BEC 2013 'The Legend of Kebo-keboan Blambangan' Megah dan Eksotik
Sabtu, 7 September 2013
BANYUWANGI – Event pembuka Banyuwangi Festival (B-Fest) 2013 'Banyuwangi Ethno Carnival ' (BEC) 2013 yang dihelat Sabtu (7/9), langsung dari panggung catwalk Taman Blambangan, berlangsung megah dan spektakuler. Dengan tema the legend of kebo-keboan Blambangan, karnaval budaya dengan kolaborasi pembuka dalam unsur modernitas ini, sangat istimewa. Karena, BEC 2013 ini dibuka langsung Menteri Tenaga Kerja dan Tranmisgrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, juga dihadiri Konsul Jenderal Amerika Serika (AS), Joaquin Monserrate, Konjen Timor Leste, Ketua DPP Golkar Abu Rizal Bakire (ARB), CEO Bosowa Grup, Erwin Aksa, Rizal Malarangeng, Ketua Asosisasi Pemerintah Kabupaten Indonesia (APKASI), Isran Noor yang juga Bupati Kutai Timur, Bupati Agam - Sumatra Barat, Bupati Badung - Bali, Walikota Probolinggo, Wabup Tangerang Selatan, Wabup Karawang - Jawa Barat serta Sekda Pacitan dan Denada Tambunan beserta Emilia Contessa. Juga disaksikan seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan tokoh masyarakat, agama, budayawan dan ratusan jurnalis media cetak/elektronik, fotografer dalam dan luar negeri serta ribuan masyarakat Blambangan yang menyemut memadati sepanjang jalan yang dilalui defile.
“Tema BEC setiap tahun beda, dan berbasis dari kebudayaan Banyuwangi yang melimpah. Diiringi live musik, talent asli Banyuwangi, terakhir BEC Banyuwangi tidak mengeksploitir tubuh penari, tetapi mengeksploitir konsep,” terang Bupati Abdullah Azwar Anas ketika memberikan sambutan di event akbar ini.
Sementara itu, dalam testimoninya Menakertrans menyatakan, Banyuwangi yang tumbuh kreatif dan inovatif mampu bersaing dengan kabupaten lainnya. "Dari kreativitas budaya ini akan bergulir ekonomi yang maju. Dikatakan Menakertrans, Banyuwangi memiliki letak yang strategis, kalau tidak dikelola pemimpin yang kreatif sangatlah rugi. “Namun alhamdulillah, kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas menjadikan budaya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Insyalloh Banyuwangi akan bisa menopang kekuatan ekonomi nasional sekaligus kemajuan dan kejayaan Bangsa Indonesia,” harap Menakertrans. Dengan kerja keras tokoh-tokoh dan para pemimpin yang ada di Banyuwangi, imbuh Menakertrans, pengangguran dan kemiskinan di Banyuwangi mulai bisa ditangani.
Sementara itu, Aburizal Bakrie yang akrab disapa ARB, menyatakan kekaguman yang luar biasa akan kreativitas Bupati Abdullah Azwar Anas yang telah menumbuhkan budaya Banyuwangi. Menurutnya, Bupati Anas juga punya kreatifitas memasarkan Banyuwangi sebagai daerah pariwisata. Mudah-mudahan Festival Banyuwangi berlangsung terus.“Rakyatnya mandiri di semua wilayah, Banyuwangi mengawali menjadi negara yang mandiri,” kata ARB.
BEC tahun ini diikuti 150 peserta dengan tiga sub tema. Defile pertama dengan tema ‘Kebo Geni’ tampil dengan menggunakan kostum etnik kebo-keboan yang didominasi warna merah dan hitam. Defile kedua, ‘Kebo Bayu Tirto’ tampil dengan balutan kostum yang didominasi warna biru dan silver. Yang ketiga ada ‘Kebo Bumi’ yang berlenggok sangat eksotik dengan balutan kostum warna hitam dan kuning emas yang artinya bumi yang penuh kemakmuran.
Sebelum para peserta BEC melakukan fashion on the road sejauh tiga kilometer, mulai Jl. Kartini – Jl. Satsuit Tubun – Jl. PB Soedirman dan finish di Jl Ahmad Yani (depan kantor Pemkab Banyuwangi), para penonton disuguhi 300 penari gandrung yang menari secara massal sebagai pembuka BEC 2013.
Selanjutnya ada atraksi drumband dari Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, yang mengiringi para ekspatriat yang bekerja di Banyuwangi dan mahasiswa asing dari 12 negara yang sedang khusus belajar seni dan budaya di Indonesia. Menariknya, mereka didandani ala kebo-keboan dan berjoget di depan tamu kehormatan.
Selain itu tampil juga peserta BEC terbaik 2012 dengan kostum Barong sesuai dengan tema BEC 2012 Re-Barong Using. Tak cukup itu, untuk menghidupkan nuansa Banyuwangi Ethno Carnival, penonton juga disuguhi fragmen upacara adat Kebo-keboan dari Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi dan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Mengapa mengambil tema the legend of kebo-keboan? Karena, kata Bupati Anas, Kebo-keboan mempunyai filosofi yang tinggi akan sejarah Banyuwangi. Dimana kebo menjadi mitra petani saat menggarap sawah. Sehingga kebo memiliki kedekatan dengan kemakmuran rakyat.
Di barisan penghujung BEC 2013, ada drumband pemkab yang mengiringi Jebeng Thulik sambil membentangkan spanduk bertuliskan See You Next On BEC 2014 dengan tema "Seblang". Sebagai penutup penonton masih disuguhi atraksi panggung penyanyi kebanggaan Banyuwangi, Demi dan Suliyanah yang melantunkan lagu khas Banyuwangi. (Humas dan Protokol)