Deklarasi Curah Jati, Komitmen Seluruh Tokoh Agama Lestarikan Lingkungan

Senin, 16 Desember 2013


BANYUWANGI – Perwakilan tokoh lintas agama menyampaikan komitmen bersama untuk ikut melestarikan lingkungan. Komitmen itu dituangkan melalui pembacaan Deklarasi Curahjati yang diucapkan serentak oleh para tokoh agama di tempat ziarah Goa Maria, Curah Jati, Purwoharjo, Senin (16/12).

Pembacaan deklarasi dipimpin secara langsung oleh Ketua MUI Banyuwangi  KH. Muhammad Yamin, Lc dan diikuti oleh perwakilan tokoh lintas agama yakni Ir. Indrayana dari Tri Dharma, Moh. Ikhsan dari Al Irsyad , I Wayan Merk dari Parisada Hindu Dharma, Budi Priyanto dari umat Katolik, Drs. Suyono dari LDII, Ketua PCNU KH. Masykur Ali, Ketua Muhammadiyah Drs. H. Suhadak Ashari, Ketua Bamag Pendeta Anang Sugeng, SH dan Ketua Buddha Eka Wahyu.

Dalam deklarasi tersebut para tokoh agama secara serempak mengucapkan bahwa mereka menyadari  alam merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercayakan pada manusia untuk dikelola secara bertanggung jawab dan berkesinambungan. Untuk itu para tokoh agama mendeklarasikan gerakan Hijau Alamku, Bersih Banyuwangiku, Untuk Anak Cucuku.

Untuk mewujudkan gerakan tersebut para tokoh agama mengajak seluruh komponen warga Banyuwangi untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon. Tidak menebang pohon dengan sembarangan. Memisahkan sampah organik dan anorganik. “Serta menggunakan dan menjaga serta ikut mengawasi fasilitas ruang terbuka hijau,” ujar para tokoh agama kompak.

Usai mengucapkan deklarasi, para perwakilan tokoh agama tersebut membubuhkan tandatangan masing-masing ke dalam lembar deklarasi. Para tokoh agama tersebut  juga menyerahkan  khutbah keagamaan yang bertema pelestarian lingkungan sebagai penguat komitmen yang telah diucapkan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas.

Atas deklarasi yang telah dilaksanakan tersebut, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya. Menurut Bupati, saat ini Pemkab memang tengah fokus mendorong gerakan menanam pohon. “Bukan hanya menanam tapi juga memelihara pohon hingga tumbuh besar,” kata Bupati.

Nantinya gerakan  penanaman pohon  tersebut, lanjut Bupati,  akan didorong menjadi bagian dari gerakan keagamaan dan di-launching sebagai program Sedekah Oksigen. “Inilah mengapa kami meminta khutbah keagamaan menyertakan tema pelestarian lingkungan dan menanam pohon. Kami ingin program ini disampaikan kepada seluruh umat,” pinta Bupati.

Tidak hanya itu, menanam pohon juga akan dijadikan mekanisme menekan angka cerai di Banyuwangi. Caranya setiap orang yang hendak cerai diberi syarat untuk menanam pohon dengan jumlah tertentu. Pihak yang mengajukan gugatan cerai diwajibkan menanam pohon lebih banyak dari yang digugat. “Kami akan merealisasikan aturan ini melalui MoU bersama dengan Pengadilan Agama, insyaallah sebelum akhir Desember sudah jalan,” ungkap Bupati.

Sementara itu pengurus tempat ziarah Goa Maria, Romo Yosep Utus Ocarm mengatakan pihaknya sangat mendukung gerakan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon yang digagas Pemkab. Apalagi gerakan itu sejalan dengan salah satu misi keagamaannya  dalam melestarikan lingkungan. “Kami pasti akan menyampaikan kepada umat untuk peduli lingkungan dan menanam pohon di setiap khutbah terutama melalui pertemuan lingkungan,” ungkap Romo Yosep. (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :