Hari Kelima Ramadan, Bupati Anas Berbuka Puasa di Desa Paling Ujung Selatan Banyuwangi

Kamis, 1 Juni 2017


 

BANYUWANGI- Memasuki hari kelima Ramadhan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengunjungi daerah paling ujung selatan Banyuwangi. Tepatnya di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Rabu (31/5).

Desa ini terletak 80 kilometer arah Selatan Kota Banyuwangi. Mencapai desa ini, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk menempuhnya. Jalan yang dilalui berliku dan menanjak. Sebelum periode Bupati Anas, Sarongan kurang tersentuh pembangunan jalan. Warga telah terbiasa dengan jalan-jalan rusak. Kini, desa ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur jalan. 

"Saya sengaja ke desa Sarongan ini, untuk melihat progres pembangunan infrastruktur. Infrastruktur di sini pengerjaannya juga dikeroyok bareng pihak perkebunan. Harus sinergis, biar cepat," kata Anas. 

Di Desa Sarongan terdapat objek wisata unggulan Banyuwangi, yakni Pantai Teluk Hijau, yang kini ramai dikunjungi wisatawan. Juga Pantai Sukamade yang dikenal sebagai sarang penyu bertelur, untuk menuju kesana harus melalui desa ini. "Karena itu pembangunan infrastruktur menjadi hal yang penting di Sarongan," ucap dia. 

Sembari menuju lokasi buka bersama, Anas menyempatkan diri meninjau pembangunan jalan. Baik yang telah dibangun maupun yang akan. "Sekalian cek mana saja jalan akses yang perlu dibangun," jelas dia.

Di desa ini, Anas buka bersama dengan ratusan warga di Pasar Sarongan. "Tahun ini akan kita tuntaskan pembangunan infrastruktur jalan di Sarongan, dan desa-desa yang lokasinya berada di paling ujung," kata Anas di hadapan warga. 

Selain itu, Anas mengunjungi desa ini juga karena Sarongan terkenal dengan desa yang menjunjung tinggi keberagaman. Desa ini terkenal keberagamannya karena di sini latar belakang masyarakatnya beragam. Ada yang agama Islam, Kristen, Budha, dan Hindu.  

"Selama ini, Sarongan terkenal akur dan menjunjung keberagaman. Seiring Hari Lahir Pancasila, saya berharap semangat gotong royong dalam keberagaman di Sarongan ini menjadi inspirasi kita semua untuk merajut keberagaman kita," kata bupati berusia 43 tahun tersebut. (*)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :