Banyuwangi Memasok 2,5 Ton Lele Per Minggu ke Bali

Kamis, 23 April 2015


BANYUWANGI- Banyuwangi memasok 2,5 ton lele per minggu ke Pulau Dewata. Salah satu potensi budidaya ikan air tawar ini, terletak di Desa Tembok Rejo Kecamatan Muncar. Yakni salah satunya di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan(P2MKP) Raja Lele yang mulai dirintis sejak tahun 2004 oleh Mohammad Samsul Arifin.

P2MKP berdiri di atas lahan seluas 1200 m persegi, dengan total luasan kolam 600 meter persegi. Pusat pelatihan yang memiliki 36 kolam ini menjadi jujugan banyak petani dan nelayan. "Kolam- kolam ini berkapasitas sekitar 200 ribu benih sekali tebar, dimana proses pembibitan dan pembesarannya memakan waktu 3 bulan," papar Samsul. 

Dari 200 ribu benih tersebut, Samsul bisa mengirim 2,5 ton ikan lele siap konsumsi ke Bali setiap seminggu sekali. Setiap setengah bulan sekali, para petani selalu melakukan grading yakni pemisahan ikan sesuai ukuran yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kanibalisme. Saat ditebar, benih memiliki ukuran yang sama. Namun dalam perkembangannya, mereka tumbuh dengan ukuran tubuh yang berbeda. Ikan yang  telah siap panen, dijual bertahap kepada pengepul sesuai dengan ukuran.

Hasil budidaya ini tidak hanya untuk memenuhi pangsa pasar lokal, tetapi juga untuk dikirim ke luar daerah seperti Bali, Gresik dan Lamongan. Khusus untuk Bali, Samsul menjual lele yang siap dikonsumsi, sementara untuk Gresik dan Lamongan, yang dijual Samsul hanyalah berupa bibit lele. "Yang kami kirim ke Bali, per kilonya berisi 8 -10 ekor. Sedangkan untuk pasar lokal, per kilonya berisi 12 - 13 ekor ikan dengan bandrol Rp. 13.500 – Rp. 14.000 per kilo," pungkas Samsul. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :