Putar Night Bus, Banyuwangi Nonton Bareng Aktor Utamanya

Minggu, 26 November 2017


Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi mendapatkan kehormatan tersendiri. Film terbaik ajang Festival Film Indonesia 2017, Night Bus, diputar untuk pertama kalinya pasca memenangi even tersebut. Bahkan, aktor utamanya Teuku Rifnu Wikana juga hadir turut menyaksikan pemutaran film tersebut.

Film Night Bus yang diputar pada even nonton bareng (nobar) Apresiasi Film Indonesia (AFI) berhasil membuat penontot terlarut dalam alur ceritanya yang menegangkan. Film tersebut diputar pada hari kedua nobar Sabtu Malam, (26/11) di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi. 

Teuku mengaku bangga bisa nobar filmnya sendiri bareng ratusan  masyarakat Banyuwangi. 

"Saya senang sekali Film kami disambut hangat oleh warga Banyuwangi. Banyuwangi sendiri adalah kota pertama yang memutar film ini setelah menang piala FFI 2017, semoga sambutan positif di Banyuwangi ini juga akan menular di kota kota lain nantinya," ujar Teuku. Film ini memenangkan 6 piala FFI 2017.

Night Bus merupakan film yang mengambil genre thriller, berbeda dari film Indonesia pada umumnya. Film night bus menceritakan kisah perjalanan para penumpang sebuah bus menuju daerah bernama Sampar. Dalam perjalanan, bus tersebut terjebak konflik antara aparat dan pemberontak.

Film ini sebenarnya terinspirasi dari perjalanan yang dialami oleh Teuku Rifnu Wikana pada tahun 1999, yang kemudian ia tuliskan menjadi cerpen berjudul Selamat.

"Film ini menyuguhkan tema konflik yang jarang diangkat ke layar lebar oleh sineas nasional. Ini perlu untuk ditonton untuk memberikan pengalaman baru bagi pecinta film Indonesia. Sekaligus untuk memberikan pesan bahwa konflik apapun tidak pernah memilih korban. Siapapun termasuk saya dan anda bisa menjadi korbannya," ujar Teuku.

Para penonton malam itu pun sangat terhibur dengan tontonan tersebut. Meski berakhir tengah malam, ratusan penonton tidak beranjak dari lokasi pemutaran film. Sebum Night Bus, diputar film Mencari Hilal.

Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kementrian Pendidikan Maman Wijaya mengatakan, even nobar AFI menampilkan film Night Bus karena merupakan film terbaik pada even bergengsi penghargaan perfilman tanah air FFI 2017. 

"Kami ingin memberikan pengalaman film yang terbaik bagi masyarakat Banyuwangi. Semoga dengan film ini menambah referensi dan menambah semangat munculnya sineas potensial daerah," kata Maman.

AFI menggelar serangkaian kegiatan di Banyuwangi. Mulai dari workshop penyutradaan dan penulisan film, kuratorial, workshop pemanfaatan film di dunia pendidikan, hingga kuliah umum tentang film. Rangkaian kegiatan AFI ini diisi nonton bareng yang digelar selama dua hari 25-26 November. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :