Hari Pertama Puasa, Harga Sembako Masih Fluktuatif

Rabu, 10 Juli 2013


BANYUWANGI – Hingga  hari pertama puasa Ramadhan 1434 Hijriah, Rabu (10/7),  harga kebutuhan barang pokok masih terus berubah. Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Hary Cahyo Purnomo, tidak stabilnya harga sembako disebabkan karena permintaan saat ini meningkat. “Harga sejumlah bahan pokok memang fluktuatif. Kadang bisa anjlok, bahkan pula terkadang bisa naik drastis. Biasanya itu diakibatkan oleh permintaan yang meningkat atau faktor minimnya pasokan,” terang Hary.  

Untuk memantau harga bahan pokok di beberapa pasar di Banyuwangi, Disperindagtam terus melakukan update per day dan menginformasikan naik turunnya harga tersebut kepada masyarakat melalui website. Hari ini saja, kata Hary, ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan atau penurunan harga. “Jika daging sapi masih tetap pada kisaran Rp. 90 ribu, tidak demikian dengan daging ayam broiler dan ayam kampung. Kemarin (9/7), harga daging ayam broiler masih Rp. 28.400,-. Hari ini naik menjadi Rp. 31.500,-. Sementara daging ayam kampung yang kemarin Rp. 60.500,-, hari ini turun lima ratus rupiah menjadi Rp. 60.000,-,”jelas Hary.

Tak jauh berbeda dengan harga daging ayam, tutur Hary, harga telur ayam pun juga berubah. Telur ayam ras yang kemarin Rp. 19.700,- sekarang menjadi Rp. 20.000,-. Sedangkan telur ayam kampung dari Rp 27.600,- turun menjadi Rp. 24.000,-. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan 2 liter (merk Bimoli) yang semula Rp. 24.800,- naik menjadi Rp. 26.000,-. Begitu pula dengan minyak goreng tanpa merk (minyak goreng curah) yang kemarin seharga Rp. 9.800,- kini menjadi Rp. 10.250,-. Cabe juga mengalami kenaikan. Untuk cabe biasa dari Rp.19.000,- naik Rp. 21.000,-, sedangkan cabe rawit justru mengalami kenaikan tajam  dari Rp. 46.000,- menjadi Rp. 65.000,- Namun untuk beras, harga masih relatif stabil. Beras jenis bengawan harganya masih tetap sama Rp. 9000,-, jenis mentik Rp.8.700,-, sementara  jenis IR 64 yang kemarin Rp. 8.710 hari ini menjadi Rp. 8.700,-

Sementara itu, dikonfirmasi terkait persediaan beras di Banyuwangi, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Dewa Made Wicaksana mengatakan, jumlahnya mencukupi hingga lebaran nanti. “ Ketersediaan beras di  Banyuwangi sebagai bahan pangan utama sampai bulan ini sejumlah 107.045 ton. “Jumlah itu masih surplus dan cukup hingga lebaran, karena kebutuhan per bulannya antara 11 ribu sampai 12 ribu ton,”beber Made. (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :