Wabup Buka Gathering Penggerak Kelompok Donor Darah Sukarela PMI

Minggu, 31 Juli 2016


BANYUWANGI – Untuk meningkatkan komunikasi dan silaturahmi dengan para pendonor sukarela dan penggerak donor darah sukarela (DDS), Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Banyuwangi menggelar gathering penggerak kelompok DDS di hall Hotel Ketapang Indah, Minggu (31/7). Gathering yang baru kali pertama digelar ini dibuka Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko.

Hadir dalam acara tersebut, Unit Transfusi Darah Pusat PMI Jakarta dr. Putri Sri Hartaty, pengurus Forum Komunikasi Dermawan Darah Jawa Timur Ir. Pamudji, pengurus organisasi PMI Banyuwangi, serta pimpinan Rumah Sakit Negeri dan Swasta se-Banyuwangi.

Saat menyampaikan sambutannya, Wabup Yusuf menyampaikan apresiasinya atas terselengaranya kegiatan tersebut. Gathering ini, menurut Wabup, merupakan langkah yang tepat untuk mengintensifkan komunikasi antara PMI khususnya UTD dengan para pendonor sukarela dan penggerak kelompok DDS.

“Melalui gathering semacam ini, UTD dan antar kelompok DDS akan semakin mudah berkomunikasi sehingga akan terjalin koneksi yang lebih luas. Dengan demikian, harapannya kebutuhan darah bagi seluruh pasien di Banyuwangi bisa terpenuhi,” kata Wabup Yusuf yang juga merupakan Ketua PMI cabang Banyuwangi ini.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menyapa para undangan melalui aplikasi face time live dari Jember mengajak agar seluruh stakeholder termasuk PMI untuk terus bekerja keras dan berinovasi tiada henti, untuk mengambil langkah-langkah cepat dari daerah lain. “PMI ini adalah salah satu stakeholder penting bagi Banyuwangi. Mari ajak lingkungan kita dengan terobosan-terobosan yang kita punya untuk memajukan daerah,” kata Bupati Anas.

Bupati pun sempat memberikan berbagai contoh inovasi Banyuwangi yang telah berhasil menghantarkan Banyuwangi meraih penghargaan-penghargaan bergengsi. Salah satunya penghargaan tingkat dunia di bidang pariwisata dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Namun demikian, Bupati Anas juga mengingatkan agar berbagai prestasi membanggakan tersebut tidak lekas membuat Banyuwangi berbangga, namun tetap waspada dan terus berinovasi.

“Tiada kata lain selain terus bekerja keras dan menciptakan inovasi baru. Jangan berpuas diri, karena daerah lain di sekitar kita terus mengejar kesuksesan Banyuwangi. Sekali kita lengah, tidak hanya di jalan lurus, tapi juga di tikungan kita akan tersalip oleh daerah lain,” pesan Bupati Anas.

Di sisi lain, kepala UTD Banyuwangi dr. Rezekiyanti menambahkan kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memberikan pembekalan khusus kepada koordinator/ penggerak DDS, mengingat mereka adalah ujung tombak sebuah kelompok DDS.

“Penggerak yang aktif, berwawasan luas, memiliki komitmen yang tinggi serta mempunyai hubungan baik dengan PMI dan UTD sangat kita perlukan. Mereka kita kumpulkan di sini dan kita bekali wawasan untuk meningkatkan nilai kerelaan dan kemanusiaan mereka dalam kegiatan donor darah,” kata dr. rezekiyanti yang juga ketua panitia kegiatan ini.

Harapannya, lanjut dia, para penggerak tersebut akan lebih aktif mengkampanyekan donor darah sukarela. Serta  menggerakkan anggotanya dan masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela. “Selain agar kebutuhan darah di Banyuwangi bisa terpenuhi, juga agar target yang digariskan WHO yaitu donor sukarela sebesar 2 persen penduduk dapat terealisasi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kebutuhan darah di Banyuwangi pada tahun 2015 sebesar 20 ribu kantong. Dari kebutuhan tersebut, 98 persen sudah mampu terpenuhi dari pendonor sukarela. Hingga bulan Juni tahun 2016, jumlah kebutuhan darah Banyuwangi mencapai 10.063 kantong. Namun, PMI Banyuwangi mampu memperoleh hingga 10.368 kantong darah. “Jumlah tersebut melebihi kebutuhan darah hingga bulan Juni,” ungkap dr. Rezekiyanti.

Sedangkan untuk mengatasi problem kebutuhan darah saat bulan puasa, UTD telah melakukan beberapa upaya, diantaranya pengambilan darah di gereja, pura, dan wihara pada pagi hari, dan masjid pada malam hari; donor darah on the bus di taman Sritanjung dan Taman Blambangan; serta donor darah tour the hospital di 12 rumah sakit selama bulan puasa.

“Dengan strategi tersebut, alhamdulillah kebutuhan darah selama bulan puasa 100 persen dapat kami penuhi,” pungkas dr. Rezekiyanti.

Gathering ini dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada 14 pendonor yang telah melakukan donor darah hingga 75-100 kali. Selain itu,  juga ada seminar tinjauan medis donor darah dan peran  Fokuswanda dalam penggerakan DDS. (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :