaran berbasis online juga dilakukan. Di Banyuwangi, ada komunitas penggiat teknologi informasi yang dilibatkan untuk melatih dan mendampingi UMKM yang ingin membangun pemasaran via online. (Humas & Protokol)