Dahlan Iskan Ngopi Bareng dengan 10.000 Masyarakat Kemiren
Rabu, 20 November 2013
BANYUWANGI – Performa Menteri BUMN Dahlan Iskan yang selalu merakyat selalu dielu-elukan masyarakat dimanapun berada. Seperti yang terjadi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Selasa (19/11), ribuan masyarakat sejak sore sudah menunggu di pinggir jalan untuk menyambut kedatangan Dahlan Iskan. Bahkan untuk menyambut kedatangan menteri yang dikenal bersih itu, setiap rumah yang berlokasi di tepi jalan Desa Kemiren mengeluarkan meja berisikan perlengkapan ngopi yang khas Desa Kemiren. Mulai teko, cangkir, termos jaman kuno menjadi pemandangan yang manis sekali. Selain kopi, di atas meja itu juga dilengkapi makanan ringan sebagai pendamping kopi seperti pisang goreng, tahu goreng dan degan (kelapa muda) goreng khas Kemiren.
Dengan adanya acara ngopi bareng ini, Desa Kemiren berubah menjadi lautan kedai kopi sepanjang jalan Desa Kemiren. Bahkan ngopi ini disuguhkan kepada siapa saja yang singgah di Kemiren alias gratis. Tak ayal, semua warga baik dari Kemiren dan desa luar berbondong-bondong untuk bergabung ngopi bareng dalam suasana yang penuh guyub dan akrab itu. “Ini kegiatan yang sangat menarik. Jarang ada ngopi bareng bersama hingga ribuan orang,” kata Pramuji, dari Banyuwangi.
Tradisi menyuguhkan kopi ini dilakukan sebagai wujud keramahan warga dalam menyambut tamu dengan menyuguhkan hidangan terbaik yang mereka miliki, yang tak lain kopi khas Kemiren. Suasana itu pula yang membuat Menteri BUMN terharu dan meneteskan air mata saat tiba di Kemiren pukul 22.30 WIB. Meski malam telah menyelimuti, warga Desa Kemiren tetap setia menunggu Dahlan Iskan. “Kami senang menyambut Pak Menteri, kami juga ingin menunjukkan budaya kami yang tiada duanya,” kata salah seorang warga.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menaruh apresiasi yang tinggi dan sangat menghargai warga yang masih bergeming di depan rumah dan sepanjang jalan, meski udara dingin menyelimuti mereka.
Untuk menghormati warga, Dahlan Iskan juga rela berjalan kaki sepanjang satu kilometer dengan menyinggahi setiap warga yang menyuguhkan kopi sambil menyapa dan bersalam-salaman dengan warga desa. “Kopai Kemiren ini mewakili kopi khas Banyuwangi. Kegiatan ngopi bareng 10.000 cangkir Kopai Kemiren akan semakin mengukuhkan keistimewaan kopi Banyuwangi di mata dunia,” kata Iwan Subekti, salah satu tokoh masyarakat Desa Kemiren. (Humas & Protokol)