BPK RI Benchmark ke Banyuwangi

Rabu, 1 April 2015


 BANYUWANGI - Pesatnya perkembangan Banyuwangi selama empat tahun terakhir, menginsipirasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan benchmarking. Sebanyak 15 pejabat eselon 3 peserta diklat kepemimpinan dari seluruh perwakilan BPK di Indonesia belajar tentang penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi publik. Mereka diterima langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Kabupaten, Selasa (31/3).

Kabag Diklat Kelembagaan Pusdiklat BPK RI, Nurendro Adi Kusumo, mengatakan selama tiga tahun terakhir ini Banyuwangi dinilai sukses mengubah kotanya menjadi lebih maju. Hal ini, menurut Nurendro, tak lepas dari faktor kepala daerahnya yang mampu memanfaatkan sumber daya manusia yang dimilikinya.

"Pak Bupati ini kami anggap mampu merubah birokrat di sini dan mengajaknya untuk mampu meningkatkan pelayanan publik. Bahkan saya nilai, perubahan itu tidak sekedar top down, justru banyak pejabat di level menengah di sini secara tak langsung juga mampu mengajak atasannya untuk bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang ada," ujar Nurendro.

Yang kedua, kata Endro, pihaknya juga ingin mengetahui bagaimana Banyuwangi menciptakan inovasi di bidang layanan publik. “Banyuwangi saya nilai sangat baik dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Sejumlah inovasi yang intinya mengutamakan publik bisa menjadi inspirasi kami dalam melayani para 'customer'. Paling tidak kami jadikan bahan memperbaiki pelayanan di lingkungan kantor,” kata Nurendro.

Pemkab Banyuwangi selama empat tahun terakhir telah menelurkan sejumlah inovasi. Antara lain program "Bayi Lahir Pulang Bawa Akta' - akta lahir diterbitkan maksimal seminggu setelah bayi lahir, program drive thru pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, One Stop Service - pengurusan surat kependudukan cukup di level kelurahan/desa, hingga memfasilitasi para UMKM mengurus hak paten dan tes laboratorium produk olahannya.

Ditambahkan Endro, sebelum menjatuhkan pilihan melakukan benchmarking ke Banyuwangi pihaknya melakukan riset dansearching ke internet tentang Banyuwangi dan hasilnya Banyuwangi memang paling banyak prestasinya dibanding kabupaten lain. “Inilah yang menjadikan kami mantap memilih Banyuwangi,” kata Endro.  

Selain BPK RI, pada saat yang sama Banyuwangi juga menjadi jujugan Pemkot Cimahi. Sebanyak 30 peserta diklatpim IV belajar strategi pembangunan. Dikatakan Widyaiswara Badan Diklat, Pemprov Jawa Barat sebagai ketua rombongan, Iriana Srikandiati mengaku sangat tertarik belajar segala bidang kepada Banyuwangi.

“Kami benar-benar tertarik dan ingin belajar banyak dari berbagai inovasi yang dikembangkan Banyuwangi, hingga masalah IT juga. Begitu juga bagaimana Banywuangi mampu mejaga pertumbuhan ekonomi, membangun integrasi antara pemerintah dan masyarakatnya. Banyak sekali faktor-faktor yang menunjukkan perubahan yang berarti. Makanya kami sangat ingin belajar bagaimana Bupati mengembangkan kepemimpinannya,” kata Iriana. (Humas protokol) 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :