Terima Adipura, Bupati Berikan Satu Tahun Gajinya untuk Tukang Sapu
Rabu, 12 Juni 2013
BANYUWANGI – Sebagai ungkapan terima kasih atas kerja keras para Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) hingga berbuah Piala Adipura, Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan akan menghadiahkan satu tahun gajinya untuk dibagi-bagikan pada para pahlawan kebersihan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Bupati Anas di halaman depan Pemkab usai mengarak Piala Adipura keliling Banyuwangi, Rabu (12/6), di hadapan 200 THL.
“Para pesapon (THL tukang sapu) ini luar biasa. Dengan tanggung jawabnya yang tinggi, mereka bekerja siang malam membersihkan Banyuwangi, dan ditugaskan di tiap ruas jalan dengan pengawasan koordinatornya masing-masing. Selain itu mereka juga bersiaga di beberapa titik pantau jika hujan turun,”ujar Bupati. Tanggung jawab mereka tersebut, tutur Bupati Anas, akan diapresiasinya dengan memberikan gajinya sebagai bupati selama 1 tahun, mulai Juni 2012 hingga Mei 2013 . “Harapan saya, pihak-pihak swasta termasuk warung-warung makan yang daerahnya rutin dibersihkan oleh pesapon ini nantinya juga akan memberikan reward pada para pesapon,”himbau Bupati Anas.
Tak sia-sia. Upaya Bupati Anas dan pejabat komponen Pemkab Banyuwangi yang memperhatikan para pesapon, diantaranya dengan mengikutsertakan pesapon menjadi peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) serta mengumrohkan pesapon teladan, menjadikan mereka punya motivasi kerja yang tinggi. “Berkat kesiapsiagaan mereka didukung partisipasi masyarakat dalam menciptakan Banyuwangi yang bersih, tim penilai Adipura memberikan point yang cukup tinggi,”acung jempol Bupati Anas.
Ke depan, Bupati berharap, partisipasi masyarakat semakin meningkat. Salah satunya dengan mendorong program Bank Sampah. Bank Sampah adalah tempat pengolahan sampah, dimana sampah tertentu akan disortir, mana yang bisa dimusnahkan dengan cara dibakar dan mana yang bisa didaur ulang kembali. Bupati akan mendorong Bank Sampah berbasis kecamatan. Sehingga program Bank Sampah ini tak hanya berjalan di tingkat kabupaten saja.
Anugerah penghargaan atas kebersihan yang diraih Banyuwangi tak hanya Piala Adipura saja, tapi juga Piala Adiwiyata Mandiri yang melibatkan masyarakat di tingkat sekolah. Dua piala prestisius itu dikirab mulai dari Bandara Blimbingsari hingga tengah kota Banyuwangi. Semangat dan rasa bangga tampak terpancar dari para guru dan pelajar SMKN 1 Banyuwangi yang sekolahnya mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri tersebut.
Islami Nurhalimah, salah satu peserta kirab yang juga siswi SMKN 1 Banyuwangi mengatakan, seluruh guru dan siswa sangat bangga sekolahnya dinobatkan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. “Di sekolah kami budaya bersih itu sudah dilakukan sejak dulu. Tiap pekan, siswa dan guru pasti rutin bekerja bakti. Adanya penghargaan ini akan semakin memotivasi seluruh warga sekolah kami untuk semakin peduli kebersihan ,”ujar siswi yang duduk di kelas XI Jurusan Multi Media II ini.
Di seluruh rute yang dilalui, masyarakat terlihat menyambut dengan antusias arak-arakan Piala Adipura dan Adiwiyata Mandiri tersebut. Bahkan beberapa siswa tampak berjajar di sepanjang rute yang dilalui sambil menyanyi, bersorak-sorak dan melambaikan bendera-bendera mini. Ada pula warga yang sengaja membawa alat-alat musik seperti angklung, gamelan, drum band, rebana dan gong, sekaligus menampilkan tari-tarian seperti Gandrung dan Barongan. Begitu tiba di rute terakhir yakni di depan Pemkab, Bupati Anas ditandu oleh para pesapon menuju halaman depan Pemkab sambil membawa Piala Adipura. “Terima kasih ya atas kerja kerasnya. Penghargaan ini untuk kita semua,”teriak Bupati disambut sorak-sorai para pesapon. (Humas & Protokol)