ARB Kunjungi Muncar, Tertarik Potensi Perikanan dan Pemanfaatannya
Jumat, 26 Juli 2013
MUNCAR – Tertarik dengan potensi perikanan Banyuwangi dan pemanfaatannya, di tengah-tengah jadwal kunjungannya yang padat ke Banyuwangi, Aburizal Bakrie (ARB) menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu perusahaan pengalengan ikan, PT Pasific Harvest (PH) yang berada di Kecamatan Muncar, Kamis (25/7).
ARB bersama rombongan dengan didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertemu langsung dengan Aminoto, owner perusahaan yang memiliki 400 karyawan tersebut. ARB yang sempat menyaksikan langsung teknik pengalengan ikan lemuru (bahan baku sardin - red) di perusahaan itu menyatakan kekagumannya akan proses pengalengan yang steril dan higienis. Sembari berkeliling melihat proses produksinya, pihak perusahaan menerangkan satu demi satu pada pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum KADIN sejak 1994 hingga 2004 ini bagaimana langkah awal mempersiapkan lemuru hingga siap untuk dikemas. Lemuru pilihan dipisahkan dari kepala dan sisiknya, dicuci, dimasukkan ke dalam kaleng sesuai flavour yang diinginkan customer dan dimasak. Setelah dimasak, bumbu – bumbu seperti saus tomat, minyak kelapa, brine (air asin), minyak zaitun, minyak kedelai, atau minyak biji bunga matahari untuk memperkaya nilai gizi pada sardin mulai dimasukkan.
Aminoto, sang pemilik PH yang disebut-sebut sebagai salah satu eksportir terbesar di Indonesia mengatakan, perusahaannya ini telah berdiri sejak 1993. Namun tak selamanya lemuru sebagai bahan baku pembuatan sardin mudah didapat, mengingat di Muncar pernah mengalami paceklik ikan selama 2 tahun. “Sekarang pun tak banyak lemuru yang bisa kami dapatkan. Lemuru lokal hanya tersedia sebesar 50 persen saja, sedangkan sisanya, untuk memenuhi ketersediaan bahan baku, kami mengimpor dari beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Maroko, Dubai dan China,” terangnya. Aminoto menjelaskan, pihaknya lebih banyak memenuhi pesanan dari luar negeri, sedangkan di Indonesia ada dua perusahaan produsen ikan sardin kalengan yang disupport pasokannya oleh PH yaitu ABC dan GAGA. “Dalam sebulan kami mengekspor sebanyak 60 – 70 container dengan customer terbesar di West Africa (Afrika Barat). Produk kami juga mulai merambah Eropa 2 – 3 tahun belakangan ini dan diakui kualitasnya. Itu progress yang bagus, sebab untuk masuk ke pasar Eropa sangat sulit dan butuh prosedur yang panjang sebelum akhirnya benar-benar diijinkan,”beber Aminoto.
Usai visitasi ke perusahaan yang memiliki kapasitas produksi 200 ton ikan per hari itu, ARB dan Bupati Anas melanjutkan perjalanan ke kediaman salah seorang pemilik cold storage (gudang pendingin) Abdillah Mahdi. Disana, ARB berdialog dengan para nelayan dan para pengusaha cold storage Muncar. “Apa yang menjadi kebutuhan nelayan disini telah saya inventarisir dan saya sampaikan pada Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo yang besok (hari ini, 26/7) akan berkunjung kemari. Insyaallah sebagian besar permintaan nelayan bisa dipenuhi, misalnya soal perbaikan perumahan nelayan. Nanti beliau akan menjawab sendiri kebutuhan anda secara langsung. Termasuk tadi katanya ada permintaan didirikannya stasiun pengisian bahan bakar solar, silakan diajukan saja,” ujar Ketua Umum Partai Golkar ini. (Humas & Protokol)