Bupati Anas Tinjau Jalan Lingkar Utara

Rabu, 14 Agustus 2013


ROGOJAMPI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau jalan lingkar utara, Selasa (13/8). Didampingi Kepala BAPPEDA; Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang;  Kepala Bagian Pembangunan dan Kepala Bagian Humas & Protokol, bupati turun langsung melihat kondisi jalan yang terbentang dari Desa Lemahbangdewo (Kecamatan Rogojampi) hingga Desa Labanasem (Kecamatan Kabat) itu.

Dijelaskan Bupati Anas, jalan lingkar utara yang diusulkan pembangunannya kepada pemerintah pusat dan provinsi ini, dimaksudkan sebagai jalan pengurai kemacetan. “Ini adalah domainnya pemerintah pusat dan provinsi, karena jalan ini masuk dalam jaringan jalur strategis nasional. Kalau soal kemacetan, macet itu kan ada macet harian seperti di Jakarta dan ada pula macet tahunan seperti di musim mudik saat ini. Memang harus ada skala prioritas, mana yang mau diselesaikan terlebih dahulu,”ujar bupati.

Sepanjang jalur Rogojampi – Banyuwangi memang kerap terjadi kemacetan, utamanya saat jam-jam sibuk (rush hour). Sementara macet tahunan lantaran  tradisi mudik lebaran, ada di titik – titik tertentu, dan menurut bupati perlu disudet untuk meng-cover kemacetan tersebut. “Dilihat dari skala prioritas anggaran, tahun kemarin memang masih difokuskan untuk pemeliharaan jalan. Mudah-mudahan setelah jalur utama selesai, jalur baru  ini bisa segera digarap,”harap bupati. Karena itu bupati menginstruksikan kepada SKPD terkait untuk segera menyelesaikan desain detail tata ruangnya . “Sebelum ini diusulkan dibangun, desain detail tata ruangnya akan diselesaikan. Sebab kalau tidak, tanah ini bisa dikuasai spekulan dan pengembang,”tegas bupati. Bahkan bupati meminta agar di sepanjang kawasan itu jangan ada  pabrik-pabrik, ruko-ruko dan perumahan-perumahan baru.Dan tak hanya jalan, di kawasan itu juga akan dibangun jembatan yang pembangunannya juga diusulkan pada pemerintah provinsi.

Untuk menguraikan kemacetan pula, Pemkab Banyuwangi saat ini juga tengah berkonsentrasi membebaskan lahan di sepanjang jalur Desa Setail hingga Genteng. Tahun ini dianggarkan total Rp. 8 miliar untuk pembebasan lahan sepanjang 7 Km tersebut. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :