Kemenpar Gelar Rakor Asistensi Tata Kelola Destinasi Pariwisata Cluster Banyuwangi

Kamis, 20 Juli 2017


BANYUWANGI - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Aksi, Rabu (19/7) di Hotel El Royale Banyuwangi. Tindak lanjut aksi tersebut dalam rangka Program Asistensi Tata Kelola Destinasi Pariwisata Khusus Cluster Banyuwangi.

Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko membuka acara tersebut bersama Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Khusus Kemenpar, Kusnoto. Dipercaya sebagai kabupaten yang mendapatkan asistensi atas tata kelola pariwisata khusus ini, Yusuf mengaku, Pemkab Banyuwangi merasa mendapatkan kehormatan.

“Ini sangat berguna sekali bagi Banyuwangi yang sedang menata destinasi pariwisatanya. Saya berharap, seluruh stakeholders yang hadir tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berdiskusi, menimba ilmu banyak-banyak lewat kegiatan ini. Sehingga apa yang didapat bisa diterapkan untuk membangun Banyuwangi,” kata Yusuf.

Senada dengan Yusuf, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Khusus Kemenpar, Kusnoto mengatakan, kegiatan ini diadakan Kemenpar untuk memetakan permasalahan yang dialami daerah. “Jadi kita membaca permasalahan yang ada, kemudian dilakukan pemetaan. Destinasi ini butuh apa saja, jadi penanganannya tepat sasaran,” ujar Kusnoto.

Mengapa kegiatan ini diselenggarakan di Banyuwangi? Sebab, kata Kusnoto, Banyuwangi masuk ke dalam 10 destinasi unggulan di Indonesia. “Ijen masih menjadi primadona yang paling dicari para turis mancanegara maupun domestik,”tukas Kusnoto.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda, memperinci satu per satu destinasi andalan di Banyuwangi yang bernilai jual tinggi. Antara lain Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pulau Merah.

Terkait Ijen, terang Bramuda, pihak pemkab terus mendorong agar berbagai hal pendukung bisa berjalan. “Kami juga telah memikirkan terkait amenitas, pemberdayaan masyarakat dan pola pemasaran yang mencakup branding, advertising dan selling di masing-masing destinasi tersebut,” tutur Bramuda.

Bramuda mencontohkan bagaimana pemkab mengelola Kawah Ijen. “Kami telah memperbaiki jalan yang rusak mulai dari bawah hingga ke Paltuding, desa terakhir di kaki Ijen. Untuk peningkatan atraksi, kita juga bikin beberapa event di beberapa jalur menuju Ijen. Mulai dari International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Banyuwangi Ijen Green Run, Jazz Ijen, hingga Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek,”jelas Bramuda.

Masyarakat pun, imbuh Bramuda, secara bertahap mendapatkan program pendampingan untuk meningkatkan taraf pendapatan mereka. Di antaranya pendirian dan pengelolaan homestay dan  pengadaan kuliner khas desa setempat yang dikemas dengan apik.

Dengan pemetaan yang dilakukan Kemenpar, lanjut Bramuda, akan semakin memperkuat upaya yang telah dilakukan pemkab. “Sehingga nantinya ada penekanan yang bisa kita tambahkan, misalnya terkait kurangnya jumlah toilet, tempat ibadah atau pun rest area,” beber Bramuda.

Rakor ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa dinas terkait di lingkungan Pemkab Banyuwangi, para  camat,  kalangan perbankan dan pihak Taman Nasional Meru Betiri, Alas Purwo dan BKSDA Ijen, serta kelompok sadar wisata. (*) 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :