Bupati Resmikan Pondok Kasih Banyuwangi Waras

Rabu, 19 Juni 2013


BANYUWANGI  -  Kepedulian anggota masyarakat menjadi salah satu jawaban dalam mengatasi  berbagai permasalahan  yang ada di Kota Banyuwangi. Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Pondok Kasih Banyuwangi Waras yang terletak di Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar.

Yayasan yang dikelola secara mandiri ini berperan membersihkan wajah kota sekaligus mengentaskan orang-orang yang selama ini ‘terlantar’ dengan menampung, merawat dan mengembalikan ke lingkungan sosialnya dalam keadaan yang lebih baik.  Bupati Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi yang tinggi atas apa yang dilakukan oleh yayasan tersebut. Hal ini terungkap saat Bupati melakukan peresmian Pondok Kasih Banyuwangi Waras, sebuah panti rehabilitasi yang menangani orang gila, pada Rabu (18/6).

Pimpinan Yayasan Pondok Kasih Banyuwangi Waras, Riski Halim mengatakan, pendirian  pondok berangkat dari keprihatinannya akan maraknya kasus orang gila di Banyuwangi. Beberapa tahun ke belakang, hampir setiap pekan Riski membaca berita adanya razia orang gila yang dilakukan oleh Satpol PP. “Saya ingin agar masalah orang gila di Banyuwangi selesai, kota menjadi lebih nyaman dan yang lebih penting orang-orang yang kurang beruntung ini mendapatkan tempat penyembuhan dan bisa kembali ke keluarga dengan lebih baik,” ujar Riski.

Selama ini, lanjut Riski pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Sosial. Biasanya setelah ada razia, Satpol PP atau Dinsos langsung menghubungi dirinya untuk mengirimkan orang gila ke pondok. “Kadang sampai malam hari pun saya mendapat telepon untuk pengiriman orang gila ke pondok,” kata salah satu pengusaha produk otomotif ini.

Meskipun baru saja diresmikan, namun menurut Riski Pondok Kasih telah merawat 38 orang gila dan berhasil menyembuhkan beberapa diantaranya serta telah mengembalikan mereka ke keluarga masing-masing. “Yang dari Banyuwangi hanya 6, sisanya ada yang dari  Situbondo, Gresik bahkan Tangerang. Sekarang  terdapat 22 orang yang menjalani perawatan di sini,” ungkap Riski.

Sementara itu, Bupati mengatakan, apa yang dilakukan Riski Halim, patut ditiru oleh pengusaha lain di Banyuwangi.  Sebab belum banyak pengusaha yang tergugah untuk melakukan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh Riski. “Semoga  ini menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk berbuat sesuai kemampuan masing-masing,” harap Bupati.

Bupati  sempat menyampaikan jika kemampuan pemerintah daerah  untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di Banyuwangi sangat terbatas. Karena itu dibutuhkan peran dan partisipasi anggota masyarakat untuk memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Banyuwangi. “Pondok Banyuwangi Kasih ini hebat, menyelesaikan salah satu masalah kota tanpa bantuan sepeser pun dari APBD. Jika pengusaha lain ikut melakukan hal sama, memberikan kepedulian dan menyemaikan kembali kegotong royongan maka permasalahan di Banyuwangi selesai,” tutur Bupati.  (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :